Dharmasraya, Rakyatterkini.com – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, mengalami kenaikan. Pada Selasa (27/10/2026), harga TBS di PT AWB tercatat sebesar Rp3.748 per kilogram, meningkat dibandingkan harga sebelumnya yang berada di angka Rp3.695 per kilogram.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya, Lasmiyati, menjelaskan bahwa harga pembelian TBS di PT AWB mengacu pada ketetapan harga yang berlaku di tingkat Provinsi Sumatera Barat.
“PT AWB mengikuti sesuai penetapan harga TBS Provinsi,” kata Lasmiyati kepada Katasumbar.com.
Mengacu pada laporan sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) yang beroperasi di Dharmasraya, PT AWB menjadi perusahaan dengan harga TBS tertinggi berdasarkan penetapan Dinas Perkebunan (Disbun), yakni Rp3.748 per kilogram.
Sebaliknya, harga terendah tercatat di PT DSL sebesar Rp3.130 per kilogram. Dengan demikian, terdapat perbedaan harga sebesar Rp618 per kilogram antara pembelian tertinggi dan terendah.
Secara keseluruhan, rata-rata harga TBS kelapa sawit di Dharmasraya berada pada level Rp3.304 per kilogram. Sementara itu, harga buah sawit yang terlepas dari tandannya atau brondolan di PT DSL ditetapkan sebesar Rp3.760 per kilogram.
Untuk TBS dari pekebun nonmitra, harga yang berlaku berkisar antara Rp3.130 hingga Rp3.315 per kilogram. Adapun harga tertinggi untuk TBS dari pekebun mitra mencapai Rp3.748 per kilogram.
Dinas Pertanian Dharmasraya menyampaikan informasi harga tersebut sebagai bahan acuan bagi para pekebun dalam memantau perkembangan harga jual hasil panen di tingkat pabrik kelapa sawit.
Lasmiyati juga mengimbau para petani untuk memperhatikan mutu buah yang dipanen serta menjaga hubungan kemitraan dengan perusahaan. Kedua hal tersebut dinilai penting untuk menunjang produktivitas dan keberlanjutan usaha perkebunan kelapa sawit.
“Petani diharapkan terus menjaga kualitas panen dan kemitraan yang baik agar perkebunan kelapa sawit semakin produktif dan berkelanjutan,” tuturnya.(da*)


