Notification

×

Iklan

BMKG Prediksi Hujan Lebat di Sumbar hingga 2 November

Jumat, 30 Oktober 2026 | 03:55 WIB Last Updated 2026-10-29T20:56:12Z

Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang Hendri Zulviton 

Padang, Rakyatterkini.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau memperingatkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Sumatera Barat, termasuk Kota Padang. Kondisi tersebut diperkirakan berlangsung pada 28 Oktober hingga 2 November 2026.

Peningkatan curah hujan ini dipengaruhi oleh sejumlah fenomena atmosfer, di antaranya Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby Ekuatorial, serta suhu permukaan laut yang relatif tinggi di Samudra Hindia.

Menanggapi prakiraan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Ancaman yang perlu diantisipasi meliputi banjir, genangan air, hingga tanah longsor.

Imbauan itu disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, dalam pertemuan bersama tim prakirawan BMKG dan Satuan Tugas (Satgas) Bencana di Kantor BPBD pada Rabu (28/10/2026).

Hendri meminta masyarakat tidak mengabaikan potensi cuaca ekstrem dan melakukan langkah-langkah pencegahan sejak dini.

"Kami meminta seluruh masyarakat Kota Padang tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi," ujarnya.

Selain mengantisipasi hujan lebat, BPBD bersama BMKG turut mengingatkan masyarakat mengenai sebaran asap yang berpotensi memperburuk kualitas udara di Sumatera Barat.

Untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan, warga disarankan memakai masker ketika beraktivitas di luar rumah, terutama saat kondisi udara kurang baik.

Masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir juga diminta memastikan saluran drainase tetap bersih dan tidak tersumbat. Selain itu, warga perlu memantau informasi cuaca serta peringatan dini bencana melalui saluran resmi BMKG dan BPBD.

Upaya pencegahan yang dilakukan secara mandiri diharapkan dapat meminimalkan risiko serta dampak bencana akibat cuaca ekstrem selama periode tersebut.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update