Limapuluh Kota, Rakyatterkini.com – Lembah Harau di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, berpotensi menjadi salah satu pusat penyelenggaraan ajang panjat tebing internasional secara berkelanjutan. Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Pusat bahkan telah mengarahkan Harau International Climbing Festival (HICFEST) untuk menjadi agenda rutin yang digelar setiap dua tahun sekali.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal FPTI Pusat, Pristiawan Buntoro, saat pembukaan HICFEST 2026 di Lembah Harau, Selasa (3/11/2026) malam. Ia menjelaskan, keputusan Musyawarah Nasional (Munas) FPTI telah menetapkan Harau sebagai lokasi penyelenggaraan festival tersebut secara berkala dengan jeda dua tahun.
HICFEST 2026 digelar selama lima hari, mulai 3 hingga 7 November, dengan diikuti sekitar 300 atlet dan peserta dari berbagai daerah serta sejumlah negara. Seluruh rangkaian kompetisi berlangsung di empat lokasi, yaitu Tebing Aka Barayun, Tebing Echo, Tebing Pataki, dan Tebing Konoha.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, yang secara resmi membuka kegiatan tersebut, menyebut Lembah Harau mempunyai peluang besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata olahraga kelas dunia.
Meski demikian, menurut Mahyeldi, penyelenggaraan kegiatan berskala internasional perlu dibarengi dengan peningkatan kualitas kawasan wisata. Pembenahan tersebut mencakup pembangunan infrastruktur, penyediaan fasilitas pendukung, serta peningkatan mutu pelayanan bagi para wisatawan.
Ia juga mengajak pemerintah daerah bersama masyarakat untuk menciptakan lingkungan wisata yang aman dan nyaman. Penataan area parkir, sikap ramah terhadap pengunjung, serta upaya mengantisipasi tindakan premanisme menjadi beberapa hal yang perlu mendapat perhatian.
Di sisi lain, Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ahlul Badrito Resha, berharap pelaksanaan HICFEST mampu memberikan manfaat nyata bagi perekonomian warga setempat. Selain itu, kegiatan ini diharapkan semakin mengangkat nama Lembah Harau sebagai salah satu tujuan wisata andalan di Sumatera Barat.
Melalui penyelenggaraan yang konsisten setiap dua tahun, HICFEST diharapkan tidak sekadar menjadi ajang kompetisi panjat tebing internasional. Festival ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta memperkenalkan potensi pariwisata Sumatera Barat ke tingkat dunia.(da*)


