Arosuka, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kabupaten Solok menyiapkan tiga dapur umum untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga yang terdampak banjir bandang di wilayah tersebut.
Ketiga dapur umum itu dikelola oleh Dinas Sosial Kabupaten Solok, Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok. Dua lokasi dapur umum berada di Kantor Bupati Solok, sedangkan satu lainnya ditempatkan di SMA Negeri 2 Gunung Talang.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Solok, Desmalia Ramadhanur, menyampaikan bahwa pada Rabu (23/9/2026), pihaknya menyiapkan sekitar 3.000 porsi makanan untuk menunjang kebutuhan selama penanganan bencana.
Menurutnya, sebanyak 2.000 porsi diperuntukkan bagi kebutuhan makan siang. Makanan tersebut tidak hanya diberikan kepada warga terdampak dan pengungsi, tetapi juga relawan serta masyarakat yang ikut membantu proses penanganan banjir bandang.
“Untuk makan siang hari ini kami menyediakan sekitar 2.000 porsi. Ini untuk korban, relawan, dan orang-orang yang ikut membantu proses penanganan bencana,” ujar Desmalia, Rabu (23/9/2026).
Sementara itu, sekitar 1.000 porsi lainnya disiapkan untuk makan malam. Dengan demikian, total produksi makanan dari dapur umum mencapai kurang lebih 3.000 porsi setiap hari.
Desmalia menjelaskan, jumlah makanan yang disediakan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan, terutama berdasarkan jumlah warga terdampak dan pengungsi serta personel yang terlibat dalam penanganan bencana.
Dari pendataan sementara, sekitar 200 jiwa tercatat terdampak dan memerlukan bantuan selama masa tanggap darurat.
Operasional dapur umum akan terus dilakukan sepanjang masa tanggap darurat berlangsung. Apabila status tanggap darurat diperpanjang, pelayanan dan penyediaan makanan akan kembali disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat.
“Kalau diperpanjang, diperpanjang lagi,” katanya.
Di sisi lain, pemerintah daerah bersama berbagai unsur penanganan bencana masih melakukan pendataan terhadap warga yang mengungsi. Langkah tersebut dilakukan agar kebutuhan dasar masyarakat, termasuk makanan, dapat terus terpenuhi selama masa penanganan bencana.(da*)


