Notification

×

Iklan

Vasko Ruseimy Jadi Pengurus PB IPSI

Senin, 07 September 2026 | 08:27 WIB Last Updated 2026-09-07T01:27:00Z

Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Vasko Ruseimy mendapat amanah baru di tingkat nasional

Padang, Rakyatterkini.com — Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Vasko Ruseimy, kini mendapat tanggung jawab baru di tingkat nasional setelah dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua Umum V Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) periode 2026–2030.

Vasko dilantik bersama jajaran pengurus PB IPSI yang baru di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (5/9/2026). Kepengurusan untuk periode empat tahun tersebut berada di bawah kepemimpinan Menteri Luar Negeri Sugiono sebagai Ketua Umum.

Sugiono menggantikan Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya memimpin PB IPSI selama lebih dari 20 tahun.

Kepercayaan yang diberikan kepada Vasko menambah tanggung jawabnya dalam upaya memajukan pencak silat, baik di Sumbar maupun secara nasional. Sebelumnya, ia juga telah dipercaya sebagai Ketua IPSI Sumbar untuk masa bakti 2025–2029.

Dalam kapasitasnya di Sumbar, salah satu perhatian Vasko adalah mendorong keberadaan silek tradisional Minangkabau agar semakin dikenal dan dikembangkan melalui lingkungan pendidikan.

Vasko mengatakan jabatan barunya di PB IPSI harus dimanfaatkan untuk memperkuat pembinaan pencak silat dari tingkat paling dasar. Menurut dia, proses pembinaan calon pesilat tidak seharusnya baru dimulai setelah anak memiliki status sebagai atlet.

“Silat bukan sekadar kemampuan bertarung atau mengejar kemenangan. Di dalamnya terdapat nilai disiplin, keberanian, etika, penghormatan, sekaligus pembelajaran mengenai jati diri dan budaya,” ujar Vasko.

Ia pun mendukung rencana PB IPSI yang ingin memperluas pengembangan pencak silat di sekolah. Menurutnya, institusi pendidikan menjadi tempat yang tepat untuk mengenalkan olahraga bela diri tersebut kepada generasi muda sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter sejak dini.

Upaya tersebut, lanjut Vasko, sebenarnya telah mulai diterapkan di Sumbar melalui pengenalan silek tradisi Minangkabau sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Pengalaman tersebut dinilai dapat menjadi contoh untuk dikembangkan dalam pembinaan pencak silat secara nasional.

Vasko menegaskan, keinginan menjadikan pencak silat sebagai olahraga berkelas dunia harus dibarengi pembinaan yang dimulai dari tingkat akar rumput.

“Kalau ingin pencak silat menjadi olahraga dunia, prosesnya harus dimulai dari bawah. Anak-anak diperkenalkan sejak dini, lalu diarahkan melalui kompetisi berjenjang. Dengan begitu, sekolah dapat menjadi tempat munculnya calon-calon atlet terbaik untuk tingkat nasional,” katanya.

Ia menilai Sumbar mempunyai kekuatan tersendiri dalam mendukung pengembangan pencak silat karena memiliki tradisi silek yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Minangkabau.

Bagi Vasko, silek tidak hanya merupakan peninggalan budaya, tetapi juga menyimpan nilai-nilai yang relevan untuk membentuk karakter generasi muda sekaligus mendukung prestasi olahraga.

Karena itu, ia berharap keberadaannya di jajaran PB IPSI dapat membuka ruang bagi Sumbar untuk berkontribusi lebih besar dalam perkembangan pencak silat nasional. Tradisi silek Minangkabau diharapkan tetap mempertahankan identitas dan nilai budayanya, namun pada saat yang sama dapat menyesuaikan diri dengan sistem pembinaan olahraga modern.

Vasko juga menilai pencak silat nasional perlu memiliki sasaran jangka panjang yang lebih besar, termasuk meningkatkan pengakuan olahraga tersebut di tingkat internasional. Menurutnya, ambisi membawa pencak silat ke Olimpiade harus disertai pembenahan sistem pembinaan secara menyeluruh.

“Kalau target kita adalah pencak silat masuk Olimpiade, pembenahan tidak cukup dilakukan di tingkat atas. Fondasinya harus diperkuat. Sekolah, pembinaan atlet, serta kompetisi harus diperbanyak dan disusun secara berjenjang. Dari proses itulah prestasi nasional hingga internasional bisa lahir,” tegasnya.

Dengan posisi barunya di PB IPSI, Vasko menyatakan siap bekerja bersama seluruh pengurus untuk memperkuat pencak silat Indonesia. Ia ingin pencak silat terus berkembang sebagai cabang olahraga prestasi sekaligus tetap menjadi bagian dari identitas dan pembentukan karakter bangsa.

“Ini bukan semata-mata mengenai jabatan. Yang lebih penting adalah memastikan pencak silat memiliki masa depan yang lebih besar. Dimulai dari gelanggang di tengah masyarakat, masuk ke sekolah, melahirkan atlet berprestasi, lalu membawa mereka hingga ke tingkat dunia,” pungkas Vasko.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update