Jakarta, Rakyatterkini.com – Otoritas kesehatan Belanda melaporkan terdapat sembilan kasus infeksi virus West Nile di negara tersebut. Salah satu pasien dilaporkan meninggal dunia, berdasarkan informasi yang disampaikan pada Kamis (3/9).
Institut Nasional Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Belanda (RIVM) menjelaskan, salah satu infeksi diketahui melalui pemeriksaan terhadap seorang pendonor darah. Kasus lainnya ditemukan pada pasien yang sedang mendapatkan perawatan di rumah sakit setelah mengalami gejala akibat infeksi virus tersebut.
Virus West Nile pada umumnya ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk yang membawa virus. RIVM mengatakan pemantauan terhadap penyebaran penyakit ini dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai bidang keahlian.
“Dokter, dokter hewan, ahli virologi, epidemiolog, dan ahli ekologi bekerja sama untuk mengawasi perkembangan serta penyebaran virus West Nile dan menentukan langkah penanganan yang diperlukan,” kata RIVM.
Pada bulan sebelumnya, RIVM juga mengungkapkan adanya warga Belanda yang terinfeksi virus West Nile melalui penularan lokal dan kemudian meninggal dunia.
Secara alami, virus West Nile bersirkulasi di antara populasi burung. Virus tersebut kemudian dapat berpindah ke manusia maupun mamalia lain ketika digigit nyamuk yang sudah terinfeksi.
RIVM menyebut sebagian besar orang yang terpapar virus ini tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit. Sekitar 80 persen infeksi diperkirakan berlangsung tanpa gejala, sementara sekitar 19 persen penderita mengalami keluhan yang menyerupai flu.
Adapun sekitar 1 persen kasus dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih berat dan memengaruhi sistem saraf, sehingga menimbulkan gejala neurologis.(da*)


