Padang, Rakyatterkini.com — Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengajak para alumni Universitas Negeri Padang (UNP) memperluas peran dan kontribusi dalam pembangunan daerah.
Keterlibatan alumni dinilai penting, terutama untuk meningkatkan mutu pendidikan dan mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ajakan tersebut disampaikan Mahyeldi saat menghadiri Temu Akbar Alumni IKIP/UNP Lintas Angkatan 2026 yang digelar dalam rangka Dies Natalis ke-72 UNP di Auditorium UNP, Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan yang mengangkat tema “Menginspirasi, Berkolaborasi, Membangun Indonesia” itu menjadi ajang mempererat kerja sama antara perguruan tinggi, alumni, pemerintah, dan pelaku usaha dalam mendukung kemajuan Sumatera Barat.
Mahyeldi menilai, alumni UNP yang tersebar di berbagai wilayah dan bidang profesi memiliki potensi besar untuk ikut mendorong pembangunan. Oleh sebab itu, hubungan antara masyarakat di ranah dan perantauan perlu terus diperkuat agar jaringan alumni dapat menghasilkan program kolaboratif yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Potensi alumni ini perlu kita perkuat agar memberikan manfaat nyata bagi Sumatera Barat,” ujar Mahyeldi.
Dalam bidang pendidikan, ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), termasuk melalui penguatan kompetensi tenaga pendidik. Menurutnya, guru memiliki peran strategis dalam menciptakan generasi yang unggul dan mampu menghadapi tantangan masa depan.
Selain pendidikan, Mahyeldi mengharapkan UNP beserta para alumninya turut mengambil bagian dalam pengembangan sekitar 740 ribu UMKM di Sumatera Barat agar mampu meningkatkan kualitas dan memperluas skala usahanya.
Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pembinaan mutu produk, pemenuhan standar, perbaikan kemasan, hingga pembukaan akses pasar yang lebih luas.
Ia menilai, keahlian yang dimiliki fakultas dan program studi di UNP dapat dimanfaatkan untuk membantu pelaku UMKM meningkatkan daya saing sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.
“Bagaimana perguruan tinggi bisa membina masyarakat, menstandarkan produknya, membantu pengemasan, dan menghubungkannya dengan pasar. Ini menjadi salah satu peluang yang bisa dikembangkan UNP bersama alumni untuk menjawab kebutuhan UMKM,” katanya.
Mahyeldi juga menyoroti perlunya penyesuaian kurikulum dan kompetensi lulusan dengan perkembangan kebutuhan dunia kerja. Perubahan teknologi dan industri menuntut perguruan tinggi menghasilkan lulusan yang memiliki keterampilan relevan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja.
Dalam hal ini, alumni diharapkan menjadi penghubung antara kampus dan dunia usaha melalui jaringan profesional, penyediaan kesempatan magang, serta masukan untuk penyempurnaan kurikulum.
Pada kesempatan tersebut, Mahyeldi turut mengapresiasi dukungan UNP terhadap program Sekolah Rakyat melalui penyediaan fasilitas ruang kelas. Menurutnya, upaya memperluas akses pendidikan menjadi salah satu langkah penting untuk memutus mata rantai kemiskinan.
Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, yang mengikuti kegiatan secara daring, menyampaikan bahwa dunia ketenagakerjaan tengah menghadapi perubahan besar seiring berkembangnya kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), robotika, platform digital, serta peralihan menuju ekonomi hijau.
Perubahan tersebut menuntut peningkatan keterampilan dan kemampuan adaptasi tenaga kerja agar dapat mengikuti kebutuhan industri yang terus berkembang.
Rektor UNP, Krismadinata, mengatakan alumni merupakan representasi universitas di tengah masyarakat. Kiprah mereka turut memengaruhi reputasi serta besarnya kontribusi UNP bagi pembangunan.
Ia mengajak para alumni menjaga hubungan dengan almamater dan meningkatkan kepedulian terhadap mahasiswa, termasuk melalui dukungan bagi mereka yang membutuhkan bantuan untuk melanjutkan pendidikan.
Melalui Temu Akbar Alumni IKIP/UNP Lintas Angkatan 2026, diharapkan terbangun kerja sama berkelanjutan antara kampus, alumni, pemerintah, dan dunia usaha. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat daya saing tenaga kerja, serta mendorong kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat.(adpsb/rmz/bud)


