Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Info Covid-19 Sumatera Barat

Update Rabu, 9 Juni 2021 20:00 WIB


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
46.385 642 41.832 1.048
sumber: corona.sumbarprov.go.id

Alumni Belanda Bicara Pembangunan, Pemprov Sumbar Siapkan Dana Beasiswa Bagi SDM Unggul

Jumat, 07 Mei 2021 | 22:41 WIB Last Updated 2021-05-07T15:41:20Z
Zoom meeting alumni Belanda dengan Wagub Sumbar, Audy Joinaldy.


Padang, Rakyatterkini.com - Dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia Sumatera Barat yang unggul yang bisa membantu wujudkan visi misi tersebut di masa mendatang.  Alumni Belanda asal Sumbar soroti pentingnya kolaborasi keilmuan antar alumni untuk meningkatkan kemajuan pembangunan daerah.


Wakil Gubernur Sumatera Barat, Audy Joinaldy dalam acara Nuffic Neso Indonesia bekerjasama dengan jaringan alumni Belanda di Sumatera Barat menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema ‘Alumni Belanda Bicara Pembangunan Sumatera Barat, yang dilaksanakan melalui platform zoom meeting, Kamis 6 Mei 2021.


Wagub Sumbar dalam kesempatan itu penyampaian keynote speech oleh Dr. (cand) Ir. Audy Joinaldy, dalam presentasinya memaparkan visi misi utama pemerintah Provinsi Sumatera Barat di masa pemerintahanya. 


Audy yang juga alumni Wageningen University and Research Belanda ini juga menginformasikan, Pemerintah Sumatera Barat juga akan menyediakan beasiswa studi bagi masyarakat untuk bisa belajar di dalam dan luar negeri (termasuk di Belanda).


Audy juga mengatakan, keenam alumni yang hadir di forum FGD ini memantik dan memfasilitasi  6 isu strategis seputar upaya pembangunan Sumatera Barat seperti, pandemi dan pembangunan, reformasi birokrasi keuangan, pendanaan infrastruktur, konektivitas antara kota dan kabupaten, pembentukan jaringan alumni Belanda di Sumatera Barat, hingga best practices Birokrat yang kritis dan kreatif. 


Di awal acara, Inty Dienasari, perwakilan Nuffic Neso Indonesia yang menjabat sebagai koordinator bidang Education promotion, mengapreasi terselenggaranya acara ini. 


Peran alumni Belanda di negeri ini sangatlah vital bagi penguatan knowledge diplomacy (diplomasi pendidikan) antara Indonesia-Belanda, serta untuk memperkuat hubungan bilateral bagi kedua negara di masa kini dan mendatang. 


Semoga acara FGD ini menghasilkan usulan dan rekomendasi yang maslahat dan bermanfaat bagi kemajuan pembangunan, khususnya bagi  provinsi Sumatera Barat, dan umumnya bagi bangsa Indonesia di masa mendatang.


Sementara Alumni Belanda juga bicara Pembangunan Sumatera Barat, Sesi FGD alumni Belanda bicara Pembangunan Sumatera Barat ini dimoderatori oleh Wempie Yuliane, alumnus Vrije Universiteit Amsterdam yang kini tinggal dan bekerja di Padang.


Sesi FGD diawali dengan pemaparan materi seputar ‘Dampak pandemi Covid-19 pada ekonomi: bagaimana menyiasatinya?’ yang dipresentasikan oleh Dr. Berlian Idriansyah Idris. 


Berlian di awal presentasinya, alumnus kampus Erasmus University Rotterdam ini menguraikan sejarah berkembangnya Covid-19 hingga mewabah ke hampir seluruh penjuru dunia, termasuk di Indonesia. 


Tentang dampak pada perekonomian, Dr. Berlian juga tidak dapat memungkiri bahwasanya pandemi Covid-19 telah banyak meluluhlantahkan sektor perkenonomian, banyak masyarakat yang di PHK, sektor usaha kecil dan menengah yang gulung tikar, dan lainya. 


Pembahasan selanjutnya disampaikan oleh Herry Hernawan, M.Sc yang menyoroti seputar upaya reformasi birokrasi di lingkungan pemerintahan, khususnya di Kementerian Keuangan. Salah satu catatan yang ia kemukakan adalah pentingnya penguatan kapasitas, kapabilitas dan intergritas bagi sumber daya manusia di suatu tatanan birokasi.


Dian Permatati, alumnus kampus Vrije Universiteit, Amsterdam, ini merekomendasikan pentingnya optimalisasi KPBU (Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha) dalam hal penyediaan infrastruktur. 


Ia tegaskan bahwasanya manfaat utama dari optimalisasi KPBU yang efektif dan transparan akan berdampak positif pada penyediaan pelayanan publik yang berkualitas tinggi, reformasi administrasi, pengaktifan perekonomian lewat penciptaan kesempatan bisnis bagi sektor swasta, hingga berkurangnya jangka waktu pembangunan fasilitas.

 

Lebih jauh lagi Dian Permatati juga katakan sejumlah hal yang perlu diperhatikan dan dibahas terkait isu konektivitas dalam & antar kota\kabupaten, seperti  Pembangunan infrastruktur transportasi dan pertumbuhan kota kedepannya.  


Wiby Agung Nugroho, alumni yang kini bekerja sebagai financial controller di XPO logistics utrecht, banyak menyoroti pentinganya penguatan jaringan alumni bagi pembangunan daerah. 


Sambil mengajak nostalgia seputar pengalaman belajar belajar dan hidup di Belanda, Wiby juga mengajak semua rekan-rekan alumni Belanda di Sumatera Barat untuk mau andil dalam kemajuan dan pembangunan daerah. 


Materi terakhir disampaikan oleh H. Novrial, alumnus Institute for Housing and urban development studies Erasmus University Rotterdam yang kini menjabat sebagai kepala dinas Pariwisata provinsi Sumatera Barat ini menyoroti sejumlah peluang dan tantangan bagi sektor pariwisata di Sumatera Barat.


Mulai dari aspek budaya yang menjadi DNA Pariwisata Sumatera Barat, Wisnus dan perantau sebagai porsi terbesarnya, hingga sosiologis etnik minang yang unik yang bisa menjadi peluang sekaligus tantangan pariwisata Sumatera Barat. 


Selanjutnya, Novrial juga menawarkan beberapa solusi pengembangan pariwisata di Sumatera Barat, mulai dari reorientasi strategi pengembangan, fokus pada transformasi SDM, optimalisasi prioritas pembangunan hingga promosi efektif dan efesien.

 

Acara FGD yang berakhir tepat pukul 12.30 WIB ini menghasilkan beberapa catatan dan rekomendasi untuk membantu mewujudukan program dan visi misi pemerintah provinsi Sumatera Barat, yang rencananya, catatan usulan dan rekomendasi tersebut akan disampaikan langsung oleh perwakilan alumni Belanda di Sumatera Barat kepada pemerintah Provinsi Sumatera Barat setelah hari raya Idul Fitri 1442 H.


FGD yang dilaksanakan selama kurang lebih 2 jam ini menghadirkan enam alumni Belanda asal Sumatera Barat dari beragam disiplin keilmuan: Dr. Berlian Idriansyah Idris (Bidang Kesehatan), Herry Hernawan, (bidang ekonomi dan keuangan), Dian Permatati (Bidang Teknik sipil), Dhaniel Ilyas, (Bidang ekonometrik), Wiby Agung Nugroho (bidang financial controller dan logistik), serta H. Novrial, (bidang pariwisata). (hms sumbar)




×
Berita Terbaru Update