Notification

×

Iklan

Hoyak Tabuik Diusulkan Masuk KEN 2027

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 04:25 WIB Last Updated 2026-10-23T21:25:00Z

Dua Tabuik yaitu berupa manara yang terbuat dari kayu setinggi belasan meter 

Pariaman, Rakyatterkini.com  – Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat, kembali berupaya membawa tradisi budaya Hoyak Tabuik ke dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) 2027 yang digagas Kementerian Pariwisata. Setelah dinyatakan lolos tahap kurasi awal, event unggulan tersebut kini bersiap mengikuti proses seleksi lanjutan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Ferialdi, menyebutkan bahwa Hoyak Tabuik menjadi salah satu dari tujuh kegiatan di Sumatera Barat yang berhasil melewati tahapan seleksi pertama KEN 2027.

Ia mengungkapkan, pencapaian tersebut menjadi langkah awal bagi Kota Pariaman untuk kembali memperkenalkan tradisi Tabuik sebagai daya tarik wisata budaya di tingkat nasional.

Tahap selanjutnya, Pemerintah Kota Pariaman akan memaparkan konsep penyelenggaraan Hoyak Tabuik tahun 2027 di hadapan tim kurator Kementerian Pariwisata. Presentasi tersebut direncanakan berlangsung secara virtual pada 4 November.

Ferialdi menjelaskan, pihaknya juga tengah menyusun pembaruan terhadap sejumlah agenda pendukung agar pelaksanaan tahun depan semakin menarik dan sesuai dengan arah tema KEN 2027 yang menitikberatkan pada generasi muda.

Karena itu, pemerintah daerah berencana memperkuat keterlibatan anak muda dalam berbagai pertunjukan seni dan kegiatan kreatif yang menyertai tradisi Hoyak Tabuik.

Pada penyelenggaraan sebelumnya, sejumlah kegiatan pendukung telah digelar, salah satunya Ekraf Fest Bandagala atau Bandar Dagang Laut. Agenda tersebut menghadirkan beragam atraksi seni, termasuk pertunjukan barongsai.

Meski demikian, pertunjukan tersebut tidak masuk dalam rencana kegiatan pendukung Hoyak Tabuik tahun 2027. Langkah ini diambil setelah adanya masukan dari tokoh-tokoh Tabuik yang menilai atraksi tersebut kurang sejalan dengan karakter tradisi yang selama ini dijaga masyarakat.

Sebagai gantinya, Pemko Pariaman akan merancang kegiatan alternatif yang dinilai lebih sesuai dengan nilai budaya Tabuik. Selain mempertahankan keaslian tradisi, agenda baru tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan lebih luas bagi generasi muda untuk berpartisipasi.

Ferialdi menegaskan, Hoyak Tabuik memiliki posisi penting dalam pengembangan pariwisata Kota Pariaman. Setiap penyelenggaraannya mampu menarik perhatian wisatawan dalam jumlah besar, bahkan mencapai ratusan ribu pengunjung selama rangkaian acara berlangsung.

Lebih dari sekadar perayaan budaya yang diwariskan antargenerasi, Hoyak Tabuik juga memberikan dampak terhadap perekonomian warga. Kedatangan wisatawan turut menggerakkan berbagai sektor usaha lokal, mulai dari perdagangan hingga jasa pariwisata.

Menurutnya, keberhasilan masuk dalam KEN akan memberikan ruang promosi yang lebih luas bagi Kota Pariaman. Peningkatan kunjungan wisatawan diharapkan turut memperbesar perputaran ekonomi dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Bagi Kota Pariaman, Hoyak Tabuik bukan hanya simbol pelestarian budaya, tetapi juga salah satu potensi utama untuk memperkuat daya saing pariwisata daerah.

Dalam rekam jejaknya, Hoyak Tabuik pernah terpilih sebagai bagian dari KEN pada 2024. Namun, event tersebut tidak masuk dalam daftar program tahun 2025 sebelum kembali memperoleh tempat pada KEN 2026.

Kini, Pemerintah Kota Pariaman kembali mengajukan tradisi budaya tersebut untuk tahun 2027. Meski telah melewati kurasi awal, peluang Hoyak Tabuik untuk kembali menjadi bagian dari agenda pariwisata nasional masih bergantung pada hasil tahapan seleksi berikutnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update