Padang, Rakyatterkini.com – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, mengajak Persatuan Cendekiawan Minang Malaysia (PCMM) Cabang Indonesia untuk berperan aktif dalam membangun kerja sama masyarakat Minangkabau lintas negara.
Organisasi tersebut diharapkan mampu menjadi penghubung antara masyarakat Minangkabau di ranah dan rantau, sekaligus menghimpun potensi akademisi, tenaga profesional, serta diaspora Minang untuk berkontribusi terhadap kemajuan Sumatera Barat.
Hal itu disampaikan Mahyeldi saat menghadiri acara silaturahmi sekaligus pengukuhan Pengurus PCMM Cabang Indonesia di Istana Gubernur Sumbar, Senin (2/11/2026). Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Presiden PCMM, Dato' Haji Ismail bin Ahmad, dengan Endrizal dipercaya sebagai ketua bersama jajaran pengurus lainnya.
Mahyeldi mengapresiasi terbentuknya kepengurusan PCMM di Indonesia. Ia menilai kehadiran organisasi ini memiliki peran penting dalam mempererat hubungan masyarakat Minangkabau yang berada di Sumatera Barat dengan warga Minang di Malaysia dan berbagai negara lainnya.
Menurutnya, keberadaan PCMM sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam memperkuat hubungan antara masyarakat di kampung halaman dan perantauan.
Mahyeldi menyebutkan, masyarakat Minangkabau memiliki jaringan yang tersebar luas hingga ke berbagai belahan dunia. Potensi tersebut perlu disatukan agar dapat memberikan manfaat bagi daerah, terutama dalam sektor pendidikan, sosial budaya, ekonomi, dan pembangunan.
Dalam kesempatan itu, Mahyeldi turut mengungkapkan sejumlah jejak sejarah tokoh-tokoh Minangkabau yang memiliki hubungan dengan berbagai wilayah di Asia Tenggara hingga mancanegara. Pemprov Sumbar, katanya, terus melakukan penelusuran terhadap hubungan sejarah dan garis keturunan tokoh Minang di luar negeri guna memperluas jaringan diaspora.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah membangun komunikasi dengan keluarga Raja Godam yang berada di Sarawak, Malaysia.
Selain itu, Pemprov Sumbar juga menjadwalkan kunjungan ke Sabah, Sarawak, dan Brunei Darussalam pada 25 November mendatang. Kunjungan tersebut bertujuan mempererat hubungan dengan masyarakat serta keluarga keturunan Minangkabau di kawasan tersebut.
Upaya memperluas jejaring diaspora juga dilakukan melalui penelusuran hubungan dengan keluarga sejumlah tokoh Minang di berbagai negara. Di antaranya keluarga Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi di Arab Saudi serta keluarga Zubir Said, pencipta lagu kebangsaan Singapura yang berasal dari Agam.
Mahyeldi menegaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menyambungkan kembali hubungan antargenerasi agar ikatan persaudaraan masyarakat Minangkabau tetap terpelihara, meskipun berada di negara berbeda.
Sementara itu, Presiden PCMM, Dato' Haji Ismail bin Ahmad, menjelaskan bahwa organisasi tersebut mulai dirintis pada 2012 dengan melibatkan mahasiswa Indonesia, terutama yang berasal dari Sumatera.
Seiring berjalannya waktu, jaringan yang dibangun sejak kalangan mahasiswa itu semakin berkembang. Bahkan, sejumlah anggotanya kini telah menduduki jabatan penting di lingkungan akademik, mulai dari dekan hingga pimpinan perguruan tinggi dan rektor.
Ismail berharap kehadiran PCMM Cabang Indonesia dapat meneruskan perjuangan organisasi sekaligus memperluas hubungan dan kerja sama masyarakat Minangkabau di Indonesia maupun Malaysia.
Ia menekankan pentingnya semangat saling mendukung dan berbagi pengetahuan di antara anggota diaspora. Mereka yang memiliki kemampuan ekonomi diharapkan membantu masyarakat yang membutuhkan, sedangkan mereka yang memiliki ilmu dapat membagikannya kepada orang lain.
Selain memperkuat jejaring intelektual, Ismail juga mengungkapkan rencana pelaksanaan program dakwah serumpun yang melibatkan penceramah dari Indonesia dan Malaysia. Kegiatan tersebut ditargetkan berlangsung pada awal 2027 melalui kolaborasi dengan sejumlah lembaga di bawah koordinasi pemerintah Malaysia.
Berdasarkan laporan panitia, PCMM merupakan organisasi yang dibentuk sebagai wadah silaturahmi sekaligus kerja sama para cendekiawan Minangkabau. Organisasi ini memiliki perhatian terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, sosial budaya, ekonomi, serta peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.
Pembentukan cabang di Indonesia bertujuan memperluas hubungan akademisi, profesional, dan pelaku usaha dari kedua negara. Melalui organisasi ini, berbagai gagasan dan potensi diharapkan dapat dihimpun menjadi program kerja yang memberikan dampak nyata.
Ke depan, PCMM Cabang Indonesia diharapkan menjadi wadah bersama bagi akademisi, pengusaha, profesional, serta tokoh Minangkabau untuk membangun kolaborasi di berbagai sektor. Ruang lingkup kerja sama tersebut meliputi pendidikan, penelitian, investasi, perdagangan, pariwisata, sosial budaya, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Pemprov Sumbar berharap terbentuknya PCMM Cabang Indonesia semakin memperkokoh hubungan masyarakat Minangkabau di ranah dan rantau. Dengan jaringan diaspora yang semakin luas, ikatan persaudaraan diharapkan tidak hanya terjaga, tetapi juga mampu menjadi modal penting dalam mendorong pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat.(da*)


