Jakarta , Rakyatterkini.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II yang tersebar di 100 lokasi pada 32 provinsi di Indonesia. Proyek tersebut dirancang untuk menampung hingga 122.000 siswa sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat di sekitar lokasi pembangunan.
Dalam pelaksanaannya, pembangunan fasilitas pendidikan terpadu ini melibatkan sekitar 97.000 tenaga kerja lokal. Sebagian besar pekerja berasal dari desa dan kecamatan yang berada di sekitar proyek, sehingga keberadaan pembangunan turut memberikan dampak ekonomi secara langsung kepada masyarakat setempat.
Penyerapan tenaga kerja tersebut tidak hanya menyediakan lapangan pekerjaan, tetapi juga membantu meningkatkan penghasilan keluarga pekerja. Dengan demikian, pembangunan infrastruktur pendidikan turut berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penyediaan fasilitas pendidikan yang memadai dan modern. Program ini sekaligus mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam memperluas kesempatan memperoleh pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
“Yang kita bangun bukan sekadar gedung sekolah. Ini adalah investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi penerus bangsa melalui akses pendidikan yang layak dan modern. Karena itu kualitas infrastruktur tetap menjadi prioritas utama,” ujar Dody dalam keterangan resmi, Selasa (27/10/2026).
Untuk mempercepat pelaksanaan proyek, Kementerian PU juga menjalin kerja sama dengan Batalyon Teritorial Pembangunan TNI Angkatan Darat. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk mendukung percepatan konstruksi di sejumlah wilayah, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Dampak pembangunan Sekolah Rakyat juga dirasakan oleh pelaku usaha lokal. Kebutuhan material bangunan, penyediaan makanan bagi pekerja, hingga layanan transportasi menjadi peluang ekonomi tambahan bagi masyarakat di sekitar proyek.
Dengan adanya aktivitas tersebut, manfaat pembangunan tidak hanya muncul ketika sekolah mulai digunakan, tetapi juga telah dirasakan masyarakat selama tahap pengerjaan berlangsung.
Kapasitas Sekolah Terus Ditingkatkan
Pada tahap perencanaan awal, setiap lokasi Sekolah Rakyat Tahap II memiliki kapasitas 1.080 siswa. Namun, jumlah tersebut kemudian ditingkatkan menjadi 1.260 siswa per lokasi berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto.
Penambahan kapasitas dilakukan melalui penyediaan ruang belajar dan asrama yang lebih banyak. Langkah ini diharapkan dapat memberikan kesempatan lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan berkualitas.
Dody menjelaskan, pembangunan Sekolah Rakyat juga diharapkan menjadi salah satu upaya strategis untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan. Hal itu sejalan dengan amanat Pasal 34 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 mengenai tanggung jawab negara terhadap fakir miskin dan anak-anak terlantar.
“Secara keseluruhan, dari Sabang sampai Merauke, mereka yang selama ini tidak pernah merasakan sekolah, bisa disekolahkan di sini. Bahkan bukan cuma disekolahkan, tapi dimuliakan, dikasih fasilitas yang megah. Jadi Pak Presiden Prabowo Subianto memuliakan anak-anak dari kalangan prasejahtera,” kata Dody.
Fasilitas Pendidikan Terpadu
Sekolah Rakyat Tahap II tidak hanya dibangun sebagai tempat belajar, tetapi juga dirancang menjadi kawasan pendidikan terpadu yang mendukung kegiatan akademik dan kehidupan siswa sehari-hari.
Setiap lokasi dilengkapi tiga gedung pendidikan untuk jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA). Selain itu, tersedia laboratorium, asrama putra dan putri, rumah susun bagi guru, kantin, dapur, serta gedung serbaguna.
Fasilitas penunjang lainnya meliputi masjid dan tempat ibadah, rumah tamu atau guest house, serta sistem kamera pengawas atau CCTV untuk mendukung keamanan lingkungan sekolah.
Kawasan pendidikan tersebut juga menyediakan lapangan upacara dan sarana olahraga, seperti lapangan sepak bola atau mini soccer serta lapangan basket. Seluruh fasilitas itu disiapkan untuk menunjang proses pembelajaran sekaligus pengembangan potensi siswa di luar kegiatan akademik.
Pembangunan Tahap III Disiapkan
Setelah pembangunan Tahap II, Kementerian PU merencanakan pembangunan Sekolah Rakyat Tahap III di 100 lokasi tambahan. Pada tahap berikutnya, setiap sekolah ditargetkan mampu menampung lebih dari 2.000 siswa.
Desain bangunan juga akan disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik lahan. Jika sebelumnya bangunan direncanakan memiliki dua lantai, pada tahap selanjutnya konstruksi akan dikembangkan hingga empat lantai di lokasi yang memungkinkan.
Melalui program ini, Kementerian PU berupaya menghadirkan manfaat pembangunan infrastruktur secara bersamaan, yakni meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat prasejahtera, memperluas kesempatan kerja, dan menggerakkan perekonomian daerah.
Upaya tersebut sejalan dengan Sasaran Utama PU 608, khususnya target penghapusan kemiskinan hingga 0 persen serta dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.(da*)


