Notification

×

Iklan

Pemkab Agam Dorong Optimalisasi Pengelolaan Zakat

Rabu, 04 November 2026 | 17:42 WIB Last Updated 2026-11-04T10:42:00Z

Sekda Agam Dorong BAZNAS Optimalkan Zakat Untuk Pengentasan Kemiskinan

Lubuk Basung, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam meminta Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Agam terus meningkatkan pengumpulan dan penyaluran zakat agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat. 

Optimalisasi pengelolaan zakat tersebut diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan sekaligus mempercepat upaya pengentasan kemiskinan.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Agam, Dr. Lutfi, ketika membuka Musyawarah Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) BAZNAS Kabupaten Agam Tahun 2027 di Aula Baperinda Agam, Selasa (3/11).

Kegiatan itu turut dihadiri Dr. Buchari, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Agam Rinalfi, serta sejumlah pejabat dan pihak terkait lainnya.

Dalam sambutannya, Sekda menekankan bahwa penyusunan RKAT BAZNAS harus mengacu pada arah pembangunan daerah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Agam 2026–2030. Hal ini penting untuk mendukung terwujudnya visi Agam Madani, Maju, Adil dan Sejahtera.

Ia menjelaskan, program-program BAZNAS perlu dirancang agar selaras dengan prioritas pembangunan daerah, terutama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat perekonomian masyarakat, dan menekan angka kemiskinan.

Menurutnya, BAZNAS mempunyai peran strategis dalam membantu pemerintah daerah melalui pengelolaan zakat yang terencana dan tepat sasaran. Dengan demikian, dana zakat yang dihimpun dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan.

Berdasarkan catatan BAZNAS Kabupaten Agam, total zakat yang berhasil dikumpulkan sejak 2022 hingga saat ini telah melampaui Rp59 miliar. Capaian tersebut menunjukkan besarnya potensi zakat yang perlu terus digali dan dikembangkan, terlebih persoalan kemiskinan masih menjadi perhatian di daerah itu.

Untuk memaksimalkan potensi tersebut, Sekda mengajak BAZNAS dan pemerintah daerah mempererat kerja sama melalui lima bidang utama. Kelimanya mencakup pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penanganan bencana secara cepat, penguatan ekonomi masyarakat, serta peningkatan tata kelola zakat.

Di bidang pendidikan, Sekda memberikan apresiasi terhadap program beasiswa yang selama ini disalurkan BAZNAS kepada masyarakat dari keluarga kurang mampu.

Ia menilai bantuan pendidikan memiliki peranan penting dalam memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk memperoleh pendidikan yang layak. Dengan bekal pendidikan yang memadai, mereka diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup dan memutus rantai kemiskinan.

Selain pendidikan, kontribusi BAZNAS dalam membantu masyarakat terdampak bencana juga mendapat perhatian. Peran lembaga tersebut dinilai sangat berarti, terutama ketika Kabupaten Agam dilanda bencana hidrometeorologi pada 2025 lalu.

Bantuan yang diberikan tidak hanya sebatas dukungan kebutuhan mendesak, tetapi juga mencakup pendampingan dan upaya pemulihan kehidupan masyarakat. Bahkan, BAZNAS turut dilibatkan dalam rencana pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak.

Lebih lanjut, Sekda meminta agar sumber penghimpunan zakat diperluas dengan melibatkan aparatur sipil negara (ASN), kalangan perusahaan, hingga masyarakat secara umum.

Ia juga mendorong perangkat daerah terkait bersama BAZNAS untuk lebih aktif menyosialisasikan kewajiban berzakat, khususnya zakat mal. Sosialisasi tersebut dapat dilakukan melalui berbagai media komunikasi maupun kegiatan keagamaan.

Menurutnya, kesadaran untuk menunaikan zakat perlu terus ditingkatkan agar potensi zakat di Kabupaten Agam dapat dimanfaatkan secara maksimal sesuai ketentuan syariat Islam.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan BAZNAS tidak cukup hanya dilihat dari jumlah dana yang berhasil dikumpulkan. Hal yang tidak kalah penting adalah memastikan penyaluran zakat dilakukan secara tepat sasaran dan mampu memberikan perubahan positif bagi penerimanya.

Karena itu, pemanfaatan zakat diharapkan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan sehari-hari atau konsumtif, tetapi juga diarahkan untuk kegiatan produktif yang dapat membangun kemandirian para mustahik.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan ialah memberikan dukungan terhadap pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melalui pemberdayaan usaha tersebut, masyarakat kurang mampu diharapkan memiliki sumber pendapatan yang berkelanjutan sehingga mampu memperbaiki kondisi ekonominya.

Sekda menegaskan, tujuan utama pengelolaan zakat bukan sekadar menghimpun dana dan membagikannya, melainkan menciptakan manfaat jangka panjang melalui program pendidikan dan pemberdayaan ekonomi.

Melalui musyawarah penyusunan RKAT 2027 ini, ia berharap seluruh peserta dapat menyampaikan gagasan, saran, serta masukan yang membangun. Dengan begitu, program kerja BAZNAS pada tahun mendatang dapat disusun secara lebih terarah, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Ia juga berharap perencanaan anggaran tersebut semakin memperkuat sinergi antara BAZNAS dan Pemkab Agam dalam mendorong pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, BAZNAS Kabupaten Agam turut menyerahkan piagam penghargaan kepada pimpinan BAZNAS yang telah meninggal dunia ketika masih menjalankan tugas, serta kepada pimpinan yang dinyatakan lulus sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update