Notification

×

Iklan

Puluhan Warga Karawang Diduga Keracunan Gas Kimia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:28 WIB Last Updated 2026-10-29T11:28:00Z

Puluhan warga di Karawang dievakuasi ke rumah sakit 

Jakarta, Rakyatterkini.com – Puluhan warga Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, kembali mengalami dugaan keracunan gas kimia pada Kamis pagi (29/10/2026). Insiden tersebut diduga berkaitan dengan kebocoran zat kimia kaustik soda (caustic soda) dari pabrik PT Pindo Deli Dua.

Para korban dievakuasi ke Rumah Sakit Rosela Karawang untuk memperoleh penanganan medis. Sejumlah warga dilaporkan mengalami berbagai gejala, mulai dari tubuh lemas, sesak napas, pusing, mual, hingga kehilangan kesadaran. Petugas medis pun segera memberikan pertolongan, termasuk bantuan oksigen kepada korban yang mengalami gangguan pernapasan.

Menurut kesaksian warga, kejadian bermula saat aroma kimia yang menyengat tiba-tiba tercium dan menyebar ke kawasan permukiman. Lokasi tempat tinggal warga yang berdekatan dengan area pabrik membuat bau tersebut dengan cepat dirasakan oleh masyarakat sekitar.

Salah seorang korban, Narti, mengatakan bahwa sejumlah warga mengalami keluhan kesehatan setelah terpapar bau kimia tersebut. Gejala yang dirasakan di antaranya pusing, mual, serta nyeri pada bagian tenggorokan. Bahkan, beberapa orang dilaporkan jatuh pingsan setelah menghirup udara yang diduga telah tercemar zat kimia.

“Sejumlah warga mengalami pusing, mual, hingga rasa sakit tajam di tenggorokan. Ada juga yang sampai pingsan setelah menghirup gas,” ujar Narti saat ditemui di RS Rosela Karawang.

Untuk mengantisipasi bertambahnya korban dan mempercepat penanganan, proses evakuasi serta pelayanan kesehatan dipusatkan di dua tempat, yakni RS Rosela Karawang dan Balai Desa Kutamekar. Balai desa tersebut dimanfaatkan sebagai posko medis darurat untuk memberikan pertolongan kepada warga yang mengalami gejala keracunan ringan.

Tim medis RS Rosela, dr. Nanang, menyampaikan bahwa pasien yang datang langsung mendapatkan penanganan awal. Upaya tersebut dilakukan untuk menstabilkan kondisi pasien, terutama mereka yang mengalami gangguan pada sistem pernapasan maupun pencernaan.

Berulangnya insiden serupa memicu kekecewaan warga Desa Kutamekar. Masyarakat menilai kejadian kebocoran gas di sekitar kawasan industri tersebut bukan kali pertama terjadi. Mereka mempertanyakan langkah pencegahan yang telah dilakukan karena hingga kini persoalan tersebut dinilai belum mendapatkan penyelesaian permanen.

Warga pun meminta Pemerintah Kabupaten Karawang, Dinas Lingkungan Hidup, dan kepolisian segera melakukan penyelidikan menyeluruh untuk memastikan penyebab kebocoran zat kimia tersebut.

Selain menuntut kejelasan mengenai sumber insiden, masyarakat juga mendesak adanya langkah konkret untuk mencegah kejadian serupa terulang. Mereka berharap keselamatan warga yang bermukim di sekitar kawasan industri menjadi prioritas dan mendapat jaminan perlindungan yang memadai.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update