Notification

×

Iklan

Sawahlunto Dorong Pelatihan Operator Alat Berat

Minggu, 27 September 2026 | 13:40 WIB Last Updated 2026-09-27T06:40:00Z

Menaker Tinjau Pelatihan Vokasi Sawahlunto

Sawahlunto, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kota Sawahlunto terus mendorong penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi untuk mencetak tenaga kerja terampil yang mampu memenuhi kebutuhan industri, khususnya sektor pertambangan dan konstruksi.

Upaya tersebut terlihat saat Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah mendampingi Menteri Ketenagakerjaan RI Prof. Ir. Yassierly, ST., MT., PhD., saat mengunjungi Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Satpel PVP) Sawahlunto di Parambahan, Sabtu (26/9/2026).

Dalam kunjungan itu, Menaker melihat secara langsung kegiatan pelatihan operator alat berat jenis track excavator. Pelatihan tersebut dilaksanakan dengan pendampingan instruktur dari Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP).

Program ini dinilai penting karena peserta yang menyelesaikan pelatihan akan memperoleh Surat Izin Operator (SIO) dari Kementerian Ketenagakerjaan. Sertifikasi tersebut menjadi salah satu persyaratan bagi tenaga kerja yang ingin bekerja sebagai operator alat berat di sektor industri.

Jeffry mengatakan, kawasan Satpel PVP Parambahan masih memiliki lahan yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas fasilitas pelatihan. Lahan tersebut berpotensi dikembangkan menjadi ruang pembelajaran, lokasi praktik, maupun sarana pendukung lainnya.

Menurut Jeffry, Sawahlunto memiliki modal kuat untuk mengembangkan pusat pelatihan vokasi karena memiliki pengalaman panjang dalam industri pertambangan serta sumber daya manusia yang telah terbiasa dengan lingkungan kerja pertambangan.

“Sawahlunto memiliki dua modal yang tidak dimiliki banyak daerah, yakni lahan dan pengalaman panjang di dunia pertambangan. SDM kita juga sudah lama dipercaya di bidang alat berat. Potensi ini perlu diperkuat melalui sertifikasi resmi negara,” kata Jeffry.

Ia menilai pengalaman Sawahlunto sebagai salah satu kawasan pertambangan bersejarah di Asia Tenggara dapat menjadi modal untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal.

Karakter wilayah yang berbukit, keberadaan kawasan bekas pertambangan, serta budaya kerja masyarakat yang dekat dengan sektor tambang, menurutnya, dapat dimanfaatkan sebagai sarana praktik bagi calon operator alat berat.

Jeffry berharap pengembangan Satpel PVP Parambahan mendapat dukungan pemerintah pusat sehingga fasilitas tersebut dapat berkembang menjadi pusat pelatihan vokasi dengan cakupan layanan yang lebih luas.

Menurutnya, peningkatan kapasitas pelatihan akan memberikan sejumlah manfaat. Selain membuka peluang lebih besar bagi generasi muda Sawahlunto untuk memperoleh kompetensi dan sertifikasi, program tersebut juga berpotensi membantu menekan pengangguran sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan pelatihan.

“Target kita jelas, anak muda Sawahlunto harus memiliki sertifikat, siap bekerja, dan mampu bersaing di tingkat nasional,” ujarnya.

Kunjungan Menteri Ketenagakerjaan ke Satpel PVP Parambahan diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan fasilitas tersebut, termasuk membuka peluang peningkatan statusnya menjadi Balai Pelatihan Vokasi yang lebih mandiri pada masa mendatang.(benny)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update