Padang, Rakyatterkini.com – Fakultas Peternakan (Faterna) Universitas Andalas (Unand) terus berupaya mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha peternakan skala rumah tangga.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni menyalurkan 200 ekor bibit ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) kepada kelompok Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH) Pasar Lalang, Kelurahan Kuranji, Kota Padang, Sabtu (31/10/2026).
Penyerahan bantuan tersebut juga dirangkaikan dengan kegiatan penyuluhan tentang tata cara pemeliharaan ayam KUB. Materi yang diberikan secara khusus membahas pengelolaan ayam pada fase starter atau masa awal pertumbuhan, sehingga masyarakat memiliki bekal pengetahuan untuk merawat ternak dengan baik.
Program pengabdian kepada masyarakat ini dipimpin oleh Dr. Sepri Reski selaku ketua pelaksana. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi dalam mengembangkan peternakan berbasis keluarga sekaligus membuka peluang usaha produktif bagi masyarakat penerima bantuan.
Dalam penyuluhan bertajuk “Manajemen Pemeliharaan Ayam KUB”, Linda Suhartati memberikan penjelasan mengenai teknik pemeliharaan yang tepat, terutama pada tahap starter. Fase ini dinilai penting karena berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan ayam pada tahap berikutnya.
Sepri Reski mengatakan, pembekalan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan serta kemampuan anggota kelompok dalam mengelola bantuan ternak yang diberikan.
Menurutnya, penyaluran 200 bibit ayam KUB tidak hanya ditujukan sebagai bantuan ternak semata. Jika dikelola secara optimal, ayam tersebut berpotensi menjadi sumber pemenuhan kebutuhan pangan keluarga sekaligus memberikan tambahan penghasilan bagi penerima manfaat.
Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini turut melibatkan sejumlah tenaga pengajar Fakultas Peternakan Unand, di antaranya Dr. Roni Pazla, Yolani Utami, dan Linda Suhartati.
Selain dosen, tim pelaksana juga didukung oleh Ahmad Sanusi, mahasiswa S2 Program Studi Ilmu Peternakan, serta Dinul Asman yang merupakan lulusan baru di bidang peternakan.
Sepri Reski menjelaskan bahwa keterlibatan dosen, mahasiswa, dan lulusan baru merupakan bentuk penerapan ilmu serta kompetensi akademik secara langsung untuk membantu masyarakat.
Kolaborasi tersebut juga menjadi wujud nyata peran perguruan tinggi dalam mendorong pemberdayaan masyarakat. Melalui transfer pengetahuan dan pendampingan, kelompok penerima manfaat diharapkan mampu mengembangkan kegiatan peternakan yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan. (da*)


