Notification

×

Iklan

RSBG 2026 Diundur, Solok Bawa Semangat Bangkit Bersama Arosuka

Selasa, 29 September 2026 | 12:11 WIB Last Updated 2026-09-29T11:07:06Z



Solok, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kota Solok bersama sejumlah unsur adat memutuskan mengubah jadwal pelaksanaan Rang Solok Baralek Gadang (RSBG) 2026. Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat Arosuka, Kabupaten Solok, yang tengah menghadapi dampak bencana galodo.

Semula, RSBG 2026 dijadwalkan berlangsung pada 3–10 Oktober 2026. Setelah dilakukan penyesuaian, kegiatan tersebut akan digelar pada 10–13 Oktober 2026.

Perubahan jadwal merupakan hasil pembahasan Pemko Solok bersama unsur adat yang terdiri dari Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN), Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM), serta Ketua Bundo Kanduang.

Kebijakan itu tidak terlepas dari bencana galodo yang melanda kawasan Arosuka pada 21 September 2026. Pemko Solok menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama, sehingga masyarakat memiliki kesempatan untuk menunjukkan solidaritas kepada warga yang terdampak.

Sebelumnya, Pemko Solok juga telah mengirimkan personel dan relawan untuk membantu proses penanganan bencana di wilayah Arosuka.

Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra mengatakan, masyarakat Kota dan Kabupaten Solok memiliki hubungan yang erat karena terikat sejarah, adat, serta hubungan kekerabatan.

Hal itu disampaikannya saat memberikan keterangan di Balai Kota Solok, Selasa (29/9/2026).

Menurut Ramadhani, musibah yang menimpa masyarakat Arosuka merupakan keprihatinan bersama. Karena itu, masyarakat Kota Solok diharapkan dapat menunjukkan kepedulian dan hadir memberikan dukungan kepada para korban.

“Ketika dunsanak kita di Arosuka tertimpa musibah, sudah sepatutnya kita hadir dengan empati dan kepedulian. Kita adalah badunsanak, dan musibah yang dialami dunsanak kita juga menjadi keprihatinan kita bersama,” ujarnya.

Seiring perubahan jadwal tersebut, RSBG 2026 mengusung tema “RSBG—Bangkit Bersama dengan Arosuka.”

Tema ini tidak hanya menggambarkan RSBG sebagai agenda budaya dan perhelatan masyarakat, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat rasa persaudaraan serta memberikan dukungan kepada masyarakat yang sedang menghadapi bencana.

Ramadhani turut mengajak masyarakat dari 13 nagari yang tergabung dalam Kubung 13, baik yang berada di Kota Solok maupun Kabupaten Solok, untuk bersama-sama menyukseskan pelaksanaan RSBG tahun ini.

“RSBG ini adalah alek kita bersama. Mari kita sukseskan bersama dengan tetap membawa semangat persaudaraan dan kepedulian. Kita tunjukkan bahwa dunsanak kita di Arosuka tidak berjalan sendiri menghadapi musibah,” katanya.

Semangat tersebut dinilai selaras dengan nilai adat Minangkabau yang menekankan pentingnya hidup saling membantu, memperkuat satu sama lain, dan menjaga hubungan kekerabatan dalam menghadapi berbagai persoalan.

Melalui RSBG 2026, nilai-nilai tersebut diharapkan semakin mempererat hubungan masyarakat Kota dan Kabupaten Solok, terutama antar-13 nagari yang berada dalam lingkup Kubung 13.

Pemko Solok juga mengundang seluruh masyarakat, tokoh adat, komunitas, pelaku usaha, serta berbagai pihak terkait untuk ikut mendukung rangkaian kegiatan RSBG yang dijadwalkan berlangsung 10–13 Oktober 2026.

Dengan mengusung semangat “Bangkit Bersama dengan Arosuka”, RSBG 2026 diharapkan menjadi momentum untuk menjaga persaudaraan, memperkuat solidaritas, sekaligus menunjukkan kepedulian masyarakat Kota Solok kepada dunsanak yang sedang menghadapi musibah.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update