Notification

×

Iklan

Indosat Raup Pendapatan Rp45,8 Triliun hingga September 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 | 17:28 WIB Last Updated 2026-10-30T10:28:00Z

Kantor Pusat Indosat

Jakarta, Rakyatterkini.com – PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison/IOH) mencatat pertumbuhan kinerja keuangan yang positif selama periode Januari hingga September 2026. Perusahaan membukukan kenaikan pendapatan dua digit yang didukung oleh performa bisnis telekomunikasi serta pengembangan layanan berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Berdasarkan siaran pers yang diterbitkan Kamis (29/10/2026), pendapatan Indosat mencapai Rp45,8 triliun atau tumbuh 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, EBITDA tercatat sebesar Rp21,1 triliun dan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 37,2 persen menjadi Rp4,9 triliun.

Hasil tersebut semakin memperkuat posisi Indosat sebagai salah satu perusahaan telekomunikasi dengan pertumbuhan pesat di kawasan Asia Tenggara. Di tengah pencapaian itu, perusahaan juga terus menjalankan transformasi menuju AI TechCo dengan menjadikan bisnis konektivitas sebagai penopang utama pengembangan usaha berbasis teknologi.

Bisnis Telekomunikasi Menguat, ARPU Naik Menjadi Rp46.000

Pertumbuhan bisnis utama Indosat tidak terlepas dari penerapan strategi AI hyper-personalization yang memanfaatkan analisis data pelanggan. Strategi ini memungkinkan perusahaan memberikan layanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna sekaligus meningkatkan potensi pendapatan.

Dampaknya terlihat dari peningkatan rata-rata pendapatan per pengguna atau Average Revenue Per User (ARPU) seluler gabungan yang tumbuh 16,5 persen secara tahunan menjadi Rp46.000.

Selain itu, konsumsi trafik data juga mengalami kenaikan sebesar 16 persen hingga mencapai 14.829 petabyte.

Peningkatan tersebut didukung penggunaan teknologi AI untuk menganalisis kebutuhan pelanggan, penguatan kualitas jaringan, optimalisasi spektrum, serta perluasan kemampuan jaringan generasi kelima atau 5G.

President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menyampaikan bahwa kekuatan bisnis telekomunikasi menjadi modal penting bagi perusahaan dalam menjalankan transformasi dan memperluas investasi di bidang teknologi.

Menurutnya, perusahaan tetap memprioritaskan peningkatan kualitas pengalaman pelanggan, optimalisasi pendapatan, serta pemanfaatan investasi jaringan dan spektrum secara maksimal. Fondasi keuangan yang kuat juga memberikan ruang bagi Indosat untuk mengembangkan sumber pertumbuhan bisnis baru.

Vikram menambahkan, investasi perusahaan pada teknologi AI mulai menunjukkan hasil secara komersial. Indosat kini terus memperkuat kemampuan teknologi dan infrastrukturnya untuk menjawab kebutuhan layanan AI, baik di Indonesia maupun di pasar internasional.

Ia menegaskan bahwa seluruh upaya transformasi tersebut pada akhirnya ditujukan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat Indonesia melalui pemerataan akses teknologi dan penciptaan manfaat ekonomi dalam jangka panjang.

Pendapatan AI Cloud Capai USD50 Juta

Di luar bisnis telekomunikasi, pengembangan teknologi kecerdasan buatan mulai memberikan kontribusi terhadap pendapatan perusahaan.

Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, Indosat AI Cloud berhasil membukukan pendapatan sebesar USD50 juta. Perolehan ini jauh lebih tinggi dibandingkan pendapatan sepanjang 2025 yang tercatat sebesar USD28 juta.

Perusahaan optimistis pendapatan dari layanan AI Cloud dapat meningkat hingga USD100 juta sampai penghujung 2026. Target tersebut didukung oleh semakin besarnya kebutuhan pasar terhadap layanan komputasi AI dan teknologi cloud.

Pertumbuhan ini menjadi indikasi bahwa investasi Indosat pada sektor teknologi mulai menghasilkan peluang bisnis baru di luar layanan telekomunikasi konvensional.

Ke depan, perusahaan berupaya meningkatkan peran bisnis AI sebagai salah satu sumber pendapatan strategis sekaligus motor pertumbuhan dalam menghadapi perkembangan ekonomi digital.

Kembangkan Infrastruktur dan Ekosistem AI Terpadu

Untuk memperkuat posisinya di industri teknologi, Indosat tengah membangun ekosistem AI terintegrasi atau full-stack AI. Ekosistem tersebut mencakup layanan konektivitas, jaringan fiber optik, pusat data, fasilitas komputasi, pengembangan model AI, hingga aplikasi yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai sektor usaha.

Langkah ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan teknologi AI yang terus berkembang, baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional.

Salah satu infrastruktur pendukungnya adalah RAIA Grid yang memiliki jaringan fiber optik sepanjang 86.000 kilometer. Jaringan tersebut berfungsi sebagai penghubung antara sumber daya komputasi dan berbagai kebutuhan implementasi teknologi dalam kegiatan bisnis.

Sementara itu, Zankore by Indosat mengembangkan infrastruktur AI generasi terbaru dengan target jangka panjang menyediakan kapasitas komputasi AI hingga 1 gigawatt (GW).

Melalui integrasi berbagai infrastruktur tersebut, Indosat ingin memberikan kemudahan bagi perusahaan dan pelaku usaha dalam mengakses serta mengimplementasikan teknologi AI sesuai kebutuhan dan skala bisnis masing-masing.

Pengembangan ekosistem ini juga diharapkan membuka kesempatan komersial baru seiring meningkatnya kebutuhan dunia usaha terhadap solusi berbasis kecerdasan buatan.

Hadirkan Indosat Intelligence Suite Bersama F5

Sebagai bagian dari perluasan layanan AI untuk segmen korporasi, Indosat menjalin kerja sama strategis dengan F5 untuk menghadirkan Indosat Intelligence Suite.

Layanan ini dirancang sebagai platform terintegrasi yang menyediakan akses terkelola ke berbagai model dan infrastruktur AI. Melalui solusi tersebut, perusahaan dapat mengatur pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan, mengontrol pengeluaran, serta memperluas penggunaannya secara lebih efisien dan terukur.

Indosat juga mengungkapkan bahwa sejumlah perusahaan teknologi berskala global telah mulai menggunakan layanan yang dikembangkan tersebut.

Kehadiran pelanggan dari perusahaan teknologi internasional menjadi perkembangan positif bagi Indosat dalam mengubah investasi teknologi menjadi peluang bisnis yang menghasilkan nilai ekonomi.

Dengan mengandalkan bisnis telekomunikasi yang terus bertumbuh serta pengembangan ekosistem AI secara menyeluruh, Indosat berupaya menjaga momentum pertumbuhan perusahaan.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mempercepat transformasi digital, meningkatkan daya saing pelaku usaha nasional, serta memperkuat peran Indonesia dalam perkembangan ekonomi digital di kawasan maupun dunia.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update