Notification

×

Iklan

Gempa M5,9 Guncang Oksibil, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami

Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:57 WIB Last Updated 2026-10-29T06:58:15Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com – Gempa bumi mengguncang wilayah Oksibil, Papua Pegunungan, pada Kamis (29/10/2026) pukul 10.26 WIB. Gempa tersebut awalnya tercatat memiliki magnitudo 6,0 sebelum diperbarui menjadi M5,9 berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

BMKG melaporkan bahwa gempa berpusat di daratan, tepatnya di sekitar Kiunga, Papua Nugini, yang berjarak sekitar 171 kilometer tenggara Oksibil, Papua Pegunungan. Pusat gempa tercatat berada pada kedalaman 42 kilometer.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menyampaikan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Kesimpulan itu didasarkan pada hasil pemodelan tsunami yang dilakukan BMKG.

Ditinjau dari letak episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa ini tergolong gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif. Analisis mekanisme sumber juga memperlihatkan bahwa pergerakan sesar yang menyebabkan gempa termasuk jenis sesar geser (strike-slip).

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari masyarakat, getaran gempa dirasakan dengan intensitas III MMI di wilayah Boven Digoel. Pada skala tersebut, guncangan terasa cukup jelas di dalam rumah dan menyerupai getaran yang ditimbulkan oleh kendaraan berat seperti truk yang sedang melintas.

Sementara itu, di Kota Jayapura dan Merauke, gempa dirasakan pada skala II MMI. Getaran pada tingkat ini umumnya hanya dirasakan oleh sebagian orang dan dapat menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergerak.

Wijayanto menambahkan, hingga pukul 10.55 WIB, pemantauan BMKG belum mendeteksi adanya gempa bumi susulan setelah kejadian utama.

Meski demikian, BMKG akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas seismik di wilayah tersebut. Informasi terbaru juga akan disampaikan kepada para pemangku kepentingan dan masyarakat sesuai dengan hasil pengamatan.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Masyarakat diharapkan mengacu pada informasi resmi yang disampaikan oleh BMKG untuk memperoleh perkembangan terkini mengenai aktivitas gempa bumi.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update