Notification

×

Iklan

Ekonomi Sumbar Tumbuh 4,69 Persen pada Triwulan III 2026

Jumat, 06 November 2026 | 17:29 WIB Last Updated 2026-11-06T10:29:00Z

Ilustrasi

Padang, Rakyatterkini.com – Perekonomian Sumatera Barat (Sumbar) mencatat pertumbuhan sebesar 4,69 persen pada triwulan III 2026 jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. 

Kenaikan ekspor ke pasar internasional, khususnya produk olahan kelapa sawit, menjadi salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan tersebut.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar menunjukkan ekspor kelompok lemak dan minyak hewani maupun nabati (HS 15) mengalami kenaikan sebesar 24,58 persen secara tahunan. 

Pertumbuhan ini terutama didukung oleh peningkatan ekspor produk hasil hilirisasi kelapa sawit, seperti RBD Palm Olein dan crude palm oil (CPO).

Kepala BPS Sumbar, Nurul Hasanudin, dalam keterangan pers pada Kamis (5/11/2026), menjelaskan bahwa peningkatan aktivitas ekspor dan belanja pemerintah menjadi faktor utama yang menopang perekonomian daerah.

Menurutnya, ekspor luar negeri mengalami pertumbuhan sebesar 25,17 persen, sedangkan komponen pengeluaran konsumsi pemerintah meningkat 10,30 persen.

Seiring dengan perkembangan ekonomi tersebut, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi bidang usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja di Sumatera Barat.

Mengacu pada hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2026, sebanyak 35,42 persen penduduk bekerja menggantungkan mata pencahariannya pada sektor tersebut.

Sementara itu, sektor perdagangan besar dan eceran menempati posisi berikutnya dengan kontribusi penyerapan tenaga kerja sebesar 16,87 persen. Adapun sektor penyediaan akomodasi serta makan dan minum menyerap 9,29 persen tenaga kerja.

Secara keseluruhan, jumlah penduduk yang bekerja di Sumbar mencapai 3,03 juta orang. Angka ini bertambah sebanyak 15,71 ribu orang dibandingkan periode Agustus 2025.

Di sisi lain, jumlah pengangguran tercatat sebanyak 178,88 ribu orang. Kondisi tersebut membuat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Sumatera Barat berada pada angka 5,57 persen.

Dalam laporan yang sama, BPS juga mencatat adanya peningkatan kualitas pembangunan manusia di Sumatera Barat. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumbar pada 2026 mencapai 77,97, naik dari tahun sebelumnya yang berada di angka 77,27.

Dengan capaian tersebut, Sumatera Barat menempati peringkat keenam dari 38 provinsi di Indonesia.

Peningkatan juga terlihat pada indikator rata-rata lama sekolah. Pada 2026, angkanya mencapai 10,03 tahun, lebih tinggi dibandingkan 9,77 tahun pada 2025.

Jika dilihat berdasarkan wilayah, Kota Padang menjadi daerah dengan IPM tertinggi di Sumatera Barat, yakni 85,59. Sebaliknya, Kabupaten Kepulauan Mentawai mencatat IPM terendah dengan nilai 68,45.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update