Jakarta, Rakyatterkini.com – Gunung Semeru yang berada di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Rabu (4/11/2026) sore. Letusan tersebut mengeluarkan abu vulkanik yang mencapai ketinggian sekitar 1.000 meter di atas puncak gunung.
Berdasarkan hasil pengamatan, kolom abu terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah barat daya. Aktivitas erupsi tersebut tercatat pada seismograf dengan amplitudo maksimum 25 milimeter dan berlangsung selama 136 detik.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan, letusan terjadi pada pukul 14.41 WIB. Ketinggian kolom abu diperkirakan mencapai 4.676 meter di atas permukaan laut.
Sebelum erupsi pada sore hari, Gunung Semeru juga mengalami aktivitas vulkanik berupa guguran awan panas pada Rabu pagi. Material tersebut meluncur sejauh kurang lebih 3 kilometer ke arah tenggara, tepatnya melalui jalur Besuk Kobokan.
Peristiwa tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang yang berada di Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo. Rekaman menunjukkan aktivitas erupsi terjadi sekitar pukul 05.06 WIB.
Dari pantauan visual, awan panas guguran terlihat bergerak menuruni lereng bagian tenggara Gunung Semeru. Walaupun jarak luncurannya masih berada dalam zona aman dan belum mendekati kawasan permukiman, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan.
Koordinator Pos Pantau Curah Kobokan, Sugiono, mengatakan guguran awan panas kali ini terlihat lebih jelas dibandingkan kejadian sebelumnya.
Menurutnya, jarak luncuran material mencapai sekitar 3.000 meter. Hingga saat ini, aktivitas tersebut belum menimbulkan dampak terhadap masyarakat karena masih berada pada jarak yang aman.
Sementara itu, status aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. Kondisi aktivitas gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut juga masih mengalami perubahan atau fluktuasi.
Data pemantauan PVMBG mencatat, guguran awan panas juga terjadi sebanyak dua kali pada Selasa (3/11/2026). Namun, jarak luncurannya belum bisa diketahui secara pasti karena bagian puncak gunung tertutup awan.
Di tengah peningkatan aktivitas vulkanik tersebut, kegiatan masyarakat di sekitar kawasan lereng Semeru masih berlangsung seperti biasa. Kendati demikian, warga maupun wisatawan tidak diperbolehkan memasuki kawasan sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak.
PVMBG turut mengingatkan masyarakat agar mengantisipasi kemungkinan terjadinya awan panas guguran, guguran lava, serta aliran lahar. Potensi bahaya tersebut perlu diwaspadai terutama di sepanjang sungai dan lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.
Beberapa kawasan yang menjadi perhatian meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk sungai-sungai kecil yang bermuara ke aliran Besuk Kobokan.(da*)


