Notification

×

Iklan

Donny Oskaria dan Andre Rosiade Tinjau Flyover Sitinjau Lauik

Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:48 WIB Last Updated 2026-10-29T13:41:55Z

Kepala BP BUMN bersama Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade meninjau pembangunan Flyover Panorama I

Padang, Rakyatterkini.com– Kepala BP BUMN Donny Oskaria bersama Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade meninjau langsung progres pembangunan Flyover Panorama I atau Sitinjau Lauik I di Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa (27/10/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat perkembangan pembangunan infrastruktur sekaligus menegaskan pentingnya percepatan proyek strategis dalam mengatasi persoalan konektivitas yang selama ini menjadi kendala mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di Sumatera Barat.

Kegiatan itu turut dihadiri Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero) Koentjoro, Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Indrieffouny Indra, serta jajaran manajemen perusahaan terkait. Sejumlah pejabat daerah juga hadir, di antaranya Wali Kota Padang Fadly Amran, Anggota DPRD Sumatera Barat Verry Mulyadi, serta anggota DPRD Kota Padang Wahyu Hidayat dan Rachmad Wijaya.

Dalam kesempatan tersebut, Donny mengatakan persoalan akses transportasi di Sumatera Barat, terutama di kawasan Sitinjau Lauik, Silaing, dan Lembah Anai, sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Kondisi tersebut kerap menghambat perjalanan masyarakat dan distribusi barang, sehingga berdampak terhadap kegiatan ekonomi daerah.

Ia menyebut pemerintah menjadikan penyelesaian persoalan konektivitas tersebut sebagai salah satu prioritas pembangunan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

“Pembangunan flyover di Sitinjau Lauik saat ini sedang berjalan. Masyarakat Sumatera Barat perlu mengetahui bahwa salah satu persoalan yang selama ini memengaruhi pertumbuhan ekonomi kita adalah konektivitas yang sering terputus,” ujar Donny saat memberikan keterangan di lokasi proyek.

Menurutnya, terdapat dua kawasan yang menjadi perhatian utama dalam upaya memperbaiki jaringan transportasi Sumatera Barat. Kedua wilayah tersebut adalah Sitinjau Lauik serta jalur Silaing yang menghubungkan Padang dengan Bukittinggi.

Pemerintah berupaya mengatasi kendala tersebut melalui pembangunan Flyover Sitinjau Lauik dan kelanjutan proyek jalan tol, termasuk pengembangan jalur di kawasan Sicincin serta koridor Padang Panjang–Bukittinggi.

Donny yang juga menjabat sebagai COO Danantara berharap pembangunan berbagai infrastruktur tersebut dapat meningkatkan kelancaran perjalanan sekaligus memperkuat hubungan antardaerah di Sumatera Barat.

Ia menambahkan, rencana pengerjaan jalan tol yang ditargetkan dimulai pada Januari 2027 diharapkan turut mendukung penyelesaian persoalan akses transportasi, terutama di kawasan Lembah Anai dan Padang Panjang.

Dengan tersedianya jalur transportasi yang lebih baik, distribusi logistik, perjalanan masyarakat, serta aktivitas perdagangan dan usaha diharapkan menjadi lebih efisien.

Donny menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya berkaitan dengan penyediaan jalan dan jembatan, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang untuk mendorong daya saing daerah. Menurutnya, konektivitas yang belum memadai dapat menghambat upaya Sumatera Barat dalam mengembangkan potensi ekonomi yang dimiliki.

“Jika persoalan konektivitas ini tidak segera dituntaskan, Sumatera Barat akan menghadapi kesulitan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonominya. Karena itu, kami berharap masyarakat mendukung pembangunan ini demi masa depan generasi berikutnya,” katanya.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan Andre Rosiade dalam mendorong percepatan sejumlah proyek infrastruktur di Sumatera Barat. Dukungan tersebut dinilai berperan dalam mengawal pembangunan Flyover Sitinjau Lauik, pengembangan jalan tol, hingga pembenahan jaringan perkeretaapian.

Donny mengatakan berbagai proyek tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menangani persoalan infrastruktur yang telah berlangsung lama.

“Kami mengapresiasi dorongan Pak Andre terhadap realisasi proyek di Sitinjau Lauik maupun jalan tol di kawasan Padang Panjang. Infrastruktur perkeretaapian juga akan dibenahi. Semua ini merupakan upaya memperbaiki persoalan mendasar yang selama bertahun-tahun dihadapi masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap seluruh proyek dapat berjalan sesuai rencana dan memperoleh dukungan dari berbagai pihak. Penyelesaian hambatan transportasi di Sitinjau Lauik, Silaing, dan Lembah Anai diyakini akan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung perkembangan ekonomi Sumatera Barat.

Sementara itu, Andre Rosiade menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan infrastruktur strategis di Sumatera Barat.

Menurut Andre, pembangunan Flyover Sitinjau Lauik dan kelanjutan proyek jalan tol merupakan bagian dari upaya menjawab kebutuhan masyarakat terhadap sistem transportasi yang lebih aman, lancar, dan berkelanjutan.

Ia menegaskan akan terus mengawal pelaksanaan proyek tersebut melalui koordinasi dengan pemerintah pusat, BP BUMN, Kementerian Pekerjaan Umum, serta BUMN yang terlibat dalam pengerjaannya.

Andre berharap setiap tahapan pembangunan dapat berlangsung sesuai target, dengan tetap memperhatikan mutu konstruksi dan keselamatan pengguna jalan. Ia juga menilai kerja sama antara pemerintah pusat, BUMN, pemerintah daerah, dan masyarakat sangat diperlukan agar pembangunan dapat terlaksana dengan baik.

Menurutnya, dukungan dari seluruh pemangku kepentingan akan membantu mempercepat penyelesaian proyek sekaligus memastikan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas.

Pembangunan Flyover Sitinjau Lauik sendiri menghadapi tantangan berupa kondisi geografis dan medan yang cukup berat. Kehadiran infrastruktur ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan perjalanan di jalur yang selama ini dikenal memiliki kondisi jalan menantang, sekaligus memperlancar arus kendaraan dari dan menuju Kota Padang.

Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero) Koentjoro bersama jajaran terkait juga mengikuti peninjauan untuk melihat perkembangan pekerjaan di lapangan. Dalam pelaksanaannya, kualitas bangunan, penerapan standar keselamatan, dan kelancaran proses konstruksi menjadi perhatian utama agar infrastruktur tersebut dapat berfungsi secara optimal dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Penyelesaian proyek Flyover Sitinjau Lauik, bersama pengembangan jalan tol dan pembenahan jalur kereta api, diharapkan mampu memperkuat konektivitas antardaerah serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi yang lebih luas bagi Sumatera Barat.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update