Notification

×

Iklan

Bocah 11 Tahun Diduga Terkena Peluru Nyasar di Kendal

Kamis, 05 November 2026 | 00:45 WIB Last Updated 2026-11-04T17:45:00Z

Kapolres Kendal, AKBP Ratna Quratul Ainy mengungkap insiden yang dialami bocah SD 

Jakarta, Rakyatterkini.com – Seorang anak berusia 11 tahun berinisial MTAI mengalami nasib nahas saat mengunjungi pasar malam di kawasan Markas Komando (Mako) Brimob Batalyon A Pelopor Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Siswa kelas IV SD Negeri 2 Magelung yang berasal dari Dukuh Suropadan, Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan itu diduga terkena peluru nyasar.

Peristiwa tersebut berlangsung ketika korban bersama seorang temannya tengah berkeliling menyaksikan berbagai wahana permainan yang tersedia di lapangan Mako Brimob Kaliwungu.

Paman korban, Mujiono, menjelaskan bahwa kejadian bermula sekitar pukul 19.00 WIB ketika keponakannya hendak meninggalkan lokasi untuk pulang. Secara tiba-tiba, terdengar suara letusan keras yang menyerupai tembakan senjata api.

Menurut Mujiono, teman korban langsung berlari karena ketakutan setelah mendengar suara tersebut. Sementara itu, keponakannya justru merasakan sakit di bagian punggung bawah ketiak. Saat diperiksa, ternyata pakaian korban telah dipenuhi darah.

Mengetahui kejadian tersebut, sejumlah pengunjung bersama anggota Brimob yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke Rumah Sakit Darul Istiqomah Kaliwungu.

Keluarga Pertanyakan Informasi Awal Kejadian

Pihak keluarga mengaku kecewa dengan informasi awal yang diterima mengenai penyebab luka korban. Mujiono menyebutkan, keluarga sempat diberi tahu bahwa keponakannya terjatuh hingga punggungnya tertusuk kawat.

Namun, setelah dilakukan pemeriksaan rontgen oleh tim medis, ditemukan serpihan benda asing di dalam jaringan luka korban. Temuan tersebut membuat keluarga mempertanyakan penjelasan awal yang disampaikan.

Mujiono berharap pihak terkait dapat memberikan keterangan secara terbuka mengenai kejadian yang menimpa keponakannya. Jika nantinya terbukti luka tersebut berasal dari proyektil senjata milik petugas, keluarga meminta adanya tanggung jawab penuh.

Ia juga mengungkapkan bahwa biaya operasi untuk mengeluarkan serpihan benda tersebut diperkirakan mencapai Rp30 juta, sehingga menjadi beban tersendiri bagi keluarga.

Sementara itu, Kapolres Kendal AKBP Ratna Quratul Ainy membenarkan adanya laporan seorang anak yang mengalami luka di sekitar kompleks Rusun Mako Brimob Kaliwungu.

Meski demikian, kepolisian belum dapat memastikan penyebab luka maupun jenis benda yang diduga mengenai tubuh korban. Pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan keterangan resmi dari dokter Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang.

Korban saat ini telah dipindahkan ke RSI Sultan Agung Semarang untuk mendapatkan penanganan lanjutan, termasuk menjalani operasi pengangkatan serpihan yang ditemukan di bagian tubuhnya.

Di sisi lain, Satuan Reserse Kriminal Polres Kendal terus melakukan penyelidikan guna mengungkap sumber suara letusan dan memastikan kronologi sebenarnya dari insiden tersebut.

Kapolres menyampaikan bahwa hingga kini pihaknya masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi. Pasalnya, baik orang-orang yang berada di lokasi maupun petugas yang berjaga di markas saat kejadian disebut tidak mendengar suara tembakan.

Penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti insiden yang mengakibatkan seorang anak mengalami luka tersebut.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update