Notification

×

Iklan

Wali Kota Solok Buka Workshop Pengurus Masjid, Ada Pesan Khusus untuk Generasi Muda

Kamis, 05 November 2026 | 11:22 WIB Last Updated 2026-11-05T04:22:00Z

Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, saat membuka Workshop Pengurus Masjid se-Kota Solok.

Solok, Rakyatterkini.com  – Masjid di Kota Solok didorong tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah ritual, tetapi juga berkembang sebagai pusat pendidikan, pembinaan generasi muda, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, saat membuka Workshop Pengurus Masjid se-Kota Solok Menuju Masjid Paripurna di Hotel Premiere, Jumat (30/10/2026).

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Kota Solok dalam mewujudkan visi daerah sebagai Kota Beras Serambi Madinah, melalui penguatan fungsi masjid dan peningkatan kapasitas pengelolaan rumah ibadah.

Workshop tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Solok, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Solok, narasumber dari Masjid Jogokariyan, serta puluhan pengurus masjid dari berbagai wilayah di Kota Solok.

Ramadhani menegaskan masjid harus dikembalikan pada fungsi hakikinya sebagaimana dicontohkan pada zaman Rasulullah SAW.

Menurutnya, kemegahan bangunan dan keindahan arsitektur bukan satu-satunya ukuran keberhasilan sebuah masjid. Lebih dari itu, masjid harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi kehidupan umat dan lingkungan sekitarnya.

"Kita ingin masjid di Kota Solok tidak sekadar menjadi tempat pelaksanaan ibadah ritual keagamaan saja. Lebih dari itu, Masjid Paripurna harus mampu menjadi pusat edukasi, pembinaan moral generasi muda, hingga menjadi sentral pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat sekitar," ujar Ramadhani.

Ia juga memberikan apresiasi atas terselenggaranya workshop tersebut. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia pengurus masjid menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola masjid yang profesional.

Ramadhani menekankan pentingnya penerapan tiga aspek manajemen masjid, yakni idarah (pengelolaan administrasi dan organisasi), imarah (pemakmuran masjid), serta riayah (pemeliharaan sarana dan prasarana).

Ketiga aspek tersebut harus berjalan seimbang dengan mengedepankan prinsip profesionalitas dan transparansi. Dengan demikian, masjid dapat menjadi tempat yang nyaman, memberikan pelayanan terbaik, serta membuat jamaah semakin betah untuk beribadah dan beraktivitas.

Tak hanya itu, Wali Kota juga berharap workshop ini melahirkan berbagai inovasi pengelolaan masjid yang mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

Ia secara khusus mengingatkan agar masjid di Kota Solok menjadi ruang yang ramah bagi anak-anak dan remaja. Masjid harus mampu menjadi tempat tumbuhnya generasi muda yang berakhlak, sekaligus membentengi masyarakat dari paham-paham yang berpotensi merusak persatuan.

Di akhir sambutannya, Ramadhani mengajak seluruh elemen masyarakat, lembaga keagamaan, dan instansi terkait untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem masjid yang makmur dan mandiri.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Solok berharap masjid-masjid di daerah tersebut semakin berkembang menjadi pusat ibadah, pendidikan, sosial, dan ekonomi umat, sekaligus menjadi pilar penting dalam mewujudkan Kota Solok sebagai Kota Beras Serambi Madinah. (sa)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update