Notification

×

Iklan

Kebakaran Hanguskan 12 Rumah di Samarinda

Jumat, 30 Oktober 2026 | 03:27 WIB Last Updated 2026-10-29T20:27:00Z

Kebakaran menghanguskan 12 rumah di Samarinda

Jakarta, Rakyatterkini.com – Kebakaran terjadi di kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Wolter Monginsidi, Gang 7, Kelurahan Dadi Mulya, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (29/10/2026) sore. 

Peristiwa tersebut mengakibatkan 12 rumah terbakar. Petugas pemadam kebakaran menghadapi sejumlah hambatan saat menangani kejadian, mulai dari akses jalan yang terbatas hingga minimnya ketersediaan air.

Kobaran api diketahui muncul sekitar pukul 15.10 WITA. Dalam waktu singkat, api merambat ke sejumlah bangunan yang berada di dekat sumber kebakaran. Warga yang mengetahui kejadian itu langsung berupaya menyelamatkan diri dan membawa barang-barang penting agar tidak ikut terbakar.

Seorang warga bernama Nari (39) menuturkan, dirinya pertama kali melihat asap mengepul dari sebuah rumah kontrakan bertingkat dua yang berada di bagian bawah permukiman. Ketika mendatangi lokasi untuk mengetahui asal asap, api ternyata sudah membesar dan sulit dikendalikan.

“Awalnya cuma melihat asap. Saya turun, ternyata di bawah sudah penuh api. Saya sudah tidak mampu lagi,” ujar Nari, seperti dikutip dari iNews Balikpapan.

Nari sempat berusaha membantu memadamkan kobaran api. Namun, upaya tersebut membuatnya mengalami luka bakar pada bagian kepala. Di sisi lain, petugas pemadam kebakaran bersama para relawan terus melakukan penanganan untuk mencegah api menjalar ke bangunan lain.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda, Hendra AH, mengatakan kondisi geografis lokasi menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman. Permukiman yang berada di kawasan perbukitan dengan jalan sempit membuat petugas kesulitan menjangkau titik kebakaran. Selain itu, pasokan air yang terbatas turut memperlambat upaya penanganan.

Menurut Hendra, petugas akhirnya memperoleh tambahan air dari intake Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang berada di bagian atas kawasan tersebut.

“Kendalanya sangat sulit karena berada di perbukitan, jalannya sempit, dan air juga minim. Namun, kami mendapatkan suplai air dari intake PDAM yang berada di bagian atas lokasi,” jelasnya.

Untuk mempercepat penanganan, Disdamkarmat Kota Samarinda mengerahkan armada dari empat posko pemadam kebakaran. Bantuan tambahan juga datang dari mobil tangki serta mesin pompa portabel milik relawan yang digunakan untuk mendukung proses pemadaman.

Setelah kobaran api berhasil dikendalikan, petugas melakukan pendinginan di area terdampak. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa dan berisiko menimbulkan kebakaran susulan.

Berdasarkan pendataan sementara, kebakaran tersebut berdampak pada 14 kepala keluarga atau sebanyak 48 orang. Dua warga dilaporkan mengalami luka-luka, sedangkan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Hingga kini, kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran. Informasi awal menyebutkan api diduga berasal dari salah satu rumah yang sedang ditinggalkan pemiliknya. Meski demikian, penyebab pasti peristiwa tersebut masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update