Notification

×

Iklan

RSUP M. Djamil Edukasi Bahaya Kabut Asap bagi Ibu Hamil

Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:40 WIB Last Updated 2026-10-28T15:40:00Z

RS M Djamil Sosialisasikan Mitigasi Bencana Kabut Asap bagi Pasien Rentan

Padang, Rakyatterkini.com – Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. M. Djamil Padang terus meningkatkan upaya edukasi kesehatan bagi masyarakat, khususnya dalam menghadapi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Melalui Instalasi Humas dan Promosi Kesehatan, rumah sakit tersebut mengadakan penyuluhan mengenai perlindungan bagi ibu hamil dan pasien kanker yang menjalani kemoterapi secara rutin.

Kegiatan bertema “Aman di Tengah Asap Karhutla: Panduan untuk Ibu Hamil dan Pasien Kanker yang Menjalani Kemoterapi Rutin” ini berlangsung di Poliklinik Kebidanan dan Kandungan, Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Rabu (28/10/2026).

Penyuluhan menghadirkan tiga dokter dari Program Pendidikan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (PPDS Obgin), yaitu dr. Cristya, dr. Legina, dan dr. Miarosalia. Dalam kesempatan tersebut, para dokter menjelaskan dampak paparan kabut asap terhadap kesehatan, tanda-tanda gangguan yang perlu diantisipasi, serta berbagai upaya pencegahan bagi kelompok masyarakat yang memiliki risiko lebih tinggi.

Dalam penjelasannya, dr. Cristya menyampaikan bahwa bahaya asap karhutla tidak hanya berupa iritasi mata dan gangguan pernapasan. Asap tersebut mengandung partikel berukuran sangat kecil, seperti particulate matter 2,5 (PM2,5), yang dapat masuk hingga ke bagian terdalam paru-paru. Selain itu, terdapat pula gas berbahaya, di antaranya karbon monoksida (CO) dan nitrogen dioksida (NO2).

Ia menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap risiko tersebut agar langkah perlindungan dapat dilakukan sejak dini, terutama bagi ibu hamil dan pasien yang sedang menjalani pengobatan kanker.

Menurutnya, paparan kabut asap dapat menimbulkan keluhan ringan berupa mata berair, hidung terasa gatal, batuk, hingga sakit kepala. Namun, masyarakat harus segera mencari bantuan medis apabila mengalami gejala serius, seperti sesak napas berat, nyeri dada, serta perubahan warna bibir atau kuku menjadi kebiruan.

Kondisi tersebut merupakan tanda bahaya yang membutuhkan penanganan medis segera agar tidak berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih berat.

Dr. Cristya juga menjelaskan bahwa ibu hamil perlu memberikan perhatian khusus terhadap kualitas udara di sekitarnya. Paparan polusi udara selama kehamilan dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada ibu sekaligus memengaruhi perkembangan janin.

Sejumlah dampak yang dikaitkan dengan paparan polusi udara selama masa kehamilan antara lain meningkatnya risiko bayi lahir dengan berat badan rendah dan persalinan prematur. Oleh karena itu, mengurangi kontak dengan kabut asap menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kesehatan ibu dan mendukung pertumbuhan janin.

Sementara itu, pasien kanker yang menjalani kemoterapi juga termasuk kelompok yang rentan terhadap dampak buruk polusi udara. Penyakit yang diderita maupun efek pengobatan tertentu dapat menurunkan daya tahan tubuh, sehingga meningkatkan kerentanan terhadap infeksi, termasuk infeksi saluran pernapasan.

Untuk mengurangi risiko, pasien kanker disarankan membatasi kegiatan di luar ruangan, khususnya ketika kualitas udara memburuk. Apabila mengalami demam atau batuk yang semakin parah, pasien perlu segera menghubungi dokter yang menangani agar memperoleh pemeriksaan dan arahan medis yang sesuai.

Sebagai upaya perlindungan di lingkungan tempat tinggal, dr. Cristya menganjurkan masyarakat menjadikan rumah sebagai tempat berlindung dari paparan asap. Caranya antara lain dengan menutup pintu dan ventilasi yang memungkinkan asap masuk, menggunakan pendingin ruangan dengan mode sirkulasi udara dalam, serta memanfaatkan alat penjernih udara atau air purifier jika tersedia.

Kebersihan rumah juga perlu dijaga dengan cara yang tepat. Debu sebaiknya dibersihkan menggunakan kain basah agar partikel tidak kembali beterbangan dan terhirup oleh penghuni rumah.

Selain itu, masyarakat diimbau menghindari kegiatan yang berpotensi menambah pencemaran udara di dalam ruangan, seperti merokok, membakar sampah, dan menggunakan obat nyamuk bakar. Langkah ini penting untuk menjaga kualitas udara, terutama bagi ibu hamil, pasien kanker, anak-anak, lansia, serta anggota keluarga yang memiliki gangguan kesehatan.

Dalam hal perlindungan diri saat terpaksa berada di luar rumah, pemilihan masker juga menjadi perhatian. Dr. Cristya menyebutkan bahwa masker respirator N95 atau KN95 memiliki kemampuan menyaring partikel halus seperti PM2,5 yang lebih baik dibandingkan masker bedah maupun masker kain, apabila digunakan dengan benar.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kabut asap menyelimuti suatu wilayah tetap menjadi langkah pencegahan yang utama.

Pada akhir penyuluhan, tim dokter turut menyampaikan lima langkah yang dapat diterapkan ibu hamil dan pasien kanker ketika harus bepergian ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan atau kontrol rutin.

Pertama, memantau Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) sebelum bepergian. Kedua, menggunakan masker respirator yang sesuai. Ketiga, memilih kendaraan tertutup untuk mengurangi paparan asap selama perjalanan. Keempat, memastikan dokumen dan perlengkapan medis telah disiapkan agar kunjungan berlangsung lebih terencana.

Kelima, tidak mengabaikan keluhan kesehatan yang muncul. Pasien dapat menghubungi pihak rumah sakit untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut atau segera mendatangi Instalasi Gawat Darurat (IGD) apabila mengalami gejala berbahaya, seperti sesak napas berat, nyeri dada, bibir membiru, maupun penurunan kesadaran.

Melalui kegiatan edukasi ini, RSUP Dr. M. Djamil Padang berharap masyarakat semakin memahami risiko kabut asap karhutla dan mampu menerapkan langkah pencegahan yang tepat. Perhatian khusus terhadap kelompok rentan diharapkan dapat membantu mengurangi dampak polusi udara serta mendorong masyarakat lebih sigap dalam mencari pertolongan medis ketika diperlukan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update