Notification

×

Iklan

BMKG Kerahkan 15 Pesawat Tangani Karhutla

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:22 WIB Last Updated 2026-10-26T20:00:57Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengoperasikan 15 pesawat dalam upaya modifikasi cuaca (OMC) untuk membantu mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyampaikan bahwa operasi modifikasi cuaca tersebut dilakukan secara intensif guna meningkatkan kemungkinan turunnya hujan di kawasan yang masih dilanda kebakaran.

Faisal mengungkapkan, skala operasi kali ini tergolong besar dibandingkan pelaksanaan serupa yang pernah dilakukan di Indonesia. Hal itu disampaikannya saat memberikan keterangan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.

Dari total armada yang dikerahkan, sembilan pesawat bertugas di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Sementara enam pesawat lainnya difokuskan untuk mendukung penanganan karhutla di Sumatera Selatan.

BMKG menargetkan operasi ini dapat memicu periode basah selama pekan berjalan. Kehadiran hujan diharapkan membantu proses pemadaman, khususnya di Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah yang masih menghadapi kebakaran dengan intensitas tinggi.

Menurut Faisal, peluang pertumbuhan awan di Kalimantan Tengah diprediksi cukup besar selama lima hari, terhitung sejak Senin. Adapun di Sumatera Selatan, peningkatan potensi pertumbuhan awan diperkirakan mulai terjadi pada Selasa dan berlanjut selama lima hari setelahnya.

BMKG, lanjut Faisal, akan memaksimalkan pelaksanaan operasi tersebut untuk menekan penyebaran api di kedua provinsi yang saat ini menjadi perhatian utama dalam penanganan karhutla.

Pelaksanaan OMC ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono. Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah lembaga, yakni BMKG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Kehutanan, serta Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Dalam prosesnya, tim menggunakan bahan berupa dry ice atau es kering serta natrium klorida (NaCl), yang dikenal sebagai garam, untuk mendukung proses pembentukan hujan. Operasi ini turut diperkuat dengan dukungan armada udara milik TNI, termasuk pesawat Hercules dan CN-295.

Di samping pelaksanaan modifikasi cuaca, BMKG juga menyusun peta risiko karhutla secara mingguan hingga penghujung November. Langkah ini dilakukan untuk mengenali daerah yang masuk kategori berisiko tinggi maupun sangat tinggi terhadap kebakaran.

Pemetaan tersebut disusun hingga tingkat kecamatan agar pemerintah dan pihak terkait dapat menentukan kawasan yang perlu mendapatkan penanganan lebih dahulu.

Faisal menyebutkan bahwa data pemetaan telah dipersiapkan untuk setiap pekan hingga akhir November, termasuk identifikasi kecamatan yang memiliki potensi kebakaran pada tingkat risiko tinggi dan sangat tinggi.

Melalui pengerahan pesawat untuk modifikasi cuaca serta pemetaan wilayah rawan, BMKG berharap penanganan karhutla dapat berjalan lebih efektif dan terfokus, terutama di daerah yang masih menghadapi ancaman kebakaran serius.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update