Padang, Rakyatterkini.com – Kota Padang segera memasuki babak baru dalam pengembangan transportasi ramah lingkungan. Perusahaan transportasi asal Vietnam, PT XanhSM Green and Smart Mobility Indonesia (Green SM), berencana memperluas bisnisnya dengan menghadirkan layanan taksi listrik berbasis aplikasi di ibu kota Provinsi Sumatera Barat tersebut.
Rencana investasi ini dibahas dalam pertemuan antara manajemen PT XanhSM dan Pemerintah Kota Padang di Rumah Dinas Wali Kota Padang, Rabu (28/10/2026). Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran.
Dalam kesempatan itu, Fadly didampingi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sumatera Barat, Luhur Budianda, Kepala DPMPTSP Kota Padang, Fauzan Ibnovi, serta Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang, Yudi Indra Sani.
Green SM merupakan penyedia layanan transportasi yang mengandalkan kendaraan listrik merek VinFast sebagai armada operasionalnya. Kehadiran perusahaan ini diharapkan dapat memperluas pilihan transportasi modern bagi masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyambut positif rencana penanaman modal tersebut. Menurutnya, masuknya Green SM berpotensi memberikan manfaat dalam berbagai aspek, mulai dari pengembangan transportasi perkotaan, penurunan emisi karbon, hingga penyerapan tenaga kerja lokal.
Fadly berharap investasi tersebut dapat mendorong terbentuknya ekosistem kendaraan listrik yang lebih luas di Kota Padang. Pengembangan itu tidak hanya mencakup layanan angkutan umum, tetapi juga penyediaan fasilitas pengisian daya serta pembukaan peluang kerja bagi masyarakat setempat.
"Kami juga berharap investasi dari Green SM dapat mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Kota Padang, mulai dari layanan transportasi umum, infrastruktur pengisian daya, hingga penciptaan kesempatan kerja bagi masyarakat warga Kota Padang," ujar Fadly.
Kepala DPMPTSP Kota Padang, Fauzan Ibnovi, menyampaikan bahwa Green SM merencanakan investasi senilai Rp500 miliar untuk mengembangkan layanan transportasi listrik di Kota Padang. Investasi tersebut diperkirakan dapat membuka lapangan pekerjaan bagi sedikitnya 500 tenaga kerja lokal.
Saat ini, perusahaan masih menjalani proses pengurusan perizinan sekaligus mempersiapkan kantor dan lokasi operasional. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, layanan Green SM dijadwalkan mulai diperkenalkan kepada masyarakat pada awal November 2026.
Selain menyiapkan armada taksi listrik, perusahaan juga berencana memperkuat infrastruktur pendukung berupa stasiun pengisian daya atau charging station. Fauzan menyebutkan, saat ini Kota Padang memiliki sekitar 30 stasiun pengisian daya yang tersebar di sejumlah lokasi.
Seiring dengan rencana penambahan armada, jumlah fasilitas pengisian daya tersebut ditargetkan meningkat hingga dua kali lipat. Pembangunan fasilitas tambahan akan dibiayai oleh pihak perusahaan, sedangkan pemerintah kota akan membantu menentukan lokasi yang dinilai strategis.
"Dengan adanya penambahan armada taksi listrik, jumlah charging station di Kota Padang direncanakan bertambah hingga dua kali lipat yang akan didanai oleh pihak perusahaan. Sementara kita akan membantu memfasilitasi penentuan lokasi yang strategis," kata Fauzan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang, Yudi Indra Sani, menjelaskan bahwa penggunaan kendaraan listrik secara massal sebagai angkutan umum merupakan hal baru bagi pemerintah daerah. Salah satu hal yang perlu dipersiapkan adalah fasilitas pengujian kendaraan bermotor atau uji KIR yang sesuai dengan karakteristik kendaraan listrik.
Menurut Yudi, Dinas Perhubungan Kota Padang saat ini belum memiliki peralatan khusus untuk melakukan pengujian kendaraan listrik. Meski demikian, persoalan tersebut berpeluang diatasi melalui dukungan dari pihak investor.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kesiapan operasional, perusahaan menyatakan kesediaannya untuk menghibahkan peralatan pengujian kendaraan listrik kepada Pemerintah Kota Padang. Selain itu, akan dilakukan uji coba terhadap 100 kendaraan sebelum pelaksanaan operasional lebih lanjut.
Yudi menambahkan, pemerintah kota akan berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk membahas mekanisme dan ketentuan pengujian kendaraan listrik agar pelaksanaannya sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Dengan rencana investasi Rp500 miliar tersebut, kehadiran Green SM diharapkan menjadi salah satu langkah penting dalam mempercepat pengembangan transportasi berbasis energi bersih di Kota Padang, sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian dan kesempatan kerja masyarakat setempat.(da*)


