Notification

×

Iklan

Singapura Selidiki 10 Perusahaan Terkait Karhutla RI

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:27 WIB Last Updated 2026-10-24T11:27:00Z

Singapura Selidiki 10 Perusahaan Lokal Terkait Karhutla Indonesia

Jakarta, Rakyatterkini.com – Pemerintah Singapura memperluas penyelidikan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia yang menyebabkan kabut asap menyebar hingga ke wilayah negara tersebut.

Sebagai bagian dari upaya penelusuran, otoritas Singapura meminta keterangan dan dokumen dari 10 perusahaan yang terdaftar di negara itu. Langkah tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi kemungkinan hubungan antara kegiatan usaha perusahaan dengan peristiwa karhutla di Indonesia.

Melalui Badan Lingkungan Nasional Singapura atau National Environment Agency (NEA), pemerintah meminta sejumlah informasi penting, mulai dari lokasi konsesi lahan di Indonesia hingga upaya perusahaan dalam menangani dan mencegah kebakaran. NEA juga menelusuri hubungan bisnis perusahaan-perusahaan tersebut dengan pihak lain yang berpotensi berkaitan dengan kasus ini.

NEA Telusuri Kepemilikan dan Pengelolaan Lahan

Dalam keterangan yang disampaikan pada Jumat (23/10), NEA mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengirimkan surat permintaan informasi kepada 10 perusahaan yang terdaftar di Singapura.

Dokumen yang diminta mencakup data mengenai kepemilikan maupun keterkaitan perusahaan dengan konsesi lahan di Indonesia. Informasi tersebut diperlukan untuk membantu otoritas memetakan wilayah yang diduga memiliki hubungan dengan kejadian kebakaran.

Selain menelusuri lokasi lahan, NEA juga meminta penjelasan mengenai tindakan yang telah dilakukan perusahaan untuk mengatasi kebakaran serta mencegah insiden serupa terulang. Pemerintah Singapura turut meminta informasi tentang keterkaitan perusahaan dengan entitas bisnis lain yang dinilai relevan dalam proses penyelidikan.

Pengumpulan data tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai kemungkinan hubungan antara aktivitas usaha, pengelolaan lahan, dan kebakaran yang berdampak terhadap kualitas udara di Singapura.

Persoalan Kabut Asap Lintas Negara Kembali Disorot

Kabut asap akibat karhutla di Indonesia telah lama menjadi persoalan lingkungan di kawasan Asia Tenggara. Dalam kondisi tertentu, asap dari wilayah yang terbakar dapat terbawa angin hingga melintasi batas negara dan menyebabkan penurunan kualitas udara di negara-negara tetangga, termasuk Singapura.

Situasi ini kembali menyoroti pentingnya pengelolaan konsesi lahan secara bertanggung jawab, keterbukaan informasi perusahaan, serta penerapan langkah pencegahan kebakaran yang efektif.

Penyelidikan yang dilakukan Singapura juga menjadi bagian dari upaya untuk memperoleh informasi lebih terperinci mengenai pihak-pihak yang memiliki hubungan dengan wilayah terdampak karhutla.

Meski demikian, permintaan dokumen kepada 10 perusahaan tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa mereka terlibat atau bertanggung jawab atas kebakaran. Keterkaitan setiap perusahaan masih harus ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan bukti yang diperoleh selama penyelidikan.

Informasi yang disampaikan perusahaan nantinya akan menjadi salah satu bahan bagi NEA untuk menelusuri kemungkinan sumber karhutla serta memperjelas hubungan antara kegiatan bisnis dan persoalan kabut asap lintas batas yang kembali menjadi perhatian regional.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update