Notification

×

Iklan

Wapres Gibran Tinjau Dampak Galodo di Solok

Sabtu, 26 September 2026 | 03:41 WIB Last Updated 2026-09-25T20:41:00Z

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka meninjau sejumlah infrastruktur

Arosuka, Rakyatterkini.com – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka meninjau sejumlah infrastruktur dan fasilitas publik yang terdampak banjir bandang atau galodo di Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Jumat (25/9/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi wilayah setelah bencana sekaligus memastikan proses penanganan dan pemulihan dapat segera dilaksanakan.

Dalam peninjauan itu, Gibran menekankan agar akses utama dan infrastruktur yang mengalami kerusakan segera dipulihkan. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjaga kelancaran mobilitas sekaligus keselamatan masyarakat.

“Prioritas sekarang, akses utama harus segera pulih. Kita pastikan jalur yang digunakan masyarakat aman, sehingga mobilitas warga, distribusi bantuan, dan pelayanan pemerintahan bisa kembali berjalan. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas,” kata Gibran.

Saat melihat kondisi Jembatan Arosuka yang merupakan salah satu akses penghubung Kota Padang dengan Kabupaten Solok, Wapres meminta kebutuhan sarana dan prasarana jembatan segera dipenuhi. Penanganan juga diminta mencakup ruas jalan di sekitar jembatan yang ikut terdampak banjir.

“Akses utama jalan dan jembatan harus dipulihkan secepat mungkin. Utamakan juga aspek keselamatan warga yang melintas,” tegasnya.

Selain meninjau infrastruktur penghubung antardaerah, Gibran juga melihat kondisi fasilitas pemerintahan. Ketika mengunjungi Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Solok yang terdampak bencana, ia meminta seluruh fasilitas yang mengalami kerusakan segera didata secara menyeluruh.

Banjir bandang yang terjadi pada Senin malam (21/9/2026) dilaporkan menyebabkan sedikitnya 12 bangunan perkantoran di Kabupaten Solok mengalami kerusakan.

Pendataan diperlukan untuk menentukan langkah penanganan sesuai tingkat kerusakan, baik yang membutuhkan tindakan darurat maupun perbaikan dalam jangka panjang. Di sisi lain, pelayanan pemerintahan kepada masyarakat harus tetap berjalan.

“Untuk fasilitas penyelenggaraan pemerintahan yang terdampak, segera didata, mana yang membutuhkan penanganan darurat, mana yang membutuhkan perbaikan permanen. Yang paling penting, pelayanan kepada masyarakat jangan sampai berhenti,” ujar Wapres.

Gibran juga mengingatkan bahwa proses pemulihan tidak hanya dilakukan setelah genangan air surut. Berbagai material yang terbawa banjir, seperti lumpur, pasir, batu, kayu, hingga material longsoran, harus segera dibersihkan agar akses warga dapat kembali digunakan.

Pemulihan juga perlu dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi terhadap jalan, jembatan, permukiman, lahan pertanian, masjid, fasilitas umum, serta gedung pemerintahan. Dengan demikian, aktivitas masyarakat, penyaluran bantuan, dan pelayanan publik dapat berangsur normal.

Sementara itu, dalam rapat koordinasi penanganan dampak banjir bandang di Posko Utama, Bupati Solok Jon Firman Pandu menyampaikan sejumlah kebutuhan yang menjadi prioritas dalam tahap pemulihan.

Salah satunya adalah rencana pembangunan sabo dam sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana. Selain itu, pemerintah daerah juga memprioritaskan perbaikan fasilitas publik dan sejumlah sarana yang rusak akibat bencana.

“Rencana pembangunan sabo dam ke depan ini penting. Selain itu perbaikan gedung kantor yang berkaitan dengan pelayanan publik, perbaikan sawah, rumah, dan masjid,” kata Jon Firman Pandu.

Percepatan penanganan tersebut diharapkan dapat memulihkan akses dan pelayanan dasar bagi masyarakat serta membantu warga kembali menjalankan aktivitas sehari-hari secara bertahap pascabencana.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update