Notification

×

Iklan

Pemko Padang Perkuat Pasokan Pangan untuk Program MBG

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:25 WIB Last Updated 2026-10-23T09:25:00Z

Pemko Padangmenggelar Focus Group Discussion (FGD)

Padang, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kota Padang terus berupaya mempersiapkan berbagai kebutuhan pendukung agar pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan optimal. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memastikan ketersediaan bahan pangan lokal dengan kualitas terjamin dan pasokan yang berkelanjutan.

Melalui Dinas Pertanian, Pemko Padang mengadakan Diskusi Kelompok Terpumpun atau Focus Group Discussion (FGD) bertema Penguatan Produksi dan Rantai Pasok Produk Pertanian untuk MBG. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Aia Pacah, Kamis (22/10/2026).

Pertemuan ini menjadi wadah untuk membahas kesiapan sektor pertanian daerah dalam memenuhi kebutuhan bahan pangan bagi pelaksanaan program MBG. Selain menjaga ketersediaan komoditas, penguatan rantai distribusi juga diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan petani, pedagang, dan pelaku usaha lokal.

Sejumlah pihak menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, pakar pertanian Prof. James Hellyward, Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPEMBI) Agung Adhitya Lingga, Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Yoice Yuliani, serta Sekretaris Satgas MBG Kota Padang Alfiadi.

Untuk mendukung langkah tersebut, Dinas Pertanian Kota Padang menggandeng Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas (Unand). Kerja sama ini diarahkan pada pengumpulan data, pengujian, serta survei langsung guna mengetahui kemampuan produksi dan kesiapan pemasok pangan di daerah.

Melalui proses tersebut, pemerintah ingin memperoleh gambaran yang akurat mengenai jenis, jumlah, dan standar mutu bahan pangan yang diperlukan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hasil pemetaan nantinya menjadi dasar untuk menyesuaikan kebutuhan dapur MBG dengan kemampuan produksi dan distribusi pemasok lokal.

Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minropa, menyampaikan bahwa sistem pasokan pangan yang terorganisasi sangat diperlukan agar kebutuhan program MBG dapat terpenuhi sekaligus memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat setempat.

Ia menjelaskan, pendataan dan survei dilakukan untuk memastikan bahan pangan yang dibutuhkan SPPG tersedia dalam jumlah memadai dan memenuhi standar kualitas. Pemko Padang juga mendorong agar pemenuhan kebutuhan tersebut melibatkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pedagang lokal.

Selain memperkuat jaringan pemasok, Pemko Padang tengah merencanakan penyediaan pasar khusus yang dapat menjadi pusat distribusi bahan baku untuk program MBG. Fasilitas tersebut diharapkan mampu menjamin kebersihan, kehalalan, dan kelayakan kesehatan komoditas pangan sebelum disalurkan ke dapur penyedia makanan bergizi.

Menurut Raju, keberadaan pasar khusus yang disertai pengawasan Satgas Pangan Aman diharapkan dapat meningkatkan jaminan keamanan pangan. Dengan demikian, bahan baku yang digunakan dalam penyediaan makanan bagi penerima manfaat dapat memenuhi persyaratan kebersihan dan mutu yang ditetapkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yuliani, mengatakan keterlibatan LPPM Unand sangat penting dalam mendukung pemetaan potensi dan kemampuan sektor pertanian setempat. Pendekatan berbasis penelitian diharapkan dapat menghasilkan data yang menjadi acuan dalam membangun sistem rantai pasok yang lebih efektif.

Yoice berharap, hasil pendataan dan survei tersebut dapat membantu memastikan kebutuhan bahan pangan SPPG terpenuhi melalui hasil pertanian serta produk yang dipasok UMKM dan pedagang di Kota Padang.

Pemko Padang menargetkan penguatan rantai pasok ini tidak hanya mendukung kelancaran program Makan Bergizi Gratis, tetapi juga membuka peluang pasar yang lebih luas bagi petani, peternak, dan pelaku UMKM.

Dengan memaksimalkan potensi pangan daerah, pelaksanaan MBG diharapkan mampu memberikan manfaat ganda, yakni mendukung pemenuhan gizi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di Kota Padang, Sumatera Barat.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update