Notification

×

Iklan

Cegah Banjir, Magister Ilmu Biomedis FK UNAND Edukasi Warga Pauh Kelola Sampah dengan Komposter dan Biopori

Minggu, 01 November 2026 | 20:50 WIB Last Updated 2026-11-01T13:50:00Z

Foto bersama panitia dan peserta pengabdian masyarakat.

PADANG – Upaya mencegah banjir dan menciptakan lingkungan sehat dapat dimulai dari langkah sederhana di rumah, salah satunya dengan mengelola sampah sejak dari sumbernya.

Kepedulian inilah yang mendorong Program Studi Magister Ilmu Biomedis Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK UNAND) turun ke tengah masyarakat melalui Pengabdian Masyarakat (Pengabmas) di Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang.

Mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Pauh melalui Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Berbasis Sumber untuk Mitigasi Banjir dan Kesehatan Lingkungan”, kegiatan tersebut berlangsung di Mushalla Kantor Kelurahan Kapalo Koto, Sabtu (31/10/2026).

Kegiatan yang diketuai Prof. dr. Ilmiawati, Ph.D. ini melibatkan 13 peserta perwakilan masyarakat Kelurahan Kapalo Koto. Hadir pula sejumlah guru besar dan staf pengajar FK UNAND, yakni Prof. Dr. Nuzulia Irawati, MS, Dr. Hasmiwati, M.Kes, Dr. dr. Roza Silvia, M.ClinEmbryol, dan dr. Mohamad Reza, Ph.D, bersama mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Biomedis.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak memahami bahwa persoalan sampah bukan sekadar masalah kebersihan, tetapi juga berkaitan erat dengan kesehatan lingkungan dan risiko bencana banjir.

Sampah rumah tangga yang dibuang sembarangan berpotensi menumpuk dan menyumbat saluran drainase. Kondisi tersebut dapat menghambat aliran air, memicu genangan, hingga meningkatkan risiko banjir, terutama ketika hujan dengan intensitas tinggi.

Karena itu, pengelolaan sampah perlu dimulai dari lingkungan terkecil, yakni rumah tangga, melalui kebiasaan memilah dan mengolah sampah secara mandiri.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa Magister Ilmu Biomedis memberikan edukasi mengenai jenis-jenis sampah, terutama pengelompokan sampah organik dan anorganik. Masyarakat juga dibekali pemahaman tentang pentingnya pemilahan sampah sebelum dibuang atau diolah lebih lanjut.

Tak hanya teori, peserta turut diperkenalkan dengan teknologi sederhana yang bisa diterapkan di lingkungan rumah, seperti komposter dan lubang biopori untuk mengolah sampah organik.

Salah satu materi yang menarik perhatian peserta adalah pemanfaatan sampah organik rumah tangga menjadi sesuatu yang bernilai guna.

Tim pengabdian memperkenalkan bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan sehari-hari, seperti sisa sayuran, kulit bawang, kulit telur, daun dan ranting kering, tanah, hingga air bekas cucian beras.

Bahan-bahan tersebut dapat dimanfaatkan dalam proses pengolahan sampah organik melalui komposter. Dengan demikian, sampah dapur yang sebelumnya dibuang begitu saja berpeluang diolah menjadi kompos yang bermanfaat bagi tanaman.

Selain itu, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai manfaat lubang biopori serta tahapan pembuatannya sebagai salah satu upaya membantu penyerapan air ke dalam tanah.

Penyerahan komposter dan biopori oleh Ketua Tim Pengabmas kepada ketua RW 002.

Ali Akbar, Ketua RW 002 Kelurahan Kapalo Koto, menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi dan praktik pengolahan sampah organik memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kegiatan ini sangat baik dan bermanfaat bagi warga kami, sebab pembuatan komposter dan biopori ini dapat mengurangi sampah basah dapur dan bisa juga menjadi pupuk tanaman,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada pelaksanaan sosialisasi saja, tetapi dapat dilanjutkan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak warga yang menerapkan pengelolaan sampah dari rumah.

Untuk memastikan materi dapat dipahami dan diterapkan, kegiatan Pengabmas ini juga dilengkapi demonstrasi langsung pembuatan komposter dan pemanfaatan lubang biopori.

Peserta dilibatkan dalam praktik sehingga dapat mengetahui secara langsung proses pengolahan sampah organik menggunakan bahan-bahan sederhana yang tersedia di sekitar tempat tinggal.

Sebagai bentuk dukungan terhadap penerapan hasil edukasi, tim Pengabdian kepada Masyarakat FK UNAND turut menyerahkan peralatan komposter dan biopori kepada masyarakat melalui perwakilan RT di Kelurahan Kapalo Koto.

Bantuan sarana tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi warga untuk memulai pengelolaan sampah organik secara mandiri di lingkungan masing-masing.

Antusiasme masyarakat terlihat selama kegiatan berlangsung. Peserta aktif mengikuti diskusi, mengajukan pertanyaan, serta terlibat dalam demonstrasi yang diberikan oleh tim pengabdian.

Tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tim Pengabdian kepada Masyarakat Magister Ilmu Biomedis FK UNAND juga menyiapkan langkah lanjutan berupa pendampingan dan pemantauan satu bulan setelah kegiatan.

Pendampingan tersebut akan dilakukan melalui grup WhatsApp sebagai sarana komunikasi, konsultasi, dan diskusi antara masyarakat dengan tim pengabdian.

Para peserta juga diharapkan dapat meneruskan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh kepada warga lainnya di RT masing-masing.

Dengan cara ini, diharapkan terbentuk kelompok penggerak masyarakat yang mampu melakukan edukasi sebaya, pemantauan, serta tindak lanjut pengelolaan sampah secara mandiri.

Melalui program tersebut, Magister Ilmu Biomedis FK UNAND berharap tumbuh perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga berbasis sumber.

Langkah sederhana memilah dan mengolah sampah dari rumah diharapkan mampu mengurangi beban sampah yang masuk ke lingkungan, meminimalkan risiko penyumbatan saluran drainase, serta mendukung upaya mitigasi banjir.

Lebih jauh, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif bahwa lingkungan yang bersih dan sehat membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.

Dari Kelurahan Kapalo Koto, gerakan kecil mengelola sampah dari rumah diharapkan dapat berkembang menjadi kebiasaan bersama demi mewujudkan lingkungan yang lebih sehat, bersih, dan berkelanjutan. (*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update