Padang Panjang, Rakyatterkini.com – Wakil Wali Kota Padang Panjang, Allex Saputra, memimpin apel gelar pasukan dalam rangka pelaksanaan Operasi Patuh Singgalang 2026 di halaman Mapolres Padang Panjang, Senin (26/10/2026). Operasi ini digelar untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas sekaligus menekan risiko kecelakaan di jalan raya.
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lantas yang Tertib, Aman dan Berkeselamatan”. Apel turut dihadiri Ketua DPRD Padang Panjang Imbral, jajaran personel Polres Padang Panjang, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta sejumlah tamu undangan.
Dalam kesempatan itu, Allex membacakan amanat Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Barat yang bertindak sebagai penanggung jawab operasi. Pesan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan Operasi Patuh tidak semata-mata dilihat dari banyaknya pelanggaran yang ditindak, tetapi juga dari kemampuannya mengurangi kecelakaan dan jumlah korban jiwa.
Allex menyampaikan bahwa karakteristik jalan di Sumatera Barat menjadi tantangan tersendiri bagi petugas kepolisian. Kondisi jalan yang berkelok, disertai tanjakan dan turunan tajam, membutuhkan personel lalu lintas yang sigap, profesional, serta mampu mengambil tindakan secara tepat.
“Dengan kondisi geografis Sumatera Barat yang memiliki banyak jalan berkelok, tanjakan, dan turunan curam, diperlukan kehadiran polisi lalu lintas yang profesional, responsif, dan cermat dalam bertindak,” demikian isi amanat Kapolda yang dibacakan Allex.
Sebagai bahan evaluasi, pelaksanaan Operasi Patuh Singgalang 2025 mencatat sebanyak 62 kasus kecelakaan lalu lintas. Dari jumlah tersebut, delapan orang meninggal dunia, 11 orang mengalami luka berat, sedangkan 76 lainnya menderita luka ringan.
Pada periode yang sama, petugas melakukan 239 penindakan melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Selain itu, sebanyak 6.293 teguran diberikan kepada pengendara yang melakukan pelanggaran.
Amanat Kapolda juga menggarisbawahi perlunya peningkatan mutu pelayanan kepolisian kepada masyarakat. Pelayanan yang diberikan diharapkan semakin cepat, terbuka, tepat, dan mudah dijangkau. Di sisi lain, kepolisian dituntut mampu menanggapi peredaran informasi keliru secara cepat dan akurat demi mempertahankan kepercayaan masyarakat.
“Transformasi polisi lalu lintas perlu diarahkan pada penggunaan data dan teknologi, penguatan kemampuan serta profesionalitas personel, dan peningkatan kepercayaan masyarakat melalui integritas serta pelayanan yang berkualitas,” ungkap Allex saat membacakan amanat tersebut.
Rangkaian apel ditutup dengan penyematan pita kepada perwakilan personel. Prosesi ini menjadi tanda dimulainya Operasi Patuh Singgalang 2026, yang diharapkan dapat mendorong terciptanya budaya berlalu lintas yang lebih tertib, aman, dan bertanggung jawab di tengah masyarakat.(da*)


