Notification

×

Iklan

Andre Rosiade Bantu Perempuan yang 10 Tahun Tak Sadarkan Diri

Jumat, 30 Oktober 2026 | 11:28 WIB Last Updated 2026-10-30T04:28:00Z

Andre Rosiade menyerahkan bantuan kepada ibunda Gustina Putri Ningsih

Padang, Rakyatterkini.com – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Andre Rosiade, merasa prihatin setelah menyaksikan langsung kondisi Gustina Putri Ningsih (26), warga Kota Padang yang telah terbaring dalam keadaan tidak sadarkan diri selama kurang lebih satu dekade. 

Kondisi tersebut menurut keterangan keluarga mulai dialami Gustina setelah menjalani operasi usus buntu di salah satu rumah sakit di Padang.

Kisah memilukan itu diketahui Andre saat melakukan kunjungan ke kawasan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Kamis (29/10/2026). Awalnya, Andre datang untuk meninjau proses bedah rumah milik warga yang pembiayaannya menggunakan dana pribadi.

Namun, di tengah kegiatan tersebut, seorang bocah bernama Gustian Rasyid Syaka (11) menghampirinya. Dengan penuh keberanian, anak itu menyampaikan keinginannya agar Andre bersedia datang ke rumah untuk melihat kondisi kakak perempuannya.

“Boleh kita lihat kakak saya, Pak?” ujar Gustian.

Mendengar permintaan tersebut, Andre langsung menyanggupi. Ia kemudian mengajak Gustian untuk menunjukkan lokasi rumah tempat kakaknya tinggal.

Sesampainya di kediaman keluarga itu, Andre mendapati Gustina terbaring tidak berdaya di ruang tamu. Perempuan yang lahir pada 2 Agustus 2000 tersebut terlihat masih membutuhkan bantuan oksigen dan tidak mampu berkomunikasi dengan orang-orang di sekitarnya.

Melihat keadaan itu, Andre langsung menanyakan penyakit yang dialami Gustina kepada keluarganya.

“Sakit apa ini?” tanyanya.

Keluarga menjelaskan bahwa Gustina mengalami kondisi tersebut setelah menjalani operasi usus buntu. Mereka menduga ada persoalan terkait pemberian obat bius saat tindakan medis berlangsung.

“Usus buntu, Pak. Kelebihan bius,” jawab salah seorang anggota keluarga.

Andre kemudian kembali memastikan sudah berapa lama Gustina berada dalam kondisi tersebut.

“Jadi dia tidak sadar sampai sekarang? Sudah berapa lama?” tanyanya.

“Sudah 10 tahun,” jawab pihak keluarga.

“Astagfirullah,” ucap Andre spontan sebagai bentuk keprihatinan.

Berdasarkan cerita keluarga, Gustina mulai tidak sadarkan diri setelah menjalani operasi usus buntu sekitar 10 tahun silam. Meski demikian, dugaan mengenai kelebihan dosis obat bius tersebut masih membutuhkan pemeriksaan dan penjelasan medis lebih lanjut untuk memastikan penyebab sebenarnya.

Di balik kondisi Gustina, ada kisah mengharukan tentang perjuangan sang adik, Gustian. Ketika kakaknya mulai terbaring tak sadarkan diri, Gustian masih berusia sekitar satu tahun. Kini, setelah tumbuh menjadi anak berusia 11 tahun, ia harus menjalani masa kecil dengan kondisi kakak yang tidak bisa diajak berkomunikasi seperti sebelumnya.

Andre pun memberikan perhatian khusus kepada bocah tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas keberanian Gustian yang berusaha mencari bantuan demi kesembuhan kakaknya.

“Sayang kakak, ya,” tutur Andre kepada Gustian.

Keberanian Gustian mendatangi Andre menjadi salah satu hal yang menyentuh dalam pertemuan tersebut. Di usianya yang masih belia, ia berinisiatif mencari pertolongan dengan harapan kakaknya bisa mendapatkan penanganan kesehatan yang lebih baik.

Sebagai bentuk kepedulian, Andre menyerahkan bantuan uang tunai senilai Rp10 juta kepada keluarga Gustina. Selain bantuan tersebut, ia juga menyatakan kesediaannya untuk membantu mengupayakan agar Gustina dapat dibawa ke rumah sakit guna memperoleh pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut.

“Ini ada uang Rp10 juta, ya, untuk urus-urus kakak,” kata Andre.

Ibu Gustina, Kartina (53), tak dapat menyembunyikan kesedihannya ketika menceritakan kondisi keluarga. Ia mengaku selama ini menghadapi banyak kesulitan, terutama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus membiayai perawatan putrinya.

Keterbatasan ekonomi membuat keluarga tidak mudah membawa Gustina untuk mendapatkan penanganan medis secara optimal.

Menanggapi kondisi tersebut, Andre meminta Kartina agar tidak terlalu khawatir. Ia menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga, sementara upaya membawa Gustina ke rumah sakit akan dibantu.

“Ini tadi saya kasih Rp10 juta. Ini pegang sama Ibu, untuk biaya hidup. Nah, ini bawa ke rumah sakit, nanti kami urus. Jadi Ibu tenanglah,” ungkap Andre yang juga menjabat Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM).

Andre turut memuji sikap Gustian yang dinilainya memiliki kepedulian besar terhadap keluarga, meskipun masih berusia anak-anak.

“Anak Ibu benar hebat,” ujarnya saat didampingi Ketua Fraksi Gerindra DPRD Padang, Wahyu Hidayat.

Mendapat perhatian dan bantuan tersebut, Kartina pun menangis haru. Ia berulang kali menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian Andre terhadap keluarganya yang selama ini berjuang dalam keterbatasan.

“Terima kasih banyak, Pak Andre,” ucap Kartina dengan mata berkaca-kaca.

Diketahui, ayah Gustina, Saripudin (69), bekerja sebagai nelayan lepas dengan penghasilan yang tidak menentu. Ia biasanya ikut bekerja kepada nelayan lain untuk mendapatkan upah. Untuk menuju lokasi tempatnya bekerja, Saripudin bahkan harus berjalan kaki menuju kawasan pantai Ulak Karang, Air Tawar, hingga Tabing yang berjarak belasan kilometer dari rumah.

Sementara itu, Kartina turut membantu perekonomian keluarga dengan mencari sayuran dan lokan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Keluarga sederhana tersebut menetap di Komplek Asabri Blok B1 Nomor 17, RT 004/RW 002, Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Dengan penghasilan yang terbatas, mereka harus berjuang merawat Gustina selama bertahun-tahun.

Kunjungan Andre yang semula diagendakan untuk melihat pelaksanaan program bedah rumah akhirnya membuka cerita lain tentang kondisi warga yang membutuhkan perhatian. Permintaan sederhana dari Gustian membuat Andre menyempatkan diri melihat langsung keadaan kakaknya.

Selain memberikan bantuan Rp10 juta, Andre juga menyampaikan komitmen untuk membantu mengupayakan penanganan medis bagi Gustina di rumah sakit.

Bagi keluarga tersebut, kepedulian yang datang bukan sekadar bantuan materi. Ada harapan baru agar Gustina bisa menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh dan memperoleh perawatan yang layak setelah sekitar 10 tahun terbaring tanpa kesadaran.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update