Jakarta, Rakyatterkini.com – Misteri identitas pria yang ditemukan meninggal dunia di sebuah parit perkebunan kelapa sawit di Desa Dadimulyo, Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, akhirnya terungkap.
Korban diketahui bernama Muhammad Imran, seorang pengemudi taksi online yang berasal dari Kota Binjai.
Korban diduga menjadi sasaran perampokan yang berujung pada pembunuhan. Dugaan tersebut muncul setelah mobil yang biasa digunakan Imran untuk bekerja tidak ditemukan di sekitar lokasi penemuan jasad. Polisi hanya mendapati Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) di saku celana korban.
Kabar penemuan jasad tersebut membawa kesedihan mendalam bagi keluarga. Niar Fitri, adik korban, menangis setelah melihat kondisi jenazah kakaknya melalui panggilan video yang dilakukan Kanit Reskrim Polsek Kota Kisaran dari kamar jenazah RSUD H Abdul Manan Simatupang, Kisaran.
Keluarga mengaku tidak pernah menyangka bahwa pencarian terhadap Imran yang telah hilang selama dua hari berakhir dengan kabar duka. Sebelumnya, mereka sempat berupaya mencari keberadaan korban dengan menyebarkan informasi orang hilang melalui media sosial.
“Abang saya bekerja sebagai driver online. Sudah dua hari tidak ada kabar. Kami juga sempat menyebarkan informasi kehilangan di media sosial, lengkap dengan foto mobil yang dikendarainya,” kata Niar Fitri saat dikonfirmasi, Kamis (22/10/2026).
Sebelumnya, warga menemukan jasad Muhammad Imran dalam kondisi tidak bernyawa di sebuah parit di kawasan perkebunan kelapa sawit. Saat ditemukan, kedua kaki korban dalam keadaan terikat dan terbungkus karung.
Pemeriksaan awal terhadap tubuh korban juga menunjukkan adanya sejumlah luka tusukan benda tajam di bagian dada dan perut. Kondisi tersebut, ditambah hilangnya kendaraan milik korban, memunculkan dugaan bahwa Imran merupakan korban aksi perampokan yang disertai pembunuhan.
Hingga kini, personel Satreskrim Polres Asahan bersama Polsek Kota Kisaran masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus tersebut dan memburu pihak yang bertanggung jawab atas kematian korban.
Sementara itu, jenazah Muhammad Imran menjalani autopsi untuk membantu memastikan penyebab kematian serta mengumpulkan bukti medis yang diperlukan dalam proses hukum. (da*)


