Notification

×

Iklan

Ketua TP-PKK Agam Ajak Remaja Peduli Kesehatan Reproduksi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:00 WIB Last Updated 2026-10-25T16:00:00Z

Merry Yuliesday Edukasi Pelajar Agam

Lubuk Basung, Rakyatterkini.com — Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Agam, dr. Hj. Merry Yuliesday, MARS, mengingatkan para remaja agar lebih peduli terhadap kesehatan reproduksi, memahami risiko penularan HIV/AIDS, serta membiasakan pola hidup sehat sebagai bekal untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Ajakan tersebut disampaikan Merry saat menjadi pemateri dalam Seminar Kesehatan Reproduksi dan Bahaya LGBT yang diselenggarakan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Agam di SMAN 1 Lubuk Basung, Sabtu (24/10).

Seminar ini diikuti pelajar SMA dan SMK dari berbagai wilayah di Kabupaten Agam. Kegiatan tersebut bertujuan memperluas wawasan generasi muda mengenai kesehatan, termasuk aspek fisik, mental, dan psikologis yang berpengaruh terhadap proses tumbuh kembang mereka.

Dalam penyampaiannya, Merry menjelaskan bahwa masa remaja merupakan periode peralihan yang diwarnai perubahan pada tubuh, emosi, serta kondisi psikologis. Oleh sebab itu, remaja membutuhkan pendampingan dan informasi yang tepat agar dapat mengenali dirinya, menjaga kesehatan, serta menentukan pilihan secara bijaksana dan bertanggung jawab.

Ia menegaskan, pemahaman mengenai kesehatan reproduksi tidak sebatas pada kebersihan dan perawatan organ reproduksi. Pengetahuan tersebut juga meliputi pemahaman tentang infeksi menular seksual, mekanisme penularan HIV, serta berbagai upaya untuk mencegah penularannya.

Menurut Merry, pemberian edukasi sejak usia dini menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran remaja. Dengan bekal informasi yang memadai, para pelajar diharapkan mampu memilah informasi secara kritis, tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan, dan lebih waspada terhadap risiko kesehatan.

Ia juga mengingatkan bahwa seseorang yang terinfeksi HIV belum tentu menunjukkan gejala yang terlihat. Bahkan, orang tersebut mungkin tidak mengetahui status infeksinya. Karena itu, pemahaman mengenai penularan dan pencegahan HIV perlu ditanamkan sejak dini.

Merry menerangkan, HIV dapat ditularkan melalui hubungan seksual yang berisiko, darah yang terkontaminasi, penggunaan jarum suntik secara bergantian, serta dari ibu kepada anak selama kehamilan, persalinan, atau menyusui.

Di sisi lain, HIV tidak menyebar melalui kontak sosial biasa, seperti berjabat tangan, berpelukan, ataupun melakukan aktivitas bersama. Pengetahuan yang akurat mengenai cara penularan HIV diperlukan agar masyarakat dapat mengambil langkah pencegahan yang tepat sekaligus menghindari diskriminasi terhadap orang yang hidup dengan HIV.

Selain menyampaikan pentingnya edukasi, Merry mengimbau para siswa untuk menjaga kesehatan, menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat, serta menjauhi tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri. Ia juga mendorong pelajar agar tidak segan mencari informasi atau berkonsultasi dengan tenaga kesehatan ketika memiliki pertanyaan maupun kekhawatiran terkait kesehatan reproduksi.

Ia menilai, pembinaan generasi muda membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Orang tua, guru, tenaga kesehatan, dan masyarakat memiliki peran penting dalam menghadirkan lingkungan yang aman, terbuka, dan mendukung perkembangan remaja.

Khusus kepada para pendidik, Merry berpesan agar komunikasi dengan siswa terus dibangun secara positif. Guru diharapkan mampu memberikan perhatian dan pendampingan kepada pelajar yang menghadapi masalah, dengan mengutamakan pendekatan yang mendidik tanpa menghakimi atau memberikan stigma.

Menurutnya, remaja perlu mendapatkan ruang untuk bertanya dan memperoleh penjelasan yang benar. Dengan demikian, mereka dapat memahami perubahan yang dialami, menjaga diri, serta mempertimbangkan konsekuensi dari setiap keputusan yang diambil.

Merry berharap kegiatan edukasi seperti ini dapat dilaksanakan secara berkesinambungan sehingga para pelajar memiliki pengetahuan yang cukup mengenai kesehatan reproduksi dan mampu menerapkan perilaku yang sehat serta bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Ketua IDI Cabang Agam, dr. Valencia, MARS, Sp.PA, menyampaikan bahwa seminar tersebut merupakan bagian dari kontribusi dokter dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan masyarakat, terutama di kalangan generasi muda.

Ia menjelaskan bahwa pengabdian profesi dokter tidak hanya diwujudkan melalui pelayanan medis di rumah sakit maupun fasilitas kesehatan lainnya. Pemberian edukasi kepada masyarakat dan upaya pencegahan penyakit juga menjadi bagian penting dari tanggung jawab profesi tersebut.

Melalui seminar yang diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT ke-76 IDI, pihaknya berharap para siswa SMA dan SMK di Kabupaten Agam semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan mencegah penyakit menular. Dengan pengetahuan tersebut, generasi muda diharapkan dapat tumbuh sehat, memiliki wawasan yang baik, serta lebih siap menghadapi masa depan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update