Sawahlunto, Rakyatterkini.com – Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, S.IP., resmi melantik lima pimpinan definitif Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Sawahlunto untuk masa jabatan 2026-2031. Prosesi pelantikan berlangsung di Hotel Khas Sawahlunto, Kamis (29/10/2026).
Pengangkatan kelima pimpinan tersebut mengacu pada Keputusan Rapat Pleno BAZNAS RI tertanggal 30 September 2026. Acara pelantikan turut dihadiri Direktur Pemberdayaan BAZNAS RI, Eka Budi Sulistyo, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta pimpinan BUMN dan BUMD di Kota Sawahlunto.
Lima orang yang dipercaya memimpin BAZNAS Kota Sawahlunto periode 2026-2031, yakni:
Edrizon, SE, lahir di Kubang pada 12 Juni 1964.
Akhaswita, SH, lahir di Sawahlunto pada 4 April 1968.
Anita Ishak, S.S., Mrdm, lahir di Surabaya pada 23 Juli 1981.
Supar, S.Pd., M.Si, lahir di Magetan pada 18 April 1966.
Sisva Jonaldi, SE, lahir di Batu Manjulur pada 24 Februari 1975.
Susunan kepemimpinan tersebut diharapkan mampu menghadirkan perpaduan pengalaman, profesionalisme, latar belakang akademis, serta keterwakilan perempuan dalam pengelolaan zakat di Kota Sawahlunto.
Dalam sambutannya, Wali Kota Riyanda Putra menekankan bahwa pelantikan ini bukan hanya kegiatan seremonial, melainkan awal dari tanggung jawab besar dalam mengelola dana umat. Ia mengingatkan bahwa BAZNAS sebagai lembaga resmi negara harus menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan menjaga kepercayaan masyarakat.
Menurut Riyanda, tantangan BAZNAS ke depan tidak cukup hanya berfokus pada penghimpunan zakat. Lebih dari itu, dana yang terkumpul harus dimanfaatkan secara produktif agar mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat dan menekan angka kemiskinan.
Selama ini, program BAZNAS Sawahlunto telah memberikan manfaat kepada masyarakat melalui bantuan bagi fakir miskin, beasiswa pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga dukungan modal usaha. Ke depan, berbagai program tersebut diharapkan semakin berkembang sehingga zakat tidak hanya menjadi bantuan jangka pendek, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.
Riyanda juga berharap BAZNAS mampu mendorong perubahan kondisi masyarakat dari mustahik atau penerima zakat menjadi muzakki, yakni orang yang mampu menunaikan zakat karena kondisi ekonominya telah membaik.
“Selamat kepada lima pimpinan yang baru dilantik. Ini merupakan amanah besar dari umat yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. Pemerintah Kota akan memberikan dukungan penuh,” ujar Riyanda.
Ia turut mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN), jajaran BUMN dan BUMD, serta masyarakat untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS resmi. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat pengelolaan dana umat sekaligus mendukung terwujudnya Sawahlunto yang sejahtera dan berkeadilan.
Dengan dilantiknya lima pimpinan definitif tersebut, kepengurusan BAZNAS Kota Sawahlunto periode 2026-2031 kini resmi terbentuk. Masyarakat pun menaruh harapan agar kepemimpinan baru dapat segera menjalankan program-program strategis yang berdampak nyata bagi kesejahteraan warga.(benny)


