Jakarta, Rakyatterkini.com – Ribuan warga Israel menggelar demonstrasi di Tel Aviv pada Sabtu (24/10/2026). Mereka menyuarakan harapan agar Benjamin Netanyahu kalah dalam pemilihan umum yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober mendatang, sehingga tidak kembali memimpin pemerintahan Israel.
Aksi besar-besaran menentang pemerintah tersebut berlangsung tiga hari menjelang pemilu. Bagi sebagian masyarakat Israel, pemilihan kali ini dinilai menjadi ajang penentuan nasib politik Netanyahu setelah berbagai kontroversi selama masa pemerintahannya.
Demonstrasi ini diinisiasi oleh Dewan Oktober, sebuah organisasi yang dibentuk oleh keluarga korban dan sandera di Gaza. Mereka mendesak pemerintah bertanggung jawab atas kegagalan mencegah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.
Sejumlah tokoh dari empat partai oposisi utama turut menghadiri aksi tersebut. Salah satunya adalah Gadi Eisenkot, mantan kepala staf militer Israel yang kini menjadi salah satu pesaing Netanyahu dalam perebutan kekuasaan.
Melalui pernyataan di media sosial X, Dewan Oktober menyebut demonstrasi tersebut sebagai puncak perjuangan selama tiga tahun untuk mengungkap fakta, meminta pertanggungjawaban pemerintah, serta mendorong pembentukan komisi penyelidikan tingkat nasional.
Dalam aksi itu, massa berjalan dari Alun-Alun Rabin menuju Alun-Alun Sandera. Lokasi tersebut sebelumnya juga menjadi pusat demonstrasi yang mendesak pemerintah Israel mengambil langkah untuk membebaskan para sandera yang ditahan di Gaza.
Salah seorang peserta aksi, Hadas Feuershtein (68), menyampaikan kekecewaannya terhadap kepemimpinan Netanyahu selama empat tahun terakhir, sejak pemerintahannya kembali berkuasa pada akhir 2022.
Menurutnya, kondisi Israel saat ini menunjukkan buruknya kinerja kepemimpinan negara tersebut. Ia menilai Israel belum pernah menghadapi situasi sesulit yang terjadi sekarang.
Sementara itu, hasil jajak pendapat terakhir yang dirilis sebelum masa tenang pada Jumat (23/10/2026) memperlihatkan persaingan ketat antara kelompok politik yang berseberangan. Tidak ada satu pun blok yang diperkirakan mampu mengamankan mayoritas kursi di parlemen Israel atau Knesset.
Survei yang dipublikasikan stasiun televisi KAN menunjukkan blok yang dipimpin Eisenkot diperkirakan memperoleh 52 dari total 120 kursi parlemen. Adapun kelompok pendukung Netanyahu diproyeksikan meraih 50 kursi. Kursi lainnya diperkirakan menjadi milik partai-partai di luar kedua blok tersebut, termasuk partai politik Arab.
Sebelum demonstrasi berlangsung, Dewan Oktober juga telah menyampaikan peringatan kepada aparat penegak hukum terkait potensi munculnya provokasi dari kelompok yang mendukung pemerintah. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan selama aksi unjuk rasa.(da*)

