Jakarta, Rakyatterkini.com – Kecelakaan yang melibatkan dua kereta cepat terjadi di Provinsi Toledo, Spanyol, pada Rabu pagi (28/10/2026) waktu setempat. Insiden tersebut mengakibatkan sedikitnya 10 orang meninggal dunia.
Juru bicara pemerintah setempat, Esther Padilla, menjelaskan bahwa kedua kereta mengangkut ratusan penumpang. Kereta pertama membawa 146 penumpang dan seorang bayi, sedangkan kereta lainnya mengangkut 397 penumpang.
Berdasarkan informasi dari pengelola infrastruktur perkeretaapian Spanyol, ADIF, kereta milik perusahaan negara Renfe menabrak bagian belakang kereta yang dioperasikan oleh perusahaan Iryo. Peristiwa itu berlangsung di jalur yang berada di antara Kota Mora, Orgaz, dan Urda.
Kedua rangkaian kereta tersebut diketahui sedang melintasi jalur yang menghubungkan Madrid dengan Sevilla, ibu kota Provinsi Andalusia. Akibat kecelakaan ini, operasional kereta cepat yang melayani rute Madrid–Andalusia terpaksa dihentikan sementara.
Hingga laporan ini disusun, tingkat kerusakan akibat tabrakan serta jumlah korban yang mengalami luka-luka belum dapat dipastikan.
Sejumlah foto yang beredar memperlihatkan dampak parah dari kecelakaan tersebut. Beberapa gerbong tampak terguling dan terlempar hingga ke area lapangan di sisi rel, sementara gerbong lainnya keluar dari jalur kereta akibat kerasnya benturan.
Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, menyampaikan keterkejutannya atas insiden tersebut. Ia menilai kecelakaan itu sebagai peristiwa serius yang membutuhkan penanganan segera.
Melalui unggahan di media sosial X, Sanchez menyatakan bahwa tim layanan darurat telah diterjunkan ke lokasi untuk memberikan pertolongan kepada para korban.
Ia juga menyampaikan simpati dan dukungan kepada seluruh korban beserta keluarga yang terdampak oleh tragedi tersebut.
Sementara itu, Wali Kota Urda, Manuel Galán, mengatakan kepada stasiun radio Cadena SER bahwa pihaknya telah bersiap untuk menerima dan membantu para korban luka akibat kecelakaan kereta cepat tersebut.(da*)


