Padang, Rakyatterkini.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus mendorong perluasan kesempatan kerja sebagai salah satu langkah mengatasi persoalan pengangguran.
Upaya tersebut tidak hanya dilakukan dengan menghadirkan lebih banyak lowongan pekerjaan, tetapi juga melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia agar sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menilai pengangguran merupakan persoalan yang memiliki dampak luas. Selain memengaruhi kondisi perekonomian, masalah tersebut juga dapat berpengaruh terhadap kehidupan sosial dan kesejahteraan keluarga.
Karena itu, menurutnya, penyediaan lapangan pekerjaan harus berjalan beriringan dengan peningkatan keterampilan dan kemampuan masyarakat. Dengan bekal kompetensi yang memadai, pencari kerja diharapkan memiliki kesempatan lebih besar untuk memperoleh pekerjaan yang layak.
Mahyeldi menyampaikan apresiasi kepada 43 perusahaan yang ikut ambil bagian dalam Job Fair Online Sumbar 2026. Secara keseluruhan, perusahaan-perusahaan tersebut menyediakan sebanyak 1.342 posisi pekerjaan bagi masyarakat.
Ia mengucapkan terima kasih atas kontribusi seluruh perusahaan yang telah membuka kesempatan kerja melalui kegiatan tersebut. Partisipasi dunia usaha dinilai penting untuk memperluas akses masyarakat terhadap peluang mendapatkan pekerjaan.
Mahyeldi juga berharap kegiatan bursa kerja seperti ini dapat diselenggarakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak pencari kerja terbantu dalam menemukan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan mereka.
Kepada para peserta, ia mengingatkan agar terlebih dahulu memahami kualifikasi dan ketentuan yang ditetapkan perusahaan untuk setiap posisi. Persiapan dokumen lamaran, termasuk daftar riwayat hidup atau curriculum vitae (CV), juga harus dilakukan secara teliti dan lengkap.
Selain memperluas kesempatan kerja, Mahyeldi menekankan perlunya keselarasan antara kemampuan tenaga kerja dan kebutuhan dunia usaha serta dunia industri atau link and match.
Menurutnya, pendidikan vokasi, sekolah menengah kejuruan (SMK), dan berbagai lembaga pelatihan harus terus diperkuat. Langkah tersebut diperlukan agar lulusan memiliki keterampilan praktis dan kesiapan yang cukup ketika memasuki dunia kerja.
Di samping itu, pengembangan kewirausahaan, peningkatan investasi, serta kemudahan memperoleh informasi mengenai pasar kerja juga menjadi bagian penting dalam mengurangi angka pengangguran.
Sementara itu, Kepala Pusat Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan RI, Nur Hidayat, menjelaskan bahwa persoalan pengangguran tidak semata-mata berkaitan dengan sedikitnya jumlah lowongan yang tersedia.
Menurutnya, terdapat persoalan lain yang perlu diperhatikan, yakni ketidaksesuaian antara keahlian pencari kerja dengan kriteria yang dibutuhkan perusahaan atau dikenal dengan istilah mismatch.
Untuk mengatasi kendala tersebut, Kemenaker memanfaatkan Karirhub yang terintegrasi dalam ekosistem SiapKerja. Platform ini dirancang untuk membantu mempertemukan perusahaan dengan pencari kerja berdasarkan kualifikasi dan kebutuhan tenaga kerja.
Di sisi lain, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumatera Barat, Firdaus Firman, mengungkapkan bahwa jumlah peserta yang mendaftar dalam Job Fair Online Sumbar 2026 telah mencapai 2.658 orang hingga Rabu pagi.
Ia menerangkan, seluruh rangkaian pendaftaran dan proses seleksi dilakukan secara online melalui platform SiapKerja yang dikelola Kementerian Ketenagakerjaan RI. Layanan tersebut dapat diakses melalui situs siapkerja.kemnaker.go.id.
Melalui sistem digital ini, masyarakat bisa mendapatkan informasi mengenai posisi yang tersedia, menentukan pekerjaan berdasarkan kualifikasi masing-masing, hingga mengikuti proses seleksi tanpa perlu mendatangi kantor perusahaan secara langsung.
Jumlah pendaftar yang mencapai 2.658 orang, sementara lowongan yang disediakan sebanyak 1.342 formasi, memperlihatkan tingginya ketertarikan masyarakat Sumbar terhadap kesempatan kerja yang ditawarkan dalam Job Fair Online 2026.(da*)


