Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Minggu, 17 Oktober 2021 20:00 WIB


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
89.631 430 87.061 2.140
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Kementerian Pertanian Tanam Bawang Merah di Nagari Pandai Sikek

Sabtu, 03 Juli 2021 | 08:45 WIB Last Updated 2021-07-03T01:46:59Z
Kementerian Pertanian tanam bawang merah di Nagari Pandai Sikek.


Tanah Datar, Rakyatterkini.com - Nagari Pandai Sikek dan Koto Laweh di Kecamatan X Koto, terpilih sebagai lokasi Riset dan Pengembangan Inovatif Kolaboratif (RPIK), Badan Litbang Kementerian Pertanian Republik Indonesia.


Kedua nagari itu berpotensi untuk komoditas bawang merah, karena  merupakan dataran tinggi yang memiliki karakter tanah masam, kandungan air sedikit dengan mengandalkan curah hujan.


Dr. Husnain, kepala Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) Badan Litbang Kementerian Pertanian RI, pada launching dan penanam bawang merah perdana di lahan kering dataran tinggi, di Jorong Pagu-pagu Nagari Pandai Sikek, Jumat 2 Juni 2021.


Diceritakan, penanaman bawang merah dengan memanfaatkan teknologi pertanian ini, dilakukan pada lahan seluas 9,57 ha yang terdiri dari 3 kelompok yaitu Kelompok Tapian Puti, Kelompok Bujang Juaro dan Kelompok Berkah Agro. 


Teknologi pertanian yang digunakan pada lahan pertanian ini diharapkan dapat meningkatkan produksi bawang merah petani, sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani.


Tanam perdana bawang merah itu dihadiri Komisi IV DPR RI, Hermanto, bersma Wakil Bupati Tanah Datar Richi Aprian, Kepala Balai Besar Lingkup Badan Litbang Kementerian Pertanian RI , Kepala Dinas Pertanian Sumbar, Kepala Dinas Pertanian Tanah Datar, Camat X Koto , walinagari Pandai Sikek serta kelompok tani.


Sebelumnya tim peneliti dari Balitbang Kementerian Pertanian RI, Hendri Sosiawan, pada tinjau lapangan dan demo alat pertanian, menyampaikan beberapa teknologi yang dipadukan pada penanaman bawang merah


Diantaranya bibit bawang merah provitas tinggi “Batu Ijo”, dipadukan dengan irigasi curah yang cocok untuk daerah dataran tinggi, pembuatan lahan menggunakan alat pembuat bedeng dan penanganan hama ulat yang efektif, efisien dan ramah lingkungan melalui feromon exi sehingga dapat mengurangi pemakaian fungisida.


Wabup menjelaskan pembangunan sektor pertanian merupakan prioritas Kabupaten Tanah Datar yang tertuang dalam RPJMD 2021-2026 pada misi kedua, yaitu meningkatkan ekonomi masyarakat Kabupaten Tanah Datar dan perluasan lapangan kerja yang berbasis pertanian, industri dan UMKM.


Tahun 2020 sektor pertanian penyumbang terbesar Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Tanah Datar sebesar 29,81 %, ujar Richi. (farid)




×
Berita Terbaru Update