Bukittinggi, Rakyatterkini.com — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mengajak perguruan tinggi untuk mengambil peran lebih besar dalam mencegah penyalahgunaan narkoba, khususnya di kalangan generasi muda yang menghadapi berbagai tantangan di era digital.
Pesan tersebut disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sumbar, Mursalim, saat mewakili Gubernur Mahyeldi Ansharullah dalam pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) dan Seminar Internasional ARTIPENA Indonesia ke-IV Tahun 2026 di Kampus Universitas Fort de Kock, Kota Bukittinggi, Sabtu (24/10/2026).
Mengangkat tema “Kampus Bersinar: Generasi Cerdas, Tangguh, Berintegritas, Tanpa Narkoba di Era Digital”, kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat komitmen perguruan tinggi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.
Dalam sambutan gubernur yang dibacakannya, Mursalim mengapresiasi Aliansi Relawan Perguruan Tinggi Anti Penyalahgunaan Narkoba (ARTIPENA) yang terus mendorong upaya pencegahan narkoba di lingkungan kampus.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab yang tidak terbatas pada penyelenggaraan pendidikan akademik. Kampus juga berperan penting dalam menanamkan nilai moral, membentuk karakter, serta mempersiapkan generasi muda yang sehat, berpengetahuan, dan memiliki integritas.
Ia menilai penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika masih menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda. Perkembangan teknologi digital turut menghadirkan tantangan baru yang membutuhkan pendekatan pencegahan lebih adaptif dan berkelanjutan.
Selain narkotika, penggunaan obat-obatan tertentu tanpa kebutuhan medis atau tidak sesuai dengan petunjuk tenaga kesehatan juga perlu mendapat perhatian. Praktik tersebut berpotensi menyebabkan ketergantungan dan menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemprov Sumbar menilai diperlukan kerja sama yang kuat antara pemerintah daerah, Badan Narkotika Nasional (BNN), kepolisian, perguruan tinggi, keluarga, organisasi mahasiswa, dunia usaha, media, serta masyarakat.
Sinergi tersebut dapat diwujudkan melalui pendidikan dan sosialisasi secara berkesinambungan, kampanye kreatif melalui platform digital, penguatan layanan konseling, deteksi dini yang bertanggung jawab, serta penyediaan akses rehabilitasi bagi individu yang memerlukan pemulihan.
Mursalim juga menekankan pentingnya menjadikan nilai adat dan agama sebagai fondasi dalam membangun ketahanan generasi muda. Falsafah Minangkabau, Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, dinilai relevan untuk memperkuat karakter dan membentengi generasi muda dari pengaruh negatif.
Menurutnya, keberhasilan program Kampus Bersinar tidak cukup dilihat dari jumlah kegiatan sosialisasi yang terlaksana. Indikator yang lebih penting adalah perubahan perilaku mahasiswa serta terbentuknya lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan menjunjung tinggi integritas.
Sementara itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X, Dr. Afdalisama, S.H., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Munas ARTIPENA ke-IV. Ia menegaskan bahwa konsep Kampus Bersinar harus dimaknai secara luas, tidak hanya sebagai upaya menciptakan lingkungan tanpa narkoba, tetapi juga membangun karakter, kejujuran, moralitas, dan integritas mahasiswa.
LLDIKTI Wilayah X, lanjutnya, turut mendorong pembentukan konsorsium perguruan tinggi negeri dan swasta. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat edukasi, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat dalam mendukung pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Dalam kegiatan yang sama, Afdalisama juga mengucapkan selamat kepada Rektor Universitas Fort de Kock, Prof. Dr. Evi Hasnita, S.Pd.Ns., M.Kes., yang terpilih sebagai Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) ARTIPENA Sumatera Barat.
Evi menyatakan bahwa perguruan tinggi harus menjadi salah satu garda terdepan dalam membangun ketahanan moral generasi muda. Untuk itu, komitmen Kampus Bersinar perlu diwujudkan melalui deklarasi, sosialisasi, pembentukan satuan tugas, serta optimalisasi pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Ia juga menekankan pentingnya pendekatan yang humanis dan berorientasi pada rehabilitasi bagi mereka yang membutuhkan pemulihan, sehingga upaya pencegahan dan penanganan dapat dilakukan secara tepat.
Ketua Umum ARTIPENA, Sutarto Hadi, turut mengapresiasi dukungan para pengurus, relawan, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan terhadap gerakan pencegahan narkoba.
Ia berharap Munas ARTIPENA ke-IV dapat memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menghasilkan program kerja yang nyata, terarah, dan berkelanjutan.
Acara tersebut juga dihadiri unsur Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kepala BNN Kota Payakumbuh Stevanny Valentino, S.H., jajaran Pengurus Pusat ARTIPENA, pengurus wilayah dari berbagai provinsi, pimpinan perguruan tinggi, serta sivitas akademika dan mahasiswa.
Seminar internasional dalam rangkaian kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Wakapolda Papua Barat Brigjen Pol. Dr. Sulastiana, S.IP., M.Si., CRGP, CHRM, CRPP; perwakilan BNNP Sumbar Kombes Pol. Erlis, S.E., M.H.; Naib Conselor Universiti Sultan Zainal Abidin, Terengganu, Prof. Dato’ Dr. Fadzil Adam; Rektor Universitas Fort de Kock Evi Hasnita; serta perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, dr. Riena Sofianti, M.Kes.
Melalui pelaksanaan Munas dan seminar internasional tersebut, ARTIPENA diharapkan semakin memperluas jejaring ant perguruan tinggi serta memperkuat kerja sama lintas sektor dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika (P4GN).
Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, gerakan Kampus Bersinar diharapkan tidak berhenti pada deklarasi dan sosialisasi, tetapi mampu memberikan dampak nyata dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan berintegritas.(adpsb/cen)


