Notification

×

Iklan

Songket Pandai Sikek Didorong Tembus Pasar Fesyen Modern

Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:53 WIB Last Updated 2026-10-27T16:53:00Z

Desain fesyen dalam Workshop Teknis Fesyen 

Tanah Datar, Rakyatterkini.com — Songket Pandai Sikek terus didorong agar mampu bersaing di industri fesyen modern melalui pengembangan desain dan inovasi produk. Upaya tersebut diwujudkan lewat Workshop Teknis Fesyen Ready-to-Wear dalam program Aktivasi Desa Kreatif yang berlangsung di Gedung Serbaguna Baruah, Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Selasa (27/10/2026).

Pelatihan ini menjadi salah satu upaya mengoptimalkan potensi kain tradisional agar memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Dengan mengadaptasi kebutuhan pasar masa kini, songket Pandai Sikek diharapkan dapat dikembangkan menjadi produk fesyen yang diminati konsumen tanpa meninggalkan nilai budaya Minangkabau.

Kapokja Pengembangan Produk Direktorat Fesyen Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, Glory Maudy Paath, menyampaikan bahwa pengembangan produk berbasis potensi daerah harus mempertimbangkan tren dan kebutuhan pasar. Dengan demikian, kekayaan lokal tidak hanya dipertahankan, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Menurut Glory, tantangan utama yang perlu dijawab adalah bagaimana mengolah potensi daerah menjadi produk yang sesuai dengan permintaan konsumen sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku usaha kreatif.

Sementara itu, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tanah Datar, Riza Anggraini, menekankan pentingnya menjaga karakter asli songket Pandai Sikek dalam proses inovasi desain.

Ia menjelaskan bahwa songket Pandai Sikek memiliki makna lebih dari sekadar hasil kerajinan. Kain tradisional tersebut merupakan bagian dari identitas budaya Minangkabau sekaligus mencerminkan keterampilan yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat.

Riza berharap kegiatan ini dapat melahirkan gagasan baru dalam pengembangan produk fesyen dengan tetap mempertahankan ciri khas motif, nilai tradisi, serta kearifan lokal yang melekat pada songket Pandai Sikek.

Workshop tersebut menyasar tiga kelompok peserta. Pertama, masyarakat yang baru merintis usaha fesyen. Kedua, mahasiswa dari program studi Tata Busana, Desain Mode, Desain Produk, dan bidang sejenis. Ketiga, komunitas kreatif di desa yang ingin mengembangkan usaha fesyen, termasuk para penjahit lokal.

Materi pelatihan meliputi pengembangan konsep desain, pemilihan bahan, penyempurnaan motif dan pola, serta pemanfaatan kain tradisional dan sisa material untuk menghasilkan produk yang inovatif. Peserta juga dibekali pengetahuan mengenai peningkatan mutu produk, pembangunan identitas merek, penetapan harga, pengemasan, hingga strategi pemasaran.

Proses pembelajaran dilaksanakan melalui pemaparan materi oleh narasumber agar peserta memperoleh pemahaman mengenai tahapan pengembangan produk fesyen berbasis potensi daerah. Selain aspek produksi, peserta juga diperkenalkan dengan peluang pemasaran melalui saluran penjualan daring maupun secara langsung.

Dalam kegiatan tersebut, Ermiwati, pemilik merek Emi Arlin, hadir sebagai pemateri. Ia memiliki pengalaman dalam mengembangkan berbagai produk kerajinan khas Minangkabau, seperti sulaman, tenun, songket, bordir, dan batik.

Ermiwati juga dikenal melalui pengembangan motif batik yang mengangkat kekayaan budaya daerah, termasuk Batik Motif Rumah Adat Kajang Padati khas Kota Padang serta motif Masjid Raya Sumatera Barat.

Melalui perpaduan keterampilan teknis dan pengetahuan bisnis, para peserta diharapkan mampu menghasilkan produk fesyen yang berkualitas, memiliki ciri khas, serta menawarkan nilai jual lebih tinggi. Kemampuan tersebut juga diharapkan dapat menjadi modal bagi masyarakat untuk membangun dan mengembangkan usaha kreatif secara berkelanjutan.

Pengembangan fesyen berbasis songket Pandai Sikek menjadi langkah strategis untuk menghubungkan warisan budaya Minangkabau dengan kebutuhan industri kreatif masa kini. Dengan inovasi yang tetap berakar pada tradisi, songket Pandai Sikek diharapkan semakin dikenal di pasar yang lebih luas sekaligus menjaga keberlangsungan warisan budaya dan keterampilan masyarakat setempat.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update