Notification

×

Iklan

Tiga Gua Alami Ditemukan di Lereng Gunung Bromo

Kamis, 10 September 2026 | 18:28 WIB Last Updated 2026-09-10T11:28:00Z


Jakarta, Rakyatterkini.com — Penemuan tiga gua di kawasan lereng Gunung Bromo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, menarik perhatian masyarakat. Dari tampilan luar, ketiga gua tersebut hanya memiliki pintu masuk berukuran kecil. Namun, setelah diperiksa, rongga di dalamnya cukup luas dan diketahui terbentuk secara alami.

Ketiga gua ditemukan dalam satu kawasan yang berada di sekitar kediaman Ngatimin, warga Desa Andonosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan. Dua di antaranya terletak di kawasan perkebunan yang tidak jauh dari rumah, sedangkan satu gua lainnya berada persis di samping rumah Ngatimin.

Jika dilihat dari permukaan, akses masuk ke gua berukuran kurang dari satu meter. Meski demikian, bagian dalam gua ternyata memiliki ruang yang cukup lega sehingga dapat dimasuki orang dewasa maupun anak-anak.

Ruang di dalam gua memiliki ketinggian berkisar antara 1 hingga 2,5 meter dengan lebar sekitar 2,5 sampai 3 meter. Sampai saat ini, belum diketahui apakah ketiga gua tersebut memiliki hubungan satu sama lain maupun menyimpan nilai sejarah tertentu.

Bagi Ngatimin, keberadaan gua tersebut sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Ia menyebut sudah mengetahui keberadaan salah satu gua sejak 1994. Saat itu, dirinya tengah mencari batu di kawasan yang kini menjadi tempat tinggalnya.

Ketika sedang memecahkan batu menggunakan alat betel, alat tersebut tiba-tiba terjatuh ke sebuah lubang. Penasaran dengan kondisi di bawahnya, Ngatimin kemudian membongkar batu-batu di sekitar lokasi. Dari sana terlihat sebuah rongga yang ternyata merupakan bagian dari gua alami.

“Awalnya saya sedang mencari batu. Saya tidak tahu kalau di dalamnya seperti gua, kemudian saya bongkar,” kata Ngatimin.

Temuan tersebut kembali menjadi perhatian setelah informasi mengenai keberadaan gua menyebar di media sosial. Sejumlah warga kemudian berdatangan untuk melihat langsung lokasi yang selama ini hanya diketahui oleh beberapa orang.

Melihat semakin banyak masyarakat yang datang, Pemerintah Desa Andonosari kemudian menyampaikan laporan mengenai keberadaan gua tersebut kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pasuruan.

Kepala Desa Andonosari Ahmad Pujianto membenarkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas terkait agar penemuan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui pemeriksaan lebih mendalam.

“Kami sudah melaporkan kepada dinas terkait mengenai penemuan gua ini. Beberapa hari terakhir memang sudah banyak warga yang datang,” ujarnya.

Hasil pemeriksaan awal menyatakan bahwa ketiga gua tersebut terbentuk secara alami dan bukan hasil galian atau konstruksi manusia. Kendati demikian, pemerintah desa meminta masyarakat tidak masuk ke dalam gua untuk sementara waktu.

Imbauan tersebut diberikan karena kondisi struktur tanah serta tingkat keamanan di dalam gua belum sepenuhnya diketahui. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan gua tersebut aman untuk dimasuki.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update