Notification

×

Iklan

BPBD Pariaman Siagakan 37 Personel Hadapi Bencana

Jumat, 23 Oktober 2026 | 01:26 WIB Last Updated 2026-10-22T18:26:00Z

Ilustrasi

Pariaman, Rakyatterkini.com  – Menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem pada musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pariaman, Sumatera Barat, menyiagakan 37 personel Tim Reaksi Cepat (TRC) lengkap dengan peralatan pendukung. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat kesiapan dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana hidrometeorologi.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Pariaman, Ferry Ferdian Bagindo Putra, mengatakan kesiapan personel menjadi hal penting agar penanganan bencana dapat dilakukan dengan cepat ketika situasi darurat terjadi.

Menurutnya, peningkatan kesiapsiagaan diperlukan seiring potensi bertambahnya intensitas hujan yang dapat memicu berbagai bencana di wilayah Kota Pariaman.

Berkaca pada kejadian tahun sebelumnya, sejumlah wilayah di Sumatera Barat, termasuk Kota Pariaman, pernah terdampak bencana hidrometeorologi. Bencana yang terjadi meliputi banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang di sejumlah lokasi.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kota Pariaman terus mengikuti perkembangan informasi cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Informasi tersebut kemudian disampaikan kepada masyarakat agar warga dapat melakukan langkah pencegahan sejak dini.

Selain memantau kondisi cuaca, BPBD juga memperkuat kesiapan petugas di lapangan. Upaya ini bertujuan memastikan proses penanganan bencana berjalan efektif, cepat, dan terkoordinasi dengan pihak terkait.

Ferry menekankan bahwa upaya mengurangi risiko bencana membutuhkan keterlibatan semua pihak, bukan hanya pemerintah. Masyarakat juga memiliki peran penting dalam mengenali potensi bahaya di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Ia mengingatkan warga untuk selalu memperhatikan informasi prakiraan cuaca dan meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika hujan turun dengan intensitas tinggi. Kondisi tersebut dapat memicu genangan air, banjir, serta berbagai kejadian lain yang berisiko terhadap keselamatan masyarakat.

Warga juga diimbau segera melaporkan kepada petugas atau instansi berwenang apabila menemukan tanda-tanda yang berpotensi menimbulkan bencana. Pelaporan lebih awal diharapkan dapat mempercepat langkah penanganan dan meminimalkan dampak yang ditimbulkan.

Di sisi lain, BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau telah mengeluarkan prakiraan cuaca untuk wilayah Sumatera Barat pada periode 20–26 November. Dalam prakiraan tersebut, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi terjadi di sejumlah daerah.

Informasi cuaca dari BMKG tersebut menjadi salah satu dasar bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi selama musim hujan.(da)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update