Padang, Rakyatterkini.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pemulihan lingkungan yang terdampak banjir bandang di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), yang terjadi pada 10 Oktober 2026. Melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, pemerintah melakukan pembersihan fasilitas umum, tempat ibadah, serta kawasan permukiman yang dipenuhi lumpur akibat bencana tersebut.
Proses pemulihan dilaksanakan dengan menerapkan program padat karya yang melibatkan masyarakat setempat. Selain membantu membersihkan lingkungan, program ini juga memberikan insentif kepada warga terdampak sehingga dapat mendukung pemulihan ekonomi mereka.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, keterlibatan masyarakat dalam kegiatan padat karya merupakan salah satu langkah pemerintah untuk mempercepat pemulihan kondisi lingkungan setelah bencana, khususnya di kawasan perumahan yang terdampak endapan lumpur.
Menurutnya, masyarakat setempat dilibatkan secara langsung dalam kegiatan pembersihan rumah dan lingkungan sekitar. Kegiatan tersebut juga mencakup masjid serta fasilitas umum lainnya yang membutuhkan penanganan.
“Padat karya kita manfaatkan di Ditjen Prasarana Strategis, utamanya untuk membersihkan lingkungan perumahan masyarakat. Kami melibatkan masyarakat yang terdampak bencana untuk ikut membersihkan lumpur. Tidak hanya perumahan, tapi juga di masjid dan fasilitas umum lain-lainnya kalau ada,” ujar Dody dalam keterangan resmi, Jumat (23/10/2026).
Ia menjelaskan, pola penanganan melalui padat karya tersebut sebelumnya juga diterapkan saat penanganan bencana di Aceh dan Sumatera Utara. Melalui pendekatan serupa, warga tidak hanya memperoleh bantuan untuk membersihkan lingkungan, tetapi juga mendapatkan penghasilan dari pekerjaan yang dilakukan.
Dody menambahkan, masyarakat terdampak diberi kesempatan untuk berpartisipasi sejak awal proses pemulihan, termasuk membersihkan rumah masing-masing dengan dukungan insentif dari pemerintah.
Sementara itu, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Sumatera Barat, Rifi Firdaus Lustika, mengungkapkan bahwa tim teknis telah melakukan pendataan terhadap 33 titik fasilitas peribadatan dan kesehatan di Kota Padang sejak terjadinya banjir bandang.
Lokasi yang disurvei tersebar di tiga kecamatan, yakni Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo. Dari hasil pemeriksaan tersebut, sebanyak tujuh lokasi diketahui mengalami dampak, terdiri atas dua masjid dan lima musala.
Rifi menyebutkan, seluruh proses pembersihan di tujuh tempat ibadah tersebut telah rampung. Dengan demikian, fasilitas tersebut sudah kembali dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menjalankan aktivitas keagamaan.
Selain fasilitas ibadah, Kementerian PU juga melakukan pembersihan di dua kawasan permukiman, yakni Lumin Park dan Kampung Tanjung. Dalam pelaksanaannya, warga yang terdampak dilibatkan untuk membersihkan rumah masing-masing, sementara material berat dan lumpur yang menutupi jalan ditangani menggunakan alat berat.
Ia mengatakan, pekerjaan pembersihan di kedua kawasan tersebut hampir selesai sehingga lingkungan mulai kembali bersih dan nyaman digunakan oleh warga.
Apresiasi atas upaya pemulihan tersebut disampaikan Muhammad Taufik, salah seorang warga Kampung Tanjung. Ia mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, khususnya Kementerian PU, karena telah membantu mempercepat pembersihan lingkungan tempat tinggalnya setelah banjir.
Menurut Taufik, program padat karya sangat membantu masyarakat karena warga dapat terlibat langsung dalam membersihkan rumah dan jalan sekaligus memperoleh penghasilan tambahan selama proses pemulihan berlangsung.
Ia menilai, keterlibatan warga dalam program tersebut memberikan manfaat ganda, yakni mempercepat penanganan lumpur yang masuk ke rumah dan lingkungan serta membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga yang terdampak bencana.
Di luar Kota Padang, Kementerian PU juga melakukan penanganan pascabanjir di Kabupaten Pesisir Selatan. Dari 10 lokasi yang menjadi sasaran penanganan Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, sembilan lokasi dilaporkan terdampak material lumpur, terutama di area pekarangan.
Pada sejumlah lokasi, lumpur bahkan masuk hingga ke bagian dalam bangunan. Meski demikian, seluruh pekerjaan pembersihan di lokasi-lokasi tersebut kini telah diselesaikan.
Upaya tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan lingkungan dan mengembalikan fungsi fasilitas umum serta kawasan permukiman agar masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman.(da*)


