Notification

×

Iklan

Cadangan Beras Indonesia Tembus 4,5 Juta Ton

Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:02 WIB Last Updated 2026-10-27T21:03:01Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com– Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog mencapai sekitar 4,5 juta ton. Jumlah tersebut dinilai menjadi modal penting bagi Indonesia dalam menjaga ketahanan pangan nasional, terutama untuk menjamin ketersediaan beras menjelang perayaan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan bahwa besarnya stok beras pemerintah memberikan kekuatan bagi Indonesia untuk menjaga kelancaran pasokan sekaligus mengantisipasi kemungkinan kenaikan harga pangan.

Ia mengatakan, kondisi tersebut turut memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara di Asia Tenggara yang memiliki cadangan beras pemerintah dalam jumlah besar.

Pernyataan itu disampaikan Rizal di Jakarta, Selasa.

Berdasarkan data yang disampaikan Bulog, cadangan beras Indonesia secara nominal jauh melampaui stok penyangga yang dimiliki sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara.

Malaysia, misalnya, memiliki cadangan penyangga beras nasional sebanyak 200.000 ton pada Agustus 2026. Sementara itu, fasilitas National Food Authority (NFA) Filipina diperkirakan menyimpan sekitar 286.500 ton beras per 1 September 2026.

Jika dibandingkan berdasarkan jumlah nominal, stok beras Indonesia yang mencapai 4,5 juta ton setara dengan 22,5 kali cadangan Malaysia dan sekitar 15,7 kali perkiraan stok NFA Filipina.

Kendati demikian, perbandingan tersebut perlu dilihat secara hati-hati karena setiap negara memiliki perbedaan dalam cakupan cadangan serta waktu pencatatan datanya.

Vietnam turut melaporkan pengadaan cadangan pangan nasional sebanyak 500.000 ton sepanjang 2025. Namun, angka tersebut merupakan jumlah pengadaan selama satu tahun, sehingga tidak dapat disamakan secara langsung dengan posisi stok beras Indonesia saat ini.

Sementara itu, data mengenai cadangan beras pemerintah Thailand dan Myanmar belum cukup terkonfirmasi untuk dijadikan dasar perbandingan yang setara.

Pengadaan beras lampaui target pemerintah

Besarnya cadangan beras nasional tidak terlepas dari upaya Bulog menyerap hasil panen petani dalam negeri. Hingga 27 Oktober 2026, pengadaan gabah dan beras domestik yang dilakukan perusahaan tersebut mencapai 4.238.543 ton setara beras.

Realisasi itu telah melampaui target pemerintah yang ditetapkan sebesar 4 juta ton, dengan capaian mencapai 105,96 persen.

Menurut Bulog, jumlah pengadaan tersebut menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Selain memperkuat cadangan pangan nasional, pencapaian itu juga menunjukkan upaya pemerintah dalam menyerap hasil panen petani.

Rizal memastikan masyarakat tidak perlu mencemaskan ketersediaan beras menjelang akhir tahun, mengingat stok yang dikelola Bulog dinilai mencukupi kebutuhan.

Ia menegaskan bahwa cadangan sekitar 4,5 juta ton tersebut menjadi salah satu penopang utama untuk menjaga ketersediaan beras di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat pada periode Natal dan Tahun Baru.

Meski memiliki stok yang besar, Rizal menilai pengelolaan cadangan harus dibarengi dengan penyaluran yang efektif. Dengan demikian, keberadaan stok pemerintah tidak hanya menjadi jaminan ketersediaan barang, tetapi juga dapat membantu menjaga kestabilan harga dan daya beli masyarakat.

Menurutnya, pemerintah menginginkan agar cadangan beras yang tersedia memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat. Oleh karena itu, Bulog terus mengoptimalkan penyaluran melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta bantuan pangan beras.

Tambahan SPHP dan bantuan pangan

Untuk menjaga pasokan di pasar sekaligus membantu masyarakat memperoleh beras dengan harga terjangkau, pemerintah menyiapkan tambahan alokasi beras SPHP sebanyak 1 juta ton.

Selain program tersebut, pemerintah kembali menyalurkan bantuan pangan beras untuk periode Oktober hingga Desember 2026. Program ini menyasar sekitar 33,2 juta penerima bantuan pangan di berbagai wilayah Indonesia.

Setiap penerima akan memperoleh bantuan sebanyak 10 kilogram beras per bulan selama periode program berlangsung.

Bulog mengandalkan jaringan pergudangan dan distribusi yang tersebar di seluruh Indonesia untuk memastikan cadangan beras dapat dikelola dan disalurkan secara optimal.

Melalui penguatan stok, penyerapan hasil panen petani, serta pelaksanaan program stabilisasi dan bantuan pangan, pemerintah berharap pasokan beras tetap terjaga dan stabilitas pangan nasional dapat dipertahankan hingga pergantian tahun.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update