Notification

×

Iklan

Atlet Unggulan Sumbar Mulai Diincar Daerah Lain Jelang PON 2028

Jumat, 06 November 2026 | 20:45 WIB Last Updated 2026-11-06T13:45:00Z

Atlet Unggulan Sumbar Mulai Diincar Daerah Lain Jelang PON 2028

Padang, Rakyatterkini.com – Sejumlah atlet berprestasi asal Sumatera Barat (Sumbar) mulai mendapat tawaran untuk membela daerah lain menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Bahkan, beberapa atlet unggulan Ranah Minang dikabarkan menerima tawaran dengan nilai yang cukup fantastis.

Situasi tersebut menjadi perhatian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumbar. Jika tidak diantisipasi, perpindahan atlet potensial ke daerah lain dikhawatirkan dapat melemahkan kekuatan kontingen Sumbar dalam mewujudkan target 25 medali emas dan masuk 10 besar nasional pada PON 2028 yang akan berlangsung di Jakarta, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Beberapa nama atlet yang dikabarkan menjadi incaran daerah lain antara lain Gilang Ilhaza, Syamsul Akmal, Yusma, Zikra Dwi Putri, serta sejumlah atlet berprestasi lainnya. Fenomena ini menunjukkan semakin ketatnya persaingan antardaerah dalam mendapatkan atlet berkualitas.

Dalam situasi tersebut, perhatian dan dukungan pemerintah daerah terhadap kesejahteraan atlet dinilai menjadi faktor penting agar para atlet tetap berkomitmen memperjuangkan nama daerah asalnya.

Ketua KONI Sumbar, Hamdanus, menyampaikan persoalan tersebut dalam rapat koordinasi bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumbar serta pengurus induk organisasi cabang olahraga, Kamis (5/11/2026).

Ia menilai keterbatasan anggaran masih menjadi hambatan utama dalam menjaga keberlangsungan pembinaan sekaligus mempertahankan atlet-atlet potensial yang selama ini telah mengharumkan nama Sumatera Barat.

Hamdanus mengingatkan agar persoalan anggaran tidak sampai menghambat masa depan atlet yang telah berjuang mengukir prestasi di berbagai kejuaraan.

Sejak awal 2026, KONI Sumbar sebenarnya telah menjalankan program Pemusatan Latihan Provinsi (Pelatprov). Program ini ditujukan untuk menjaga kesiapan sekaligus mempertahankan atlet unggulan dan atlet potensial agar tetap memperkuat Sumatera Barat.

Selain mendapatkan pembinaan, para atlet juga memperoleh uang saku bulanan dengan nominal maksimal Rp3 juta. Meskipun jumlahnya belum besar, bantuan tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian KONI terhadap atlet sekaligus upaya menjaga loyalitas mereka kepada daerah.

Sayangnya, karena belum adanya dukungan anggaran lanjutan, pembayaran uang saku atlet terpaksa dihentikan sejak Juni hingga Desember 2026. Kendati demikian, kegiatan Pelatprov masih terus dilaksanakan.

Hamdanus menjelaskan, sejumlah atlet Sumbar telah memiliki catatan prestasi hingga tingkat nasional dan internasional. Selama ini, Pelatprov menjadi salah satu instrumen KONI untuk mempertahankan atlet-atlet tersebut.

Ia juga mengungkapkan bahwa besaran uang saku maksimal Rp3 juta per bulan belum mengalami peningkatan selama kurang lebih 15 tahun. Meski demikian, dukungan itu tetap diupayakan sebagai bentuk perhatian kepada para atlet.

Persoalan pendanaan olahraga di Sumbar semakin berat karena KONI tidak mendapatkan alokasi dana hibah melalui APBD Perubahan 2026. Sementara itu, dalam rancangan APBD 2027, anggaran yang direncanakan untuk KONI baru berkisar Rp10,3 miliar, jauh di bawah usulan sebesar Rp40 miliar.

Kondisi tersebut berpotensi mengganggu sejumlah program pembinaan dan persiapan atlet, khususnya dalam menghadapi agenda kompetisi sepanjang 2027.

Beberapa agenda penting yang harus diikuti atlet Sumbar meliputi Pekan Olahraga Wilayah (Porwil), babak kualifikasi PON, kejuaraan nasional, hingga Pekan Olahraga Negara Serumpun.

Rangkaian pertandingan tersebut menjadi kesempatan penting bagi atlet untuk mengamankan tiket menuju PON 2028. Oleh karena itu, dukungan pembinaan yang berkesinambungan sangat diperlukan agar atlet tetap berkembang dan tidak memilih pindah ke daerah lain.

Hamdanus berharap persoalan anggaran ini mendapat perhatian serius dari seluruh pihak terkait. Menurutnya, kesinambungan pembinaan dan terjaganya kepercayaan atlet terhadap daerah harus menjadi prioritas bersama.

Ia menyebut Sumatera Barat sebenarnya memiliki modal yang cukup untuk meningkatkan pencapaian pada PON mendatang. Saat ini, sebanyak 162 atlet binaan telah dipersiapkan untuk bersaing dan memperjuangkan medali bagi Ranah Minang.

Keyakinan tersebut juga didukung hasil evaluasi PON 2024, ketika Sumbar berhasil membawa pulang lima medali emas. Untuk PON 2028, KONI Sumbar memasang target lebih tinggi, yakni meraih 25 medali emas sekaligus menembus posisi 10 besar nasional.

Hamdanus menegaskan bahwa target tersebut disusun berdasarkan potensi atlet yang dimiliki Sumbar. Namun, pencapaian prestasi yang lebih tinggi harus dibarengi dengan persiapan matang, pembinaan berkelanjutan, serta dukungan anggaran yang mencukupi.

Ia pun mengajak pemerintah daerah, DPRD, kalangan dunia usaha, dan seluruh elemen yang memiliki kepedulian terhadap olahraga untuk bersama-sama memperkuat dukungan bagi pembinaan atlet Sumbar.

Menurutnya, mempertahankan atlet agar tetap membela Sumatera Barat bukan hanya menjadi tanggung jawab KONI. Diperlukan keterlibatan seluruh pihak agar atlet berprestasi tidak berpindah ke daerah lain dan potensi olahraga Sumbar dapat terus berkembang.

Di balik ambisi meraih 25 medali emas pada PON 2028, terdapat perjuangan panjang para atlet, pelatih, dan seluruh insan olahraga. Karena itu, dukungan nyata dan perhatian berkelanjutan menjadi kebutuhan penting untuk mewujudkan target tersebut.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update