Notification

×

Iklan

Sheikh Sudais Kecam Serangan Houthi ke Arab Saudi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 02:27 WIB Last Updated 2026-10-27T20:43:24Z

Sheikh Abdulrahman Al Sudais mengecam keras serangan Houthi 

Jakarta, Rakyatterkini.com – Kepala Kepresidenan Urusan Agama Dua Masjid Suci, Sheikh Abdulrahman Al Sudais, menyampaikan kecaman keras terhadap serangan kelompok Houthi yang dilaporkan mengarah ke Makkah dan Madinah, Arab Saudi. Ia menegaskan bahwa keselamatan serta kesucian dua kota tersebut merupakan hal yang tidak dapat ditawar dan harus dijaga dari segala bentuk ancaman.

Menurut Sheikh Sudais, aksi serangan itu merupakan tindakan kriminal yang mencerminkan permusuhan terhadap umat Islam dan tempat-tempat suci. Ia juga menilai tindakan tersebut bertentangan dengan ajaran Islam serta melanggar prinsip-prinsip kemanusiaan yang berlaku secara internasional.

Kecaman itu muncul setelah kelompok Houthi dilaporkan meluncurkan rudal lintas perbatasan pada Sabtu (24/10/2026). Dalam kejadian tersebut, sistem pertahanan udara Arab Saudi berhasil menghalau dua rudal balistik yang diluncurkan ke wilayah kerajaan.

Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil Arab Saudi menyebutkan bahwa petugas telah melakukan penanganan terhadap serpihan rudal yang jatuh di beberapa lokasi. Wilayah yang dilaporkan terdampak meliputi Wadi Al Mughammas di Makkah, kawasan Al Nuzha di Jeddah, Wadi Jalil di Taif, serta Pusat Masturah di Rabigh.

Sheikh Sudais kembali mengingatkan bahwa Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah merupakan tempat yang sangat dimuliakan oleh umat Islam di seluruh dunia. Karena itu, kedua lokasi tersebut harus terbebas dari ancaman dan tidak boleh dijadikan sasaran dalam konflik bersenjata.

Ia turut memberikan apresiasi terhadap kesiapan pertahanan udara Arab Saudi dalam menghadapi serangan tersebut. Menurutnya, upaya yang dilakukan kelompok Houthi tidak akan melemahkan stabilitas kerajaan. Sebaliknya, ancaman itu dinilai semakin memperkuat komitmen pemerintah dan militer Saudi untuk menjaga keamanan tempat-tempat suci serta melindungi jemaah umrah.

Di sisi lain, militer Arab Saudi meningkatkan kesiagaan menyusul serangan drone kamikaze yang diarahkan ke Riyadh pada Minggu. Serangan pertama dilaporkan berlangsung sekitar pukul 01.00 waktu setempat, kemudian disusul peluncuran drone berikutnya sekitar pukul 05.00.

Juru bicara pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi, Turki Al Maliki, menyatakan bahwa kedua drone tersebut berhasil dihancurkan sebelum mencapai sasaran. Ia juga mengungkapkan bahwa sistem pertahanan udara Saudi sukses mencegat rudal balistik yang ditembakkan kelompok Houthi ke arah Riyadh.

Selain ancaman terhadap ibu kota, pertahanan Saudi dilaporkan berhasil menggagalkan serangan rudal jelajah yang mengarah ke Khamis Mushayt. Sebanyak 10 rudal balistik yang menyasar wilayah selatan kerajaan juga disebut berhasil dicegat dan dihancurkan.

Seiring dengan upaya pengamanan yang terus dilakukan, layanan penerbangan di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, mulai diaktifkan kembali secara terbatas pada Minggu.

Pihak pengelola bandara mengumumkan bahwa Terminal 1 kembali beroperasi untuk melayani penerbangan domestik. Sementara itu, Terminal 2 digunakan untuk penerbangan internasional yang dioperasikan oleh maskapai nasional Arab Saudi.

Rangkaian serangan tersebut menambah perhatian terhadap situasi keamanan di Arab Saudi, khususnya menyangkut perlindungan Makkah dan Madinah. Melalui pernyataannya, Sheikh Sudais menegaskan pentingnya menjaga keamanan dua kota suci itu, termasuk keselamatan para jemaah yang datang untuk menjalankan ibadah, di tengah meningkatnya ancaman serangan kelompok Houthi.(da()


IKLAN



×
Berita Terbaru Update