Notification

×

Iklan

Semen Padang FC Siapkan Dukungan Maksimal untuk Juara Liga 2

Jumat, 23 Oktober 2026 | 18:48 WIB Last Updated 2026-10-23T11:48:00Z

Chief Operating Officer (COO) Semen Padang FC Braditi Moulevey 

Padang, Rakyatterkini.com – Manajemen Semen Padang FC menegaskan komitmennya untuk membawa tim kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Berbagai upaya dilakukan, mulai dari penyediaan anggaran, fasilitas latihan, hingga pemenuhan kebutuhan pemain guna mendukung pencapaian target juara Liga 2 musim ini.

Komitmen tersebut tetap menjadi perhatian manajemen meskipun Kabau Sirah masih berada di posisi keenam klasemen sementara setelah menjalani enam pertandingan. Manajemen menyatakan persiapan dan kebutuhan operasional klub telah dirancang secara maksimal untuk menunjang perjalanan tim sepanjang kompetisi.

Hal itu dibahas dalam pertemuan khusus di markas tim di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan. Dalam diskusi tersebut, Chief Operating Officer (COO) Semen Padang FC Braditi Moulevey dan Asisten Manajer Wahyu Hidayat bersama jurnalis olahraga Sumatera Barat, Rakhmatul Akbar, mengulas berbagai kebijakan strategis untuk memperkuat klub kebanggaan masyarakat Minangkabau tersebut.

Persiapan Panjang dan Kepercayaan kepada Tim Pelatih

Sejak awal pembentukan skuad, Presiden Klub Andre Rosiade telah menetapkan target utama Semen Padang FC, yakni meraih gelar juara Liga 2. Keseriusan mengejar target tersebut diwujudkan melalui persiapan pramusim yang berlangsung selama dua hingga tiga bulan sebelum kompetisi dimulai.

Dalam rangka mematangkan kesiapan tim, Semen Padang FC menggelar pemusatan latihan atau training camp (TC) di Yogyakarta dan menjalani lima pertandingan uji coba. Selain itu, klub juga berkesempatan berlatih di Lapangan Madya Senayan, Jakarta, serta menghadapi Persija Jakarta yang merupakan peserta Liga 1.

Asisten Manajer Semen Padang FC, Wahyu Hidayat, menyebut seluruh rangkaian persiapan tersebut merupakan bukti kesungguhan manajemen dalam membangun tim yang kompetitif.

Menurutnya, dukungan yang diberikan tidak hanya berfokus pada perekrutan pemain, tetapi juga mencakup pendanaan dan penyediaan fasilitas latihan untuk menunjang performa skuad.

Dalam proses pembentukan tim yang beranggotakan 35 pemain, manajemen memberikan keleluasaan kepada tim pelatih sebelumnya untuk menentukan komposisi pemain berdasarkan kebutuhan taktik dan analisis teknis. Manajemen menegaskan bahwa perekrutan dilakukan sesuai kebutuhan tim, tanpa adanya pemain titipan.

Sejumlah pemain berpengalaman dengan nilai kontrak tinggi, termasuk Ilija Spasojevic dan Stefano Lilipaly, juga didatangkan untuk memenuhi kebutuhan yang diajukan tim kepelatihan.

Wahyu menjelaskan, manajemen berupaya merealisasikan permintaan pelatih selama dinilai dapat memperkuat skuad dan meningkatkan peluang tim mencapai target yang telah ditentukan. Besarnya biaya perekrutan disebut bukan menjadi hambatan utama dalam membangun tim yang tangguh.

Selain memperkuat komposisi pemain, klub turut melibatkan legenda sepak bola Sumatera Barat, Suhatman Iman, sebagai penasihat teknis. Kehadirannya diharapkan dapat memberikan masukan kepada tim pelatih melalui diskusi dan pendampingan terkait aspek teknis permainan.

Selesaikan Tunggakan dan Tegaskan Pengelolaan Profesional

Upaya manajemen dalam membenahi Semen Padang FC tidak hanya menyangkut persiapan menghadapi kompetisi musim ini. Jajaran pengelola klub juga mengambil tanggung jawab untuk menyelesaikan persoalan keuangan yang berasal dari periode sebelumnya.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah sanksi FIFA terkait sengketa tunggakan pembayaran kepada pemain. Untuk mengatasi masalah tersebut, manajemen saat ini mengalokasikan dana miliaran rupiah guna menyelesaikan kewajiban klub agar hak Semen Padang FC untuk mengikuti kompetisi tetap terjaga.

Wahyu mengatakan, langkah tersebut didasari keinginan untuk mempertahankan keberlangsungan klub dan mencegah Semen Padang FC terpuruk akibat persoalan masa lalu.

Ia menilai, tanggung jawab terhadap klub harus ditempatkan di atas kepentingan lainnya karena masa depan tim menjadi perhatian bersama para pengelola dan pendukungnya.

Beban finansial juga muncul ketika tim melakukan evaluasi terhadap pemain asing pada awal musim. Perubahan komposisi pemain dilakukan karena terdapat pemain yang dinilai belum sesuai dengan karakter permainan Liga 2 yang membutuhkan kecepatan dan mobilitas tinggi.

Konsekuensinya, manajemen harus menanggung biaya kompensasi pemutusan kontrak yang nilainya mencapai miliaran rupiah. Pengeluaran tersebut menjadi bagian dari upaya memperbaiki kekuatan skuad agar lebih kompetitif.

Di tengah berbagai sorotan publik, Braditi Moulevey turut menanggapi anggapan yang menghubungkan pengelolaan Semen Padang FC dengan kepentingan politik praktis.

Ia menegaskan bahwa pengelolaan klub dijalankan berdasarkan prinsip profesionalisme olahraga. Menurutnya, aktivitas politik dan operasional tim memiliki ruang lingkup serta tanggung jawab yang berbeda.

Braditi menyampaikan bahwa pembahasan di lingkungan klub berfokus pada kebutuhan pemain, strategi tim, dan upaya memperoleh hasil terbaik dalam pertandingan. Ia juga membantah adanya kegiatan kampanye politik yang dilakukan di lingkungan tim maupun suporter.

Ia menambahkan, penunjukan pelatih kepala pada awal musim didasarkan pada pertimbangan profesional dan rekam jejak yang dimiliki, bukan karena kesamaan latar belakang politik dengan presiden klub.

Sementara itu, video dari ruang ganti yang sempat beredar menjelang pertandingan melawan PSPS Pekanbaru dijelaskan sebagai bagian dari diskusi setelah rapat teknis. Dalam pertemuan tersebut, pelatih kepala disebut meminta tambahan pandangan dari manajemen mengenai hasil pengamatan terhadap calon lawan.

Manajemen menegaskan bahwa diskusi tersebut bukan bentuk campur tangan terhadap kewenangan pelatih dalam menentukan strategi dan mengelola tim di lapangan.

Investasi Manajemen Dinilai Layak Mendapat Apresiasi

Jurnalis olahraga Sumatera Barat, Rakhmatul Akbar, menilai upaya manajemen dalam mempersiapkan Semen Padang FC sejak jauh hari patut diapresiasi. Pria yang akrab disapa Camai itu menyebut besarnya dukungan yang diberikan menjadi alasan wajar bagi munculnya ekspektasi tinggi dari manajemen dan masyarakat.

Menurut Rakhmatul, pembangunan fondasi tim melalui persiapan panjang, pemenuhan kebutuhan pemain, serta dukungan finansial merupakan langkah penting untuk menjaga daya saing klub selama kompetisi berlangsung.

Ia menilai publik berhak berharap banyak terhadap Semen Padang FC karena manajemen telah berupaya menyediakan berbagai kebutuhan tim secara optimal.

Dengan beragam langkah yang telah dilakukan, manajemen berharap para pemain, tim pelatih, suporter, dan seluruh masyarakat sepak bola Sumatera Barat dapat terus memberikan dukungan. Sinergi seluruh elemen tersebut diharapkan menjadi modal penting bagi Kabau Sirah untuk memperbaiki performa dan mewujudkan ambisi kembali ke kasta tertinggi sepak bola nasional.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update