Notification

×

Iklan

Mahyeldi: Kilang Minyak Air Bangis Tunggu Keputusan Pusat

Jumat, 06 November 2026 | 15:44 WIB Last Updated 2026-11-06T08:44:00Z

Mahyeldi Bahas Kelanjutan Proyek Air Bangis

Pasbar, Rakyatterkini.com – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, menyatakan bahwa rencana pembangunan kilang minyak atau refinery di Nagari Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat, hingga kini belum mendapatkan kepastian dari Pemerintah Pusat.

Menurutnya, belum ada keputusan resmi mengenai kelanjutan proyek yang sebelumnya direncanakan masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Mahyeldi saat bersilaturahmi dengan pucuk adat dan ninik mamak Air Bangis di Kantor Kerapatan Adat Nagari (KAN) Air Bangis, Kamis (5/11/2026). Dalam pertemuan tersebut, para tokoh adat meminta penjelasan mengenai perkembangan dan kepastian rencana pembangunan kilang minyak.

Mahyeldi menjelaskan, pemerintah daerah masih menunggu informasi lebih lanjut dari pemerintah pusat. Apabila sudah terdapat perkembangan, pihaknya akan menyampaikan informasi tersebut sekaligus membicarakannya bersama masyarakat.

"Sampai sekarang belum ada keputusan resmi dari pemerintah pusat. Jika nantinya ada perkembangan, tentu akan kami informasikan dan dibahas bersama masyarakat untuk menentukan langkah berikutnya," ujar Mahyeldi.

Selain membahas rencana pembangunan kilang minyak, pertemuan tersebut juga menyinggung perkembangan pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang di kawasan Air Bangis.

Mahyeldi menyebutkan, pembangunan lapangan penumpukan barang yang dikerjakan Kementerian Perhubungan telah selesai. Tahapan berikutnya direncanakan berlangsung pada 2027, meliputi pembangunan area perkantoran pelabuhan dan perbaikan fasilitas dermaga.

Seluruh pekerjaan tersebut ditargetkan rampung agar Pelabuhan Teluk Tapang dapat mulai beroperasi pada 2028.

Ia menilai pelabuhan tersebut mempunyai peran penting dalam meningkatkan konektivitas dan memperlancar arus distribusi barang. Kehadirannya juga diharapkan mampu menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah pesisir barat Pulau Sumatera.

Selama ini, komoditas unggulan Pasaman Barat, seperti minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dan bijih besi, masih banyak dikirim melalui Pelabuhan Belawan di Medan untuk memenuhi kebutuhan ekspor.

Dengan beroperasinya Pelabuhan Teluk Tapang, proses pengiriman berbagai komoditas tersebut diharapkan menjadi lebih singkat dan efisien. Kondisi ini juga berpotensi memberikan keuntungan lebih besar bagi perekonomian daerah.

Mahyeldi menambahkan, setiap rencana pembangunan harus mempertimbangkan kebutuhan, aspirasi, dan kepentingan masyarakat setempat. Oleh sebab itu, komunikasi antara pemerintah dengan pucuk adat, ninik mamak, serta tokoh masyarakat perlu terus diperkuat.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting agar setiap program pembangunan dapat terlaksana dengan baik dan memberikan dampak positif bagi daerah.

Sebagaimana diketahui, rencana pengembangan PSN Air Bangis di Pasaman Barat sebelumnya digadang-gadang memiliki potensi besar untuk mendorong kemajuan ekonomi Sumatera Barat. Kawasan tersebut dirancang sebagai pusat pengembangan industri petrokimia, kilang minyak, serta pelabuhan terpadu.

Dengan luas kawasan yang direncanakan mencapai sekitar 30.162 hektare, proyek ini dinilai memiliki peluang besar untuk menarik investasi berskala besar sekaligus mendorong tumbuhnya industri hilir di Sumbar.

Apabila terealisasi, pengembangan kawasan tersebut diperkirakan dapat memberikan dampak terhadap berbagai sektor ekonomi, mulai dari industri, perdagangan, jasa, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pengembangan kawasan industri juga berpotensi mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung, termasuk fasilitas pelabuhan dan energi. Infrastruktur tersebut nantinya diharapkan mampu memperkuat hubungan antardaerah serta memperlancar distribusi bahan baku maupun produk industri.

Di sisi ketenagakerjaan, pembangunan kawasan petrokimia, kilang minyak, pelabuhan, dan fasilitas penunjang lainnya diperkirakan membuka banyak kesempatan kerja. Kebutuhan tenaga kerja akan muncul sejak tahap pembangunan hingga kawasan tersebut mulai beroperasi.

Masyarakat lokal pun diharapkan memperoleh kesempatan lebih luas untuk terlibat dalam berbagai kegiatan ekonomi, sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan.

Dengan cakupan wilayah dan sektor pengembangan yang cukup besar, PSN Air Bangis berpeluang menjadi salah satu kawasan penggerak ekonomi baru di Sumatera Barat. Meski demikian, kepastian keputusan pemerintah pusat dan realisasi pembangunan menjadi faktor utama agar berbagai potensi tersebut dapat diwujudkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.(adpsb/rmz/bud)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update